Tag: Erick Thohir

  • Momen Akrab Prabowo-Jokowi saat jadi Saksi Akad Nikah Sespri Prabowo

    Momen Akrab Prabowo-Jokowi saat jadi Saksi Akad Nikah Sespri Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri dan menjadi saksi dalam prosesi akad nikah Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden Prabowo, Agung Surahman dengan Aulia Mahardiana Warsitoarti.

    Akad nikah Agung Surahman dan Aulia Mahardiana Warsitoarti berlangsung di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18/1/2026). 

    Berdasarkan rekaman video dan foto yang diperoleh Bisnis, kedua tokoh nasional tersebut duduk di sisi kanan dan kiri meja akad, mendampingi prosesi ijab qabul. Presiden Prabowo dan Presiden ke-7 Jokowi tampak mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah hitam.

    Prosesi akad nikah Agung dan Aulia dimulai sekitar pukul 10.48 WIB dan dipimpin oleh penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Cipayung. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penyampaian nasihat pernikahan kepada kedua mempelai.

    Setelah itu, penghulu memandu pengucapan ijab qabul yang dilakukan oleh Agung Surahman. Usai ijab qabul diucapkan dengan satu tarikan napas, Presiden Prabowo dan Presiden ke-7 Jokowi selaku saksi secara bersamaan menyatakan akad tersebut “sah”. 

    Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta sesi ramah tamah bersama para tamu undangan yang hadir.

    Sejumlah pejabat negara tampak menghadiri prosesi akad nikah tersebut. Hadir di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto.

    Tak hanya itu, juga terlihat Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara.

    Selain itu, tampak pula Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Staf Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto 

    Terlihat pula Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

    Turut hadir pula Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Kepala BIN M. Herindra, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

  • Di Sela Pernikahan Sekpri Presiden, Prabowo dan Jokowi Berbincang Hangat

    Di Sela Pernikahan Sekpri Presiden, Prabowo dan Jokowi Berbincang Hangat

    Di Sela Pernikahan Sekpri Presiden, Prabowo dan Jokowi Berbincang Hangat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi tampak berbincang hangat di sela-sela acara pernikahan sekretaris pribadi kepala negara, Agung Surahman, di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).
    Momen tersebut terjadi usai
    Prabowo dan Jokowi
    menandatangani kolom saksi pernikahan dalam buku nikah Agung dengan istrinya, Aulia Mahardiana Warsitoarti.
    Setelah itu, keduanya terlihat duduk bersebelahan di bangku yang telah disediakan.
    Dalam sebuah foto yang diterima Kompas.com, Jokowi tampak duduk berdampingan di barisan kursi tamu undangan.
    Keduanya mengenakan setelan jas formal dengan peci hitam, selaras dengan suasana acara pernikahan yang khidmat.
    Prabowo terlihat sedikit mencondongkan badan ke arah Jokowi sambil berbincang, sementara Jokowi menyimak dengan raut wajah tenang dan kedua tangan terlipat di atas paha.
    Di sekeliling mereka, tampak sejumlah pejabat negara dan tamu undangan lain mengenakan busana resmi, dengan dekorasi bunga bernuansa putih dan hijau yang memperkuat suasana elegan di dalam
    Gedung Sasono Utomo
    .
    Selain Prabowo dan Jokowi, sejumlah pejabat negara turut hadir, antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana; serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
    Hadir pula Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Juri Ardiantoro; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara; Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir; Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya; serta Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
    Ada juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
    Sementara itu, sejumlah karangan bunga tampak berjajar di halaman Gedung Sasono Utomo.
    Karangan bunga tersebut antara lain berasal dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPK Hadang Islah Bahrawi terkait Jokowi

    KPK Hadang Islah Bahrawi terkait Jokowi

    Oleh:Erizal

    CAK Islah (Islah Bahrawi) berteriak kencang atas dugaan keterlibatan Joko Widodo alias Jokowi dalam kasus kuota haji di Podcast Akbar Faizal Uncensored.

    Namun buru-buru Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, seperti membantah keterlibatan Jokowi dalam kasus kuota haji, yang sudah mentersangkakan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

    Belakangan, tak hanya Cak Islah yang berbicara, tapi juga Gus Yaqut sendiri dalam sebuah podcast. 

    Bahwa ia tak berada di tempat saat Pemerintahan Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji pada Pemerintahan Indonesia. Presiden Jokowi saat itu didampingi Erick Thohir, Dino Ariotedjo, Pratikno, dan Pramono Anung.

    “Kalau saya berada di situ, maka saya akan menolak tambahan kuota haji yang 20 ribu itu.” Begitu kira-kira pembelaan Gus Yaqut. 

    Tambahan delapan ribu sebelumnya saja, sulit dikelola. Apalagi 20 ribu. Tempatnya sudah tak ada. Tingkat jemaah yang meninggal bertambah. Artinya, tak ada minatnya atas tambahan kuota haji itu.

    Kalau Cak Islah di Podcast Akbar Faizal Uncensored lebih bersemangat lagi membela Gus Yaqut dan pada saat yang bersamaan menyeret Presiden ke-7 RI tersebut.

    Jokowi tak bisa lepas tangan. Ia harus bicara. Ia tahu dari awal. Omong kosong saja, kalau Jokowi tak tahu. Hanya tipuan kelas tinggi, bila Jokowi tak tahu apa-apa.

    Bahkan, Cak Islah berani mengatakan bahwa Jokowi lah yang melarang Gus Yaqut agar tak menghadiri rapat Pansus Haji di DPR. 

    Gus Yaqut malah ditugaskan ke Perancis, menghadiri acara yang seharusnya dihadiri Prabowo, sebagai Menteri Pertahanan. “Acara Menteri Pertahanan dihadiri Menteri Agama,” tanya Cak Islah?

    Kini, teriakan Cak Islah, termasuk Gus Yaqut sendiri, yang berusaha menyeret nama Jokowi, langsung dihadang KPK. 

    Juru bicara KPK Budi Prasetyo, seperti tak memberi ruang bagi bola liar yang dilempar Cak Islah dan Gus Yaqut. 

    Kalau sudah begini, relawan tak perlu lagi turun seperti dalam kasus ijazah Jokowi. KPK langsung turun tangan mengklarifikasi.

    (Pemilik Akun YouTube Komentar Erizal)

  • ASEAN Para Games 2025, Indonesia Hanya Target 82 Emas

    ASEAN Para Games 2025, Indonesia Hanya Target 82 Emas

    SOLO – Indonesia tidak menargetkan kembali menjadi juara umum saat tampil di ASEAN Para Games 2025 yang akan berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dengan mengikuti 18 dari 19 cabang olahraga di APG 2025, Indonesia hanya memasang target 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir menyatakan kontingen Indonesia akan berusaha meraih yang terbaik. Dengan membidik 82 emas, Indonesia berharap bisa menempati ranking tiga atau bahkan ranking dua.

    “Namun akan lebih baik bila meraih ranking pertama. Yang jelas, kita mencoba meraih yang terbaik dengan membidik ranking tiga atau dua,” kata Menpora saat menghadiri agenda Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Sabtu, 10 Januari 2026 pagi WIB.

    Erick mengatakan, rekam jejak kontingen Indonesia di ajang multievent disabilitas antarnegara Asia Tenggara ini memang sangat bagus. Bahkan, pada tiga edisi terakhir, Indonesia selalu berhasil keluar sebagai juara umum.

    “Kami yakin para atlet dan NPC Indonesia akan selalu memberikan yang terbaik. Kalau kita lihat, prestasi atlet kita selalu di ranking satu dan dua. Ini luar biasa. Tentu kita lihat bersama hasilnya di Thailand seperti apa karena tantangan besar dari tuan rumah dan Vietnam,” kata Erick.

