Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi resmi memfungsikan ruas Jalan Raya Plembon-Made sepanjang 2,45 kilometer sebagai jalan protokol utama untuk memperkuat konektivitas wilayah pada Jumat (9/1/2026). Jalur strategis ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung kelancaran operasional moda transportasi Bus Trans Jatim di Kabupaten Lamongan.
Pemanfaatan jalan ini sebenarnya sudah lebih dulu dirasakan oleh masyarakat sebelum prosesi peresmian secara simbolis dilakukan oleh pemerintah daerah. Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa kebutuhan akan infrastruktur jalan yang layak di kawasan Plembon-Made sangat mendesak.
“Jalan IJD (Inpres Jalan Daerah) ini kita harapkan menjadi jalan protokol utama yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas mobilitas warga di seluruh pelosok kabupaten.
Meskipun telah difungsikan, proses pembangunan fisik di ruas jalan tersebut dilaporkan belum sepenuhnya rampung hingga seratus persen. Pