Kala Prabowo Mengabsen Menteri Lulusan SMA Taruna Nusantara, Ada Siapa Saja?
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Presiden Prabowo Subianto sempat mengabsen jajaran menteri dan wakil menteri yang merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Mengawali sambutan, Kepala Negara memanggil satu per satu menteri yang hadir.
Mereka adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Selain itu, ada pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri (Wamen) Dikti Saintek Stella Christie, serta Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Prabowo terus menyapa para menteri dan wakil menteri yang hadir.
Saat menyebut nama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Kepala Negara mengungkapkan bahwa Sugiono adalah lulusan
SMA Taruna Nusantara
.
Prabowo juga menyebutkan, Sugiono merupakan Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara.
“Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono sekaligus beliau adalah Kepala LPTTN, Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara dan juga alumni TN angkatan ke-5,” kata Prabowo, Selasa, dikutip dari
YouTube
Sekretariat Presiden.
Tak cuma Sugiono, Prabowo juga memanggil menteri lainnya yang merupakan alumni SMA Taruna Nusantara, termasuk Menteri Sekretaris Negara saudara Prasetyo Hadi.
“Menteri Sekretaris Negara saudara Prasetyo Hadi, beliau juga alumni TNI angkatan ke-6. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, alumni TN angkatan ke-5,” kata Prabowo.
Ada pula Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-11; Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, alumni Taruna Nusantara angkatan ke-6; Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, alumni Taruna Nusantara angkatan ke-1; hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, alumni Taruna Nusantara angkatan ke-15.
Terakhir, Prabowo menyebut nama Komandan Paspampres Mayjen Edwin Sumanta, alumni Taruna Nusantara angkatan ke-2.
“Komandan Paspampres, alumni TN angkatan ke-2, Mayor Jenderal TNI Edwin Sumanta,” jelasnya.
Dengan demikian, setidaknya ada 5 menteri dan wakil menteri yang merupakan alumni Taruna Nusantara, berikut daftarnya:
1. Agus Harimurti Yudhoyono — lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan 5), sebelum melanjutkan pendidikan militer dan akademik lainnya.
2. Sugiono — lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan 5).
3. Prasetyo Hadi — lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan 6).
4. Teddy Indra Wijaya — lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan 15).
5. Sudaryono — lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan 11).
Dalam sambutannya, Prabowo menilai, alumni SMA Taruna Nusantara memang banyak menonjol di tingkat nasional.
Sebagai buktinya, banyak nama-nama menteri yang ia sebutkan sebelumnya di jajaran
Kabinet Merah Putih
.
“Sejak 90 sampai sekarang, terbukti bahwa kader-kader lulusan TN (Taruna Nusantara) telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional, bahkan di kabinet yang saya pimpin tadi sudah saya sebut alumni-alumninya saya kira cukup banyak lulusan TN di tier 1,” beber Prabowo.
Kepala Negara meyakini, akan muncul alumni dan kader-kader penerus yang menonjol di bidangnya, seiring dengan bertambahnya SMA Taruna Nusantara dan SMA Unggul Garuda di berbagai wilayah.
Prabowo pun ingin sekolah unggul ada di setiap provinsi di Indonesia.
“Dan selanjutnya di tier yang selanjutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut, dengan tambahan nanti SMA Garuda, juga dengan nanti rencana kita tiap kabupaten satu sekolah unggulan,” ucapnya.
Prabowo juga menargetkan, 500 unit sekolah unggulan dapat diselesaikan selama 4 tahun ke depan.
Saat ini, SMA Taruna Nusantara memiliki 3 kampus, yakni di Magelang, Cimahi, dan Malang yang baru saja diresmikan hari ini.
SMA Taruna Nusantara di Magelang menjadi salah satu yang tertua, yang didirikan sekitar tahun 1990.
