Tag: Luhut Binsar Panjaitan

  • Luhut Ungkap Biang Kerok RI Tak Lagi Swasembada Bawang Putih

    Luhut Ungkap Biang Kerok RI Tak Lagi Swasembada Bawang Putih

    Jakarta

    Ternyata Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995. Namun, produksinya terus menurun sejak 2020.

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai untuk meningkatkan produksi bawang putih domestik diperlukan varietas yang unggul serta riset berbasis sains.

    “Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains,” kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (12/1/2026).

    Untuk mencapai target tersebut, Luhut menilai tidak boleh lagi dilakukan secara sektoral. Ia pun mengajak BRIN untuk mengintegrasikan seluruh kekuatan riset dengan instansi lain, seperti perguruan tinggi.

    Berangkat dari situ, Luhut mengadakan rapat bersama dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar serta kepala lembaga riset lain.

    Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Luhut pada retreat di Hambalang beberapa waktu lalu. Prabowo berpesan agar tidak ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. DEN sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

    pesan Prabowo Subianto yang menekankan penting Genebank nasional dan industri perbenihan. Untuk itu, ia menyebut BPOM berperan penting untuk mendorong produksi herbal lokal dan memastikan regulasi bisa semakin adaptif terhadap inovasi.

    “Saya juga meminta kepada BRIN untuk menyusun peta kesesuaian lahan terpadu agar riset lebih terarah dan siap untuk diimplementasikan. Semua langkah ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional,” imbuh Luhut.

    Prabowo, lanjut Luhut, juga akan berkunjung ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) pada Oktober nanti. Pada momentum itu, Luhut berharap bukan lagi sekadar menunjukkan rencana, tetapi sudah menghadirkan ekosistem riset yang bekerja dan mulai membuahkan hasil.

    Kejar Swasembada Bawang Putih, Pemerintah Fokus Pembibitan

    Bawang putih memang menjadi salah satu komoditas pangan yang ditargetkan swasembada. Hal ini berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kita kan Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditarget untuk swasembada ke depan,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1).

    Saat ini, pihaknya telah berfokus pada fase pembibitan. Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Menurut Sudaryono, agar Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih diperlukan lahan seluas 100 ribu hektar.

    “Nah, kebutuhannya sebetulnya nggak besar lah. Kebutuhannya menanam bawang putih di 100 ribu hektare. Nah ini tentu saja sekarang sudah dimulai dari untuk pembibitan karena memang untuk bisa swasembada itu kan orang harus menanam. Jadi intinya adalah pertama sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak,” terang Sudaryono.

    Surdaryono pun menekankan pesan Prabowo yang ingin mengulang kembali keberhasilan swasembada pada masa lalu. Tidak hanya beras, pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai hingga susu.

    Ia pun mengakui untuk mencapai hal tersebut membutuhkan proses. Namun dengan bekal pengalaman yang pernah dimiliki, Sudaryono optimistis swasembada bawang putih bisa tercapai. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan kapan target swasembada bawang putih bisa tercapai.

    Tonton juga video “Prabowo Bangga RI Swasembada Beras, Bandingkan dengan Era Soeharto”

    (rea/hns)

  • Luhut Angkat Bicara soal Isu Punya Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Luhut Angkat Bicara soal Isu Punya Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait dengan isu yang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan saham pada PT Toba Pulp Lestari Tbk. (INRU).

    Adapun, Toba Pulp Lestari (TPL) tengah menjadi sorotan karena disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang menyebabkan kerusakan hutan hingga menimbulkan bencana di Sumatra Utara.

    Luhut membantah bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apapun dengan PT TPL. Bahkan, dia justru mengaku menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama sejak lebih dari 20 tahun lalu.

    Dia pun menantang pihak-pihak yang menudingnya memiliki saham di PT TPL untuk menunjukkan buktinya. Dia menegaskan bahwa dirinya saat ini hanya memiliki saham di perusahaan miliknya yakni PT Toba Sejahtera.

    “Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? tunjukin! saya tidak pernah punya saham kecuali di perusahaan saya di PT Toba Sejahtera. Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP [izin usaha pertambangan] yang saya dapat tahun 2003 atau 2004. IUP batu bara di Kutai Kertanegara,” kata Luhut dikutip dari akun Instagramnya @luhut.pandjaitan, Selasa (13/1/2026).

    Luhut kemudian menceritakan awal mula mengetahui soal PT TPL dari adanya aksi demo masyarakat setempat yang menolak keberadaan perusahaan tersebut karena dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

    “Penolakan ini bukan tanpa alasan, karena saat mengemban amanah sebagai Menperindag pada era Presiden Gus Dur tahun 2001, saya menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau. Belum lagi kawasan hutan yang kian rusak. Dari situ saya belajar satu hal penting, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa perusahaan pengolahan kayu tersebut sebenarnya sempat ditutup sementara pada 19 Maret 1999 atau saat era Presiden BJ Habibie. Namun, pada 19 November 2000, perusahaan tersebut kembali beroperasi dan berganti nama dari semula PT Inti Indorayon Utama menjadi PT Toba Pulp Lestari.

    Mantan Menko Marves ini pun juga mengatakan bahwa dampak dari kerusakan hutan di Tapanuli, Sumatra Utara dapat disaksikan melalui foto satelit. Menurutnya, PT TPL memiliki andil besar terhadap kerusakan hutan di wilayah Tapanuli, Sumut.

    “Foto satelit kan nanti bisa dilihat. Betapa zaman itu sebenarnya kerusakan yang paling besar di Tapanuli adalah karena TPL ini, Indorayon ini,” ujar Luhut.

    Dia pun mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke Presiden Prabowo Subianto dan mengusulkan agar negara mengambil alih lahan yang dikuasai PT TPL.

    “Waktu saya menghadap Presiden, saya laporkan kepada beliau bahwa menurut saya karena sekarang bapak sudah memerintahkan untuk membuat genome sequencing dan menjadi seeding industry, pabrik bibit untuk hortikultura di Humbang Hasunduran, ya sekalian saja pak di-relinquish tanahnya TPL itu, sehingga petani bisa kerja di sana. Jadi menurut saya sudah tidak ada gunanya lagi Toba Pulp di situ, sudah nggak benar,” ucap Luhut.

    Luhut juga menyarankan agar Presiden Prabowo untuk sebaiknya mencabut izin usaha PT TPL. Selain itu, dia mengimbau agar pejabat-pejabat atau pihak terkait lainnya untuk tidak 

    “Masak kita dikontrol oleh satu orang saja yang mengontrol hampir 200.000 hektare tanah di sana. Ya ngga benerlah. Saya setuju banget dengan presiden, itu orang-orang kaya yang menikmati hasil bumi kita, bawa duitnya ke luar. Lalu apa yang kita dapat? ya kerusakan ini yang kita dapat. Tapi saya juga mengimbau pejabat-pejabat tinggi jangan asal ngomong juga. Pakai data, ada ngga datanya, jangan asal nuduh, kampungan itu,” ujarnya.

  • Luhut Jengkel Disebut Punya Saham TPL-Perusahaan Nikel di Morowali: Mana? Tunjukin!

    Luhut Jengkel Disebut Punya Saham TPL-Perusahaan Nikel di Morowali: Mana? Tunjukin!

    Jakarta

    Di tengah bencana yang melanda Sumatera Utara, PT Toba Pulp Lestari (TPL) ramai jadi sorotan karena operasi usahanya disebut memperparah dampak bencana.

    Pembicaraan soal PT TPL sampai dikaitkan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai salah satu pemegang saham di PT TPL.

    Luhut tegas membantah hal tersebut. Dia menegaskan tidak pernah punya saham di PT TPL. Justru, kata Luhut, dia tegas menolak operasional perusahaan itu karena merusak alam.

    Dia menantang pihak yang menuduh dirinya punya saham di TPL untuk membuktikannya.

    “Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham,” tegas Luhut dalam video yang dia unggah di akun Instagram pribadi, @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026).

    Eks Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu juga mengaku sering dikaitkan memiliki saham di perusahaan nikel yang ada di Morowali.

    Luhut pun membantah tuduhan tersebut, meskipun dia banyak mendorong perusahaan untuk mengeksplorasi nikel di Morowali dengan tujuan hilirisasi, dia menegaskan tidak sama sekali memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut.

    “Saya juga nggak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan oleh, yang nggak jelas-jelas itu. Saya punya saham katanya di sana. Tidak punya. Tunjukin! Bawa kemari,” ujar Luhut.

    “Saya nggak pernah mau memiliki saham-saham IUP nikel yang semua dibawa kekuasaan saya, waktu saya jadi Menko Marves. Saya nggak mau,” tegas Luhut lagi.

    Dalam video tersebut, Luhut memang terlihat sangat jengkel. Dia menekankan kembali dirinya tak pernah memiliki saham di PT TPL maupun di perusahaan-perusahaan nikel yang ada di Morowali.

    “Saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri. Saya nggak ada (punya saham di TPL maupun di perusahaan Morowali),” kata Luhut dengan nada bicara tinggi.

    Luhut blak-blakan menyatakan dia cuma afiliasi di Toba Sejahtera (bagian dari PT TBS Energi Utama), itu menurutnya adalah perusahaan yang dia buat sendiri sebelum menjadi pejabat negara.

    “Kecuali di perusahaan saya, yaitu Toba Sejahtera. Yang saya buat sendiri. Di situ ada Kutai Energi, satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004. IUP batubara, di Kutai Kertanegara. Ya itu, itulah sampai hari ini milik saya,” papar Luhut.

    (hal/hns)

  • Luhut Tolak PT Toba Pulp Lestari, Bikin Rusak Hutan di Tapanuli

    Luhut Tolak PT Toba Pulp Lestari, Bikin Rusak Hutan di Tapanuli

    Jakarta

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan blak-blakan soal dirinya yang sering disangkut pautkan dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL), perusahaan pengolahan kayu di Tapanuli, Sumatera Utara.

    Perusahaan itu belakangan banyak disorot karena diduga menjadi biang kerok parahnya dampak bencana beberapa waktu lalu.

    Luhut menegaskan dirinya tak punya sangkut paut apapun soal PT TPL, dan tegas menolak operasi TPL. Dia bercerita perusahaan tersebut sebetulnya sudah ada sejak tahun 2000-an.

    Dia pun sebetulnya sudah mempelototi perusahaan tersebut sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

    “Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Indorayon) sejak lebih dari 20 tahun lalu,” ujar Luhut, dikutip dari akun Instagram resmi @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026).

    Luhut bercerita pernah melihat demo masyarakat soal perusahaan Indorayon, perusahaan yang diklaim Luhut cikal bakal PT TPL. Di tengah demo dia menyempatkan diri bertanya kepada masyarakat apa yang jadi keluhan demo. Hasilnya, banyak masyarakat menolak operasi Indorayon.

    “Saya minta berhenti. Saya turun, saya tanya sama rakyat itu apa yang terjadi? ‘Ini merusak lingkungan, Pak. Airnya ke danau Toba juga. Terus kemudian bau juga. Kemudian potongan kayu juga.’ Jadi Anda bayangin, tahun 2001 saja, rakyat itu sudah paham mengenai lingkungan,” kisah Luhut.

    Bahkan bukan cuma menerima keluhan, Luhut secara langsung meminta Gus Dur untuk menutup operasi Indorayon (nama TPL sebelumnya).

