Apa Saja Kegiatan Prabowo di Inggris?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden RI Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris.
Presiden Prabowo dan rombongan terbatas telah tiba di Bandar Udara London Stansted, Inggris, pada Minggu (18/1/2026), untuk melakukan kunjungan kerja dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.
Selama berada di Inggris, Prabowo dijadwalkan akan menemui Perdana Menteri (PM) Keir Starmer dan Raja Charles III. Lantas, apa saja kegiatan Kepala Negara di sana?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, salah satu agenda Presiden Prabowo adalah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan Indonesia saat berada di Inggris.
Prasetyo menegaskan, rencana kerja sama tersebut bertujuan untuk menggerakkan perekonomian, membantu kesejahteraan nelayan, sekaligus menjaga potensi sumber daya kelautan nasional.
“Memang direncanakan akan ada beberapa penandatanganan MoU kerja sama, itu di antaranya adalah kerja sama untuk pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan-nelayan kita,” kata Prasetyo, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).
Menurut dia, kerja sama tersebut dibutuhkan mengingat kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut, sementara jumlah kapal tangkap ikan nasional masih belum mencukupi.
“Karena sebagaimana yang kita ketahui dengan luas laut kita yang sedemikian besar, yang dua per tiga luas negara kita adalah laut, kita masih membutuhkan puluhan ribu kekurangan kapal tangkap ikan,” kata Prasetyo.
Pemerintah juga akan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memperbanyak jumlah kapal tangkap ikan bagi nelayan.
Agenda lainnya, Prabowo akan menghadiri agenda mengenai rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh.
“Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, kurang lebih tahun lalu, sekitar 8 bulan yang lalu, Bapak Presiden telah sebagai pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles,” kata Prasetyo.
Selain itu, Kepala Negara akan menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka yang tergabung
Russell Group
, dalam kunjungan kerja ke London, Inggris.
Russell Group
dikenal sebagai penggerak utama riset nasional Inggris, berkontribusi signifikan dalam inovasi, pengembangan kebijakan publik, serta pendidikan tinggi bertaraf global.
Ada 24 kampus di Inggris yang masuk dalam kelompok ini, antara lain, University of Oxford, University of Cambridge, London School of Economics and Political Science, hingga Imperial College London.
“Ada agenda juga dari Bapak Presiden untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Inggris di bawah naungan
Russell Group
untuk adanya kerja sama,” ungkap Prasetyo.
Menurutnya, salah satu kerja sama yang dijajaki adalah kemungkinan universitas-universitas itu membuka kampus baru di Indonesia.
Hal tersebut dimaksudkan dalam rangka mengejar ketertinggalan, khususnya di sektor teknologi hingga kedokteran.
“Bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia dalam rangka sebagaimana yang di dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan, untuk mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang; di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran,” kata dia.
Di sela lawatannya ke London, Inggris, Presiden Prabowo tetap meluangkan waktu untuk memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual pada Senin (19/1/2026).
Momen Prabowo memimpin ratas dari London ini diunggah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin malam.
“Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui video conference dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang berada di Jakarta,” tulis Teddy dalam unggahannya.
Berdasarkan foto yang diunggah, Prabowo memimpin rapat dari London dengan didampingi Teddy, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Sementara, peserta rapat yang hadir di Jakarta adalah Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratmam Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Teddy menyebutkan, rapat ini membahas perkembangan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
“Rapat membahas perkembangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau dua bulan setelah beliau dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Teddy.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/19/696de034a3b25.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)