“Sekolah-sekolah yang lain pun akan kita perbaiki. Tahun ini saja saya akan renovasi 60.000 sekolah dan seterusnya. Kita punya 300.000 sekolah saya berharap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua kampus sekolah-sekolah di Indonesia,” kata Prabowo.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Sugiono
-

Puan: Revisi UU Pilkada belum dibahas karena pelaksanaannya masih lama
Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa revisi undang-undang pemilihan kepala daerah (pilkada) belum dibahas karena pelaksanaannya masih lama.
Pasalnya, menurut dia, tahapan pemilihan yang akan berjalan terlebih dahulu adalah Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).
“Pileg dan Pilpres-nya aja belum, gitu,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan bahwa saat ini masih dalam momen pembukaan masa sidang. Untuk itu, dia akan melihat terlebih dahulu situasi politik setelah pembukaan masa sidang ini, khususnya dari komisi terkait.
Menurut dia, partai politiknya pun akan selalu membuka komunikasi dengan partai lain, dan tak akan pernah menutup kesempatan komunikasi.
“Jadi tidak pernah ada komunikasi yang tertutup, terbuka untuk selalu berkomunikasi,” katanya.
Sebelumnya, Partai Gerindra mendukung usulan kepala daerah level gubernur hingga bupati/wali kota dipilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di masing-masing daerah.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono mengatakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD patut dipertimbangkan untuk diterapkan
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” kata Sugiono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (29/12).
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-
/data/photo/2025/12/29/6952447b148e8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Menerka Muara Wacana Koalisi Permanen: Menuju Pilkada via DPRD
Menerka Muara Wacana Koalisi Permanen: Menuju Pilkada via DPRD
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) dipilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus diulang-ulang, baik oleh elite politik maupun pemerintah.
Alasannya, biaya pemilihan langsung yang dianggap mahal, baik untuk penyelenggara pemilu maupun untuk kontestan.
Biaya mahal ini bisa berupa biaya kampanye, dan tidak menutup kemungkinan pada biaya di luar pelaporan resmi, seperti praktik mahar politik oleh partai.
Sejauh ini sudah ada lima partai yang menyikapi wacana tersebut, mereka secara terbuka mendukung pilkada kembali dipilih DPRD.
Lima partai ini adalah Golkar, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem, dan Demokrat.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono mengatakan, mereka memilih dengan kesadaran penuh dengan alasan seragam, ongkos politik yang mahal.
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sekretaris Partai Gerindra Sugiono, dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Partai yang juga dipimpin Presiden Prabowo Subianto ini menyinggung, Pilkada 2025 disebut boros karena pelaksanaannya mencapai Rp 7 triliun.
Angka tersebut meningkat pada 2024, di mana dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan pilkada meningkat menjadi lebih dari Rp 37 triliun.
“Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan,” ujar Sugiono.
Oleh karena itu, Partai Gerindra berada dalam posisi mendukung usulan agar DPRD memilih gubernur, bupati, maupun wali kota.
“Dari sisi efisiensi, baik itu proses, mekanisme, dan juga anggarannya kami mendukung rencana untuk melaksanakan pilkada lewat DPRD,” ujar Sugiono.
Wacana pilkada dipilih DPRD ini juga berbarengan dengan wacana
koalisi
permanen yang diungkapkan Bahlil Lahadalia Dallam HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, 5 Desember 2025.
Setelah dia bicara usulan pilkada dipilih kembali DPRD, Bahlil di depan Prabowo menyebut perlu ada koalisi tetap yang kuat.
“Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan
koalisi permanen
,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, Indonesia sudah harus memiliki prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar.
Bahlil menegaskan, baik penderitaan maupun kegembiraan harus dirasakan bersama-sama.
“Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng,” tegas Bahlil.
Belakangan koalisi permanen ini kembali digaungkan. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji mengatakan, mereka optimis koalisi usulan Bahlil itu akan terwujud.
“Koalisi permanen bisa terjadi, dan memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens,” ujar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (8/1/2026) malam.
Perbedaan pandangan dari partai politik, kata Sarmuji, merupakan hal yang lumrah dalam pembicaraan awal mengenai koalisi permanen.
“Tetapi di ujungnya itu kemungkinan akan sama. Tentu nanti ada proses penyesuaian-penyesuaian,” ujar Sarmuji.