    Jika melihat semangat yang diperlihatkan para atlet menjelang keberangkatan, Erick merasa optimistis Indonesia bisa mewujudkan target perolehan medalinya. Dia berharap, Indonesia bisa mencapai posisi dua besar di klasemen akhir.

    “Kalau saya lihat, atlet-atlet akan memberikan yang maksimal. Insya Allah, mudah-mudahan target meraih 82 medali emas di ASEAN Para Games 2025 ini bisa tercapai. Kami berharap bisa menempati posisi dua teratas,” ujar dia.

    Dengan hanya menargetkan medali emas di bawah 100, Indonesia diprediksi bakal sulit mempertahankan gelar juara umum yang sudah empat kali diraih selama enam kali penyelenggaraan. Pada APG 2023 Pnom Penh, kontingen Merah Putih meraih 159 emas saat menjadi juara. Sementara, Thailand hanya mampu meraup 126 emas, 110 perak dan 92 perunggu.

    Pada APG 2022 yang digelar di Solo, Indonesia bahkan meraih prestasi luar biasa dengan merebut 175 emas. Sedangkan Thailand tertinggal cukup jauh karena hanya mendapatkan 117 emas.

    Namun bila di Thailand hanya mengincar 82 emas, maka Indonesia memang tak mengincar juara umum. Erick mengingatkan atlet untuk mewaspadai sejumlah negara yang berpotensi menjadi kompetitor terberat. Selain Thailand yang berstatus sebagai tuan rumah penyelenggara, ada beberapa negara yang bisa menjadi rival berat.

    “Tentu yang harus diwaspadai tuan rumah. Kalau ingin mencapai peringkat kedua atau ketiga, kita harus mengantisipasi negara-negara lain seperti Vietnam atau Malaysia. Beberapa negara tetangga juga melakukan persiapan yang baik,” ucap Erick.

    Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, menyatakan optimisme menghadapi ASEAN Para Games 2025 ini. Dia berjanji atlet difabel bakal mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.

    “Kami akan berjuang secara maksimal. Yang terpenting, kami akan bertanding untuk bangsa dan negara. Kami berharap mendapat dukungan dari masyarakat agar bisa maksimal memperjuangkan Merah Putih di Thailand,” ujar Senny Marbun.

    Senny menuturkan Indonesia mengirim 290 atlet yang bersaing pada 18 cabang olahraga. Mereka akan disokong 106 pelatih, 55 ofisial, serta 16 manajer yang bakal menjadi pendamping.

    Pada ASEAN Para Games 2025 ini, sejumlah cabang olahraga diharapkan menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Indonesia. Cabor para atletik, misalnya, ditargetkan bisa membawa pulang 25 medali emas, 30 perak, dan 23 perunggu.

    Sementara itu, cabor kedua yang diharapkan jadi penghasil medali terbanyak ialah para catur dengan target 12 emas, enam perak, dan empat perunggu. Ada pun para tenis meja dibebani perolehan 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.

    Selanjutnya, para angkat berat mendapat target delapan emas, enam perak, dan satu perunggu. Sedangkan para renang diharapkan bisa merebut delapan emas, enam perak, serta empat perunggu.

    “Persiapan para atlet sudah berjalan dengan bagus. Kami berangkat ke Thailand dengan keyakinan penuh untuk meraih prestasi,” kata Senny.

    Menurut jadwal, kontingen Indonesia dibagi menjadi dua kloter saat berangkat menuju Thailand menggunakan pesawat carter melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis, 15 Januari 2026 dengan penerbangan langsung menuju Bangkok. Kontingen akan melanjutkan perjalanan via darat menuju Nakhon Ratchasima.

  • Infografis Bonus Melimpah Atlet hingga Pelatih Sea Games 2025

    Infografis Bonus Melimpah Atlet hingga Pelatih Sea Games 2025

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan penghargaan berupa bonus kepada atlet SEA Games ke-33 Thailand yang berhasil membawa pulang medali ke Tanah Air.

    Prabowo mengundang para atlet hingga pelatih ke Istana Negara, Kamis 8 Januari 2026 untuk menyerahkan bonus tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan jumlah medali yang berhasil dibawa para atlet SEA Games ke-33 Thailand yakni, 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

    Menurut Erick, jumlah medali emas yang berhasil dibawa pulang melebihi target yang ditetapkan.

    “Alhamdulillah target juga di atas Pak, yang tadinya 80 emas kita mendapatkan 91 emas. Dan tentu dilengkapi dengan 111 perak dan 131 perunggu,” kata Erick Thohir dalam acara pemberian penghargaan atlet SEA Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.

    Berapa besaran bonus yang diterima para atlet? Jumlah yang diterima tiap medali untuk setiap atlet berbeda. Adapun atlet peraih medali emas tunggal mendapat bonus sebesar Rp 1 miliar. Ini merupakan bonus tertinggi yang didapat atlet sepanjang sejarah Indonesia.

    Sementara itu, peraih medali perak tunggal mendapat Rp 315 juta dan peraih medali perunggu tunggal Rp 157 juta.

    Bagaimana dengan pelatih? Di antaranya pelatih perorangan atau ganda, yakni medali emas Rp 300 juta, perak Rp 126 juta, dan perunggu Rp 63 juta.

    Lantas, berapa besaran keseluruhan bonus untuk atlet dan pelatih Sea Games ke-33 Thailand Tahun 2025? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

  • BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

    BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

    Terkait kegiatan tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa edukasi literasi keuangan menjadi penting bagi para atlet, terlebih seiring peran BRI dalam menyalurkan bonus prestasi kepada atlet dan pelatih. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu atlet mengelola penghasilan yang diterima secara lebih bijak.

    “Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi. 

    Senada, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir pun menyampaikan bahwa melalui kolaborasi strategis antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan terkait, inisiatif ini hadir untuk mendorong atlet menjadi juara tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.

    “Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujar Erick Thohir.

    Melalui program literasi edukasi ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, perencanaan masa depan finansial, serta pembentukan kebiasaan finansial yang sehat. BRI pun mendatangkan langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie. Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan praktis dan relevan bagi para atlet berprestasi agar mampu mengelola penghasilan, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan jangka panjang.

  • BRI dan Kemenpora Bekali Atlet SEA Games 2025 Literasi Keuangan demi Masa Depan Finansial

    BRI dan Kemenpora Bekali Atlet SEA Games 2025 Literasi Keuangan demi Masa Depan Finansial

    Terkait kegiatan tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa edukasi literasi keuangan menjadi penting bagi para atlet, terlebih seiring peran BRI dalam menyalurkan bonus prestasi kepada atlet dan pelatih. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu atlet mengelola penghasilan yang diterima secara lebih bijak.

    “Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.

    Senada, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir pun menyampaikan bahwa melalui kolaborasi strategis antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan terkait, inisiatif ini hadir untuk mendorong atlet menjadi juara tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.

    “Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujar Erick Thohir.

    Melalui program literasi edukasi ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, perencanaan masa depan finansial, serta pembentukan kebiasaan finansial yang sehat. BRI pun mendatangkan langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie. Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan praktis dan relevan bagi para atlet berprestasi agar mampu mengelola penghasilan, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan jangka panjang.

    Seperti diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025, para atlet peraih medali mendapatkan penghargaan dari Pemerintah. Untuk atlet perorangan, bonus diberikan sebesar Rp1 miliar bagi peraih medali emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta bagi peraih perunggu. Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Pada kategori atlet beregu, bonus yang diberikan masing-masing sebesar Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

    Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih, dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu. Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta untuk perunggu.