    “Waktu itu zamannya Gus Dur, itu saya usulkan langsung setelah pulang dari situ. Jadi kita suspend aja. Kita tutup aja,” cerita Luhut.

    Perusahaan itu pun pada akhirnya sempat ditutup. Namun karena lobi politik, kata Luhut, perusahaan itu berjalan dan beroperasi kembali.

    Luhut secara blak-blakan bilang TPL menjadi biang kerok terbesar kurangnya hutan di Tapanuli. Dia berani memberikan bukti foto-foto satelit dari tahun kisake tahun.

    “Kalau diurut nanti, foto satelit kan bisa dilihat. Betapa zaman itu sebenarnya, kerusakan yang paling besar hutan di Tapanuli, adalah karena TPL ini,” sebut Luhut.

    Kini setelah PT TPL ramai lagi dibicarakan, Luhut menyatakan dirinya sudah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih kembali lahan yang dikelola TPL kepada negara.

    “Waktu menghadap Presiden (Prabowo) saya laporkan kepada beliau, bahwa menurut saya, Pak Presiden, karena sekarang Bapak sudah memerintahkan untuk membuat genome sequencing, dan menjadi seeding industry, pabrik bibit untuk holtikultura di Humbang Hasundutan, ya sekalian saja Pak, di relinquish tanahnya TPL itu, sehingga petani bisa kerja di sana, rakyat,” papar Luhut.

    Dia menyimpulkan saat ini Toba Pulp Lestari sejatinya sudah cukup untuk mengeruk keuntungan dari bumi Tapanuli. Luhut menyatakan operasional perusahaan tersebut tidak benar.

    “Jadi, menurut saya, nggak ada gunanya itu lagi Toba Pulp itu. Toba Pulp, sudah cukup itu. Itu kan sebenarnya nggak benar,” kata Luhut.

    (hal/hns)

  • Pemerintah Mau Ulang Swasembada Bawang Putih, Kini Fokus Pembibitan

    Pemerintah Mau Ulang Swasembada Bawang Putih, Kini Fokus Pembibitan

    Jakarta

    Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bawang putih menjadi salah satu komoditas pangan yang ditargetkan swasembada. Hal ini berarti Indonesia bisa memenuhi kebutuhan bawang putih domestik secara mandiri tanpa harus bergantung impor.

    “Kita kan Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditarget untuk swasembada ke depan,” ujar Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

    Saat ini, pihaknya telah berfokus pada fase pembibitan. Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Menurut Sudaryono, hanya diperlukan lahan seluas 100 ribu hektar untuk menanam bawang putih.

    “Nah, kebutuhannya sebetulnya nggak besar lah. Kebutuhannya menanam bawang putih di 100 ribu hektare. Nah ini tentu saja sekarang sudah dimulai dari untuk pembibitan karena memang untuk bisa swasembada itu kan orang harus menanam. Jadi intinya adalah pertama sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak,” terang Sudaryono.

    Surdaryono pun menekankan pesan Prabowo yang ingin mengulang kembali keberhasilan swasembada pada masa lalu. Tidak hanya beras, pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai hingga susu.

    Ia pun mengakui untuk mencapai hal tersebut membutuhkan proses. Namun dengan bekal pengalaman yang pernah dimiliki, Sudaryono optimistis swasembada bawang putih bisa tercapai. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan kapan target swasembada bawang putih bisa tercapai.

    “Secepatnya lah,” terang ia.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Indonesia pernah mencapai swasembada untuk komoditas bawang putih pada 1995. Namun, produksi bawang putih terus menurun pada 2020.

    “Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains,” kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (12/1/2026).

    Berangkat dari situ, Luhut mengadakan rapat bersama dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar serta kepala lembaga riset lain. Luhut menekankan DEN sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

    Tonton juga Video: Kunjungi Pasar Salakan, Jokowi Temui Harga Bawang Putih Mahal

    (acd/acd)

  • RI Pernah Swasembada Bawang Putih, Luhut Ungkap Nasibnya Kini

    RI Pernah Swasembada Bawang Putih, Luhut Ungkap Nasibnya Kini

    Jakarta

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Indonesia pernah mencapai swasembada untuk komoditas bawang putih pada 1995. Namun, produksi bawang putih terus menurun pada 2020.

    “Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains,” kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (12/1/2026).

    Berangkat dari situ, Luhut mengadakan rapat bersama dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar serta kepala lembaga riset lain. Luhut menekankan DEN sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari pesan Presiden prabowo kepada saya saat retreat di Hambalang kemarin. Presiden berpesan agar tidak ada lagi agenda riset yang berjalan lambat,” tambah ia.

    Untuk mencapai target tersebut, Luhut menilai tidak boleh lagi dilakukan secara sektoral. Ia pun mengajak BRIN untuk mengintegrasikan seluruh kekuatan riset dengan instansi lain, seperti perguruan tinggi.

    “Dengan dukungan ratusan spesies herbal, superkomputer H200 dan B200, serta mesin genomik T7 terintegrasi, TSTH2 kita siapkan menjadi salah satu pusat kolaborasi riset nasional dengan fokus pada tanaman herbal dan hortikultura,” imbuh Luhut.

    Luhut menerangkan pesan Prabowo Subianto yang menekankan penting Genebank nasional dan industri perbenihan. Untuk itu, ia menyebut BPOM berperan penting untuk mendorong produksi herbal lokal dan memastikan regulasi bisa semakin adaptif terhadap inovasi.

    “Saya juga meminta kepada BRIN untuk menyusun peta kesesuaian lahan terpadu agar riset lebih terarah dan siap untuk diimplementasikan. Semua langkah ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional,” imbuh Luhut.

    Prabowo, lanjut Luhut, juga akan berkunjung ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) pada Oktober nanti. Pada momentum itu, Luhut berharap bukan lagi sekadar menunjukkan rencana, tetapi sudah menghadirkan ekosistem riset yang bekerja dan mulai membuahkan hasil.

    [Gambas:Instagram]

    Tonton juga video “Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Waktu Itu Pak Luhut Nggak Dukung Saya Sih”

    (acd/acd)

  • Luhut Genjot Percepatan Riset Ketahanan Pangan Nasional

    Luhut Genjot Percepatan Riset Ketahanan Pangan Nasional

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membahas percepatan agenda ketahanan pangan nasional bersama Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam forum retreat di Hambalang, yang menekankan pentingnya percepatan dan integrasi riset untuk mendukung kemandirian pangan nasional.

    “Presiden sudah menyampaikan dengan sangat jelas: tidak boleh ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. Karena itu, pendekatan kita tidak bisa lagi sektoral,” ujar Luhut, Kamis (8/1/2026).

    “Kita harus satukan kekuatan seluruh lembaga riset, dari BRIN, IPB, UGM, IT Del, hingga TSTH2. Kalau semua bersinergi, saya yakin kita bisa membuat lompatan besar untuk ketahanan pangan nasional,” tegas dia.

    Salah satu fokus utama adalah dukungan terhadap riset pengembangan bibit bawang putih unggul. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor benih dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara swasembada bawang putih, seperti yang pernah dicapai pada 1995.

    Luhut juga menekankan pentingnya pendekatan riset berbasis sains dan teknologi, termasuk pemanfaatan superkomputer H200 dan B200, serta mesin genomik T7 terintegrasi.

    Saat ini pendekatan tersebut tengah disiapkan di kawasan TSTH2 (Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura) sebagai pusat kolaborasi nasional dalam pengembangan varietas unggul tanaman hortikultura dan herbal.

    Genebank Nasional dan Seeding Industry

    Selain itu, Prabowo juga telah memberikan arahan khusus mengenai pentingnya pembangunan Genebank nasional dan penguatan seeding industry di dalam negeri. 

     

  • Prabowo dan Didit Sambangi Kediaman Luhut Selama 45 Menit saat Natal 2025

    Prabowo dan Didit Sambangi Kediaman Luhut Selama 45 Menit saat Natal 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bersama putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, menyambangi kediaman Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta pada Kamis, (25/12/2025) yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Natal 2025. Beberapa hal dibahas dalam kunjungan tersebut.

    Dalam akun Instagramnya, Ketua DEN Luhut Binsar mengatakan Prabowo berada di kediamannya selama 45 menit.

    Pada kesempatan itu, Luhut melaporkan kepada Prabowo sejumlah perkembangan bidang ekonomi, termasuk mengenai pengembangan industri plasma nutfah (seed industry), yang saat ini dikerjakan oleh Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2).

    “Kami duduk santai hampir 45 menit, berbincang tentang banyak hal mulai dari pekerjaan hingga terkait pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa,” tulis Luhut di akun instagramnya.

    Luhut juga melaporkan mengenai perkembangan negosiasi tarif antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat yang segera rampung. Luhut mengeklaim Prabowo senang mendengar perkembangan tersebut.

    “Beliau juga berpesan untuk menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara mitra dan sahabat,” kata Luhut.

    Luhut juga menyampaikan mengenai kesiapan peluncuran GovTech untuk Bansos Digital pada bulan Oktober tahun depan yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo bersama Presiden World Bank.

    Luhut melanjutkan Presiden juga menyambut baik upaya mengembangkan plasma nutfah Indonesia, serta mengenai pemulihan situasi di daerah-daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat TNI dalam menangani bencana di Sumatera melalui pembangunan 150-an jembatan bailey di beberapa titik dalam rangka pemulihan kondisi pasca bencana di beberapa wilayah terdampak bencana di Sumatera.

    Terakhir, Luhut mengungkap pesan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo.

    “Bagi saya, kunjungan Beliau sore ini menjadi pengingat bahwa tidak ada beban yang terasa berat jika dipikul bersama,” kata Luhut.

  • 5
                    
                        Selain ke Kapolri, Prabowo Juga Kunjungi Luhut di Hari Natal 2025
                        Nasional

    5 Selain ke Kapolri, Prabowo Juga Kunjungi Luhut di Hari Natal 2025 Nasional

    Selain ke Kapolri, Prabowo Juga Kunjungi Luhut di Hari Natal 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto menemui Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di kediaman Luhut pada Kamis (25/12/2025) sore.
    Momen itu diunggah Luhut melalui akun Instagram pribadinya.
    Luhut menyebut, Prabowo ditemani anak semata wayangnya, Didit Hediprasetyo.
    “Senang sekali sore ini Presiden @prabowo dan putra semata wayangnya, Mas Didit menyempatkan hadir ke kediaman kami untuk berbagi kebahagiaan di hari Natal,” kata Luhut, Kamis.
    Luhut mengungkapkan, pertemuan itu digunakan untuk berdiskusi selama 45 menit.
    Ada banyak isu yang diperbincangkan, mulai dari pekerjaan hingga terkait pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa.
    Luhut juga menyebut, Prabowo tampak gembira mendengar negosiasi tarif Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).
    “Saat berbincang tadi, saya lihat Presiden tampak sangat gembira mendengar kabar bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat akan segera rampung. Beliau juga berpesan untuk menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara mitra dan sahabat,” ucap Luhut.
    Lebih lanjut Luhut menyampaikan, dirinya juga melaporkan kesiapan peluncuran GovTech untuk Bansos Digital pada bulan Oktober 2026.
    Seturut rencana, peluncurannya akan dihadiri oleh Prabowo.
    “Rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo bersama Presiden World Bank, sebuah langkah besar untuk transparansi dan efisiensi layanan publik Indonesia,” jelasnya.
    Di sisi lain, keduanya juga memperbincangkan atensi Presiden Prabowo terkait industri benih atau 
    seed industry
    .
    Ia menyebut Prabowo memberikan atensi positif terhadap pengembangan
    seed industry
    melalui riset yang sedang dijalankan di TSTH2.
    Sebab, Kepala Negara sangat menekankan kemandirian benih adalah kunci masa depan industri pangan kita.
    Presiden Prabowo, kata Luhut, juga memberikan apresiasi terhadap gerak cepat TNI dalam menangani bencana di Sumatera melalui pembangunan sekitar 150 jembatan Bailey di beberapa titik, dalam rangka pemulihan kondisi pascabencana di beberapa wilayah terdampak bencana di Sumatera.
    Sebelum berpamitan, Prabowo turut menyisipkan sebuah pesan yang relevan dengan spirit Natal.
    Pesan tersebut tentang kekompakan dan menjaga persatuan di tengah badai ujian yang menerpa bangsa.
    Tidak terkecuali, dalam mempercepat warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
    “Bagi saya, kunjungan beliau sore ini menjadi pengingat bahwa tidak ada beban yang terasa berat jika dipikul bersama; karena kemanusiaan serta persatuan adalah jembatan sesungguhnya untuk membawa bangsa ini bangkit dan terus melangkah maju,” tandas Luhut.
    Prabowo juga hadir dalam gelar griya (open house) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada momen Natal kali ini.
    Sama seperti saat ke kediaman Luhut, Prabowo datang bersama Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo.
    Sejumlah penggawa Kabinet Merah Putih juga hadir.
    Sekitar pukul 16.40 WIB, Prabowo terlihat keluar dari kediaman Kapolri diantar oleh tuan rumah, Jenderal Sigit dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Luhut Sebut Prabowo Gembira Nego Tarif dengan AS Segera Rampung

    Luhut Sebut Prabowo Gembira Nego Tarif dengan AS Segera Rampung

    Jakarta

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut Presiden Prabowo Subianto terlihat gembira mendengar kabar negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS) akan segera rampung. Hal itu ia ungkap saat menjamu Prabowo dikediamannya.

    Tak hanya itu, ia juga mengaku bicara tentang banyak hal seperti pekerjaan dan persatuan. Dalam pertemuan tersebut, ungkap Luhut, Prabowo juga memintanya untuk menjaga hubungan bilateral dengan negara mitra dan sahabat.

    “Saat berbincang tadi, saya lihat Presiden tampak sangat gembira mendengar kabar bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat akan segera rampung. Beliau juga berpesan untuk menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara mitra dan sahabat,” ungkap Luhut dalam unggahan resmi akun Instagram @luhut.pandjaitan, Kamis (25/12/2025).

    Luhut juga melaporkan kesiapan platform bansos digital, Gov Tech yang ditargetkan diluncurkan Oktober tahun depan. Rencananya, peluncuran itu akan dihadiri langsung Prabowo dan Presiden World Bank.

    Luhut juga menyampaikan program pengembangan seed industry melalui riset yang tengah berjalan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Ia menyebut, Prabowo juga tampak antusias mendengar laporannya.

    “Yang paling menarik bagi saya adalah atensi positif beliau terhadap pengembangan ‘seed industry’ melalui riset yang sedang kami jalankan di TSTH2, karena beliau sangat menekankan bahwa kemandirian benih adalah kunci masa depan industri pangan kita,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Luhut mengungkap pesan Prabowo yang meminta untuk selalu kompak dan menjaga persatuan. Terlebih dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana di Sumatera dan Aceh

    “Bagi saya, kunjungan beliau sore ini menjadi pengingat bahwa tidak ada beban yang terasa berat jika dipikul bersama; karena kemanusiaan serta persatuan adalah jembatan sesungguhnya untuk membawa bangsa ini bangkit dan terus melangkah maju,” pungkasnya.

    (acd/acd)