Wacana koalisi permanen yang beriringan dengan gagasan pilkada oleh DPRD ini dinilai tidak kebetulan.
Pengajar hukum pemilu Universitas Indonesia, Titi Anggraini, mengatakan koalisi ini justru memberikan konfirmasi atas kekhawatiran publik terkait dengan pilkada dipilih DPRD.
Karena koalisi permanen tak lagi soal stabilitas politik nasional, tapi menjadi instrumen konsolidasi elite yang semakin menutup ruang kompetisi politik yang adil di tingkat daerah.
“Dalam konteks Pilkada oleh DPRD, koalisi permanen akan mengubah proses pemilihan kepala daerah menjadi arena transaksi politik tertutup, di mana dukungan terhadap calon kepala daerah ditentukan oleh kesepakatan elite partai, bukan oleh preferensi publik,” kata Titi kepada
Kompas.com
, Senin (12/1/2026).
Jika itu terjadi, Titi mengatakan akan sangat gamblang praktik bagi-bagi kue kekuasaan dipertontonkan ke publik.
Dampak atas tingkah elite partai politik ini tidak main-main, Titi mengatakan, akuntabilitas politik kepala daerah bergeser dari rakyat kepada elite partai dan fraksi di DPRD, karena kepala daerah ditunjuk langsung oleh koalisi permanen.
“Kedua, oposisi politik nyaris dilumpuhkan, karena logika koalisi permanen menutup ruang kontrol dan alternatif kepemimpinan,” katanya.
Kemudian terakhir, politik lokal kehilangan daya korektif, sebab kepala daerah terpilih akan lebih loyal pada koalisi pengusung ketimbang pada kepentingan warga.
Pada titik ini, pilkada oleh DPRD yang dikombinasikan dengan koalisi permanen tidak lagi bisa dibaca sebagai upaya efisiensi biaya politik, melainkan sebagai rekayasa institusional yang mempersempit demokrasi lokal.
“Skema ini berisiko mengembalikan praktik politik ke pola pra-reformasi, di mana kekuasaan ditentukan melalui kesepakatan elite, sementara rakyat hanya menjadi penonton dari proses politik yang menyangkut hidup mereka sendiri,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Kunjungan Perdana Sebagai Presiden, Ini Agenda Prabowo di IKN
Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Prabowo melakukan kunjungan singkat dan bermalam di IKN sejak Senin malam kemarin.
Dalam keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres), dikutip Selasa (13/1/2026), Prabowo tiba di IKN kemarin malam sekitar pukul 18.45 WITA.
Prabowo mendarat di Helipad Halaman Istana Negara, Kawasan IKN usai dari Balikpapan. Setibanya di kawasan IKN, Prabowo disambut langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono dan sejumlah jajarannya.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran Presiden Prabowo di IKN menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan kawasan tersebut berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan,” tulis keterangan resmi BPMI Setpres.
Prabowo bermalam di IKN dan kemudian akan menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis pembangunan di kawasan IKN pagi ini guna melihat langsung progres dan kesiapan infrastruktur yang tengah dikembangkan.
Turut mendampingi Prabowo dalam kunjungan ke IKN antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
“Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN ini semakin memperkuat arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pusat pemerintahan yang modern, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan keberlanjutan pembangunan IKN sebagai simbol transformasi Indonesia ke depan,” tulis keterangan resmi BPMI Setpres.
Hari ini setelah dari IKN, Prabowo akan bertolak ke Jawa Timur. Dia dijadwalkan akan meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Malang.
“Peresmian SMA TN Kota Malang,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip dari detikNews.
(acd/acd)
-

Video Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN Sebagai Presiden
Presiden Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ini adalah kunjungan perdana Prabowo ke IKN sebagai presiden.
Tampak, helikopter yang membawa rombongan kepresidenan mendarat di lapangan Istana Negara IKN, Senin (12/1). Prabowo didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.
/data/photo/2026/01/13/6966125fde67c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)