  • Erick Thohir Bidik 7 Emas di Ajang Asian Games Jepang

    Erick Thohir Bidik 7 Emas di Ajang Asian Games Jepang

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah akan memprioritaskan perolehan medali emas dalam menatap Asian Games mendatang, meski tetap mengapresiasi capaian perak dan perunggu para atlet Indonesia. 

    Hal tersebut disampaikan Erick usai menghadiri agenda penyerahan Bonus Atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Erick menjelaskan dalam ajang multi-event seperti Asian Games, parameter utama penentuan peringkat adalah jumlah medali emas. Karena itu, kata dia, strategi pembinaan dan persiapan ke depan akan diarahkan untuk meningkatkan capaian emas.

    “Kembali kita hitung emasnya. Bukan berarti kita tidak mengapresiasi perak dan perunggu, itu luar biasa. Tapi realitanya, dalam hitung-hitungan ranking multi-event, yang pertama dilihat adalah emas,” ujarnya.

    Sebagai perbandingan, Erick mengungkapkan bahwa Indonesia meraih total 98 medali dengan 31 emas saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sementara pada Asian Games 2022 yang digelar pada 2023 di China, Indonesia memperoleh 36 medali dengan tujuh emas.

    “Nah, kalau Asean Games nanti di Jepang yang akan kita mulai variasi dan kita persiapkan bisa lebih dari 4 emas bahkan bisa 7 emas seperti di China kan luar biasa emas,” ucapnya.

    Mengacu pada catatan tersebut, Erick menilai capaian emas Indonesia dalam beberapa edisi terakhir masih berada di kisaran empat hingga tujuh emas. Ke depan, pemerintah menargetkan perolehan emas bisa melampaui capaian terendah tersebut.

    “Kalau Asian Games nanti di Jepang, kita akan mulai variasi dan persiapkan agar bisa lebih dari empat emas, bahkan bisa tujuh emas seperti di China,” kata Erick.

    Terkait cabang olahraga andalan, Erick menyebut Indonesia saat ini memiliki 21 cabang unggulan yang menyumbang sekitar 63% dari total medali. Namun, untuk perolehan emas di level Asian Games dan Olimpiade, kontribusi masih didominasi oleh cabang-cabang tertentu. 

    “Kalau kita lihat 10 tahun terakhir, emas itu masih datang dari cabang-cabang yang sama seperti bulu tangkis, angkat besi, panahan, dan sekarang mulai bertambah dari panjat tebing,” ujarnya.

    Erick menekankan pentingnya diversifikasi sumber medali emas. Pemerintah, kata dia, mendorong cabang-cabang unggulan lainnya agar lebih fokus dalam pembinaan, sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada cabang tertentu.

    “Kita tahu di Asian Games dan Olimpiade, jumlah emas itu terbatas. Risiko cedera, lawan yang lebih baik, atau faktor pertandingan bisa terjadi. Jadi kita perlu semacam asuransi dengan membuka peluang emas dari cabang-cabang lain,” pungkas Erick.

  • Prabowo Bakal Siapkan Dana Pensiun Atlet dan Pelatih, Ini Bocoran Erick Thohir

    Prabowo Bakal Siapkan Dana Pensiun Atlet dan Pelatih, Ini Bocoran Erick Thohir

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap dunia olahraga nasional membawa paradigma baru, tidak hanya menuntut prestasi tetapi juga menjamin masa depan atlet dan pelatih. 

    Hal tersebut disampaikan Erick usai menghadiri agenda penyerahan Bonus Atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Erick mengatakan Presiden Prabowo memberikan visi yang berbeda dibandingkan sebelumnya, terutama dalam memandang prestasi olahraga sebagai kehormatan bangsa sekaligus investasi jangka panjang bagi atlet. 

    “Bapak Presiden benar-benar mendorong kita untuk berprestasi mengibarkan Merah Putih dan juga diapresiasi dengan bonus yang bukan sekadar penghargaan, tetapi sebagai tabungan untuk masa depan atlet,” ujarnya. 

    Menurut Erick, Presiden Prabowo bahkan secara langsung menanyakan rencana karier para atlet satu per satu saat bersalaman. Dari dialog tersebut, Presiden memberikan arahan agar pemerintah menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet dan pelatih.

    “Beliau langsung berpesan ke saya untuk menyiapkan dana pensiun atlet dan pelatih ke depan. Saya jawab siap,” katanya.

    Erick menilai arahan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan atlet setelah masa kompetisi berakhir.

    Terkait agenda ke depan, Erick menyebut Kemenpora akan segera menggelar rapat bersama Wakil Menpora Taufik Hidayat untuk membahas persiapan Asian Games. Evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga akan dilakukan sebelum penetapan target.

    “Kami akan evaluasi dulu, baru nanti cabor-cabor dipanggil untuk bicara target,” ucapnya.

    Erick juga menyoroti capaian Indonesia di Asian Games yang masih fluktuatif. Ia mencatat sebelum 2018 Indonesia hanya meraih empat medali emas. Saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia melonjak dengan 31 emas, namun turun menjadi tujuh emas di China pada 2023.

    “Bahkan kemarin ada hampir tiga nomor yang kita emas tidak dipertandingkan, artinya kembali ke empat. Nah ini yang ingin kita lihat, apakah bisa lebih dari empat ke depan,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Erick turut mengapresiasi peran pimpinan cabang olahraga yang aktif mendampingi atlet dalam kompetisi.

    “Saya melihat banyak pimpinan cabor hadir langsung di arena, termasuk Ibu Yenni Wahid. Ini juga yang diapresiasi Bapak Presiden, pimpinan cabor yang peduli, hadir, dan mendorong atletnya untuk terus berprestasi,” pungkas Erick.

  • Prabowo hitung medali atlet Martina, disambut tepuk tangan meriah

    Prabowo hitung medali atlet Martina, disambut tepuk tangan meriah

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto tampak menghitung satu per satu medali yang dikalungkan oleh atlet triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi, yang dicapainya selama turnamen SEA Games Ke-33 di Thailand.

    Momen tersebut terjadi dalam acara penyerahan bonus bagi atlet peraih medali SEA Games 33, yang digelar di Istana Negara, Kamis, yang kemudian disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin.

    “Saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintah, dan saya sebagai pribadi menyampaikan terima kasih saya kepada saudara-saudara sekalian, atas keberhasilan saudara menjaga kehormatan bangsa Indonesia,” kata Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

    Dalam acara tersebut, Martina Ayu menjadi atlet pertama menerima bonus. Ia tampil dengan lima medali emas dan dua medali perak yang dikalungkan di lehernya. Medali-medali itu diraihnya dari cabang triathlon, duathlon, dan aquathlon.

    Deretan prestasi tersebut tampak membuat Presiden Prabowo terkesan dan secara antusias menghitung langsung medali-medali Martina Ayu di hadapan para undangan, didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Aksi spontan itu sontak memancing tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

    Martina pun mengungkapkan perasaannya setelah menerima langsung bonus dari Presiden Prabowo, dan menjadi penyemangat bagi generasi atlet berikutnya untuk terus mengharumkan Merah Putih di kancah internasional.

    “Tadi sempat deg-degan di depan, deg-degan bisa bertemu langsung Presiden Pak Prabowo dan sangat dekat tadi di depan,” kata Martina.

    Prestasi Martina Ayu menjadi salah satu simbol keberhasilan besar kontingen Indonesia di SEA Games ke-33 Thailand. Secara keseluruhan, Tim Merah Putih finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu.

    Untuk pertama kalinya sejak 1995, Indonesia mampu menempati posisi kedua klasemen medali tanpa berstatus sebagai tuan rumah. Raihan 91 medali emas juga melampaui target Kementerian Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya menargetkan 80 emas dan posisi tiga besar.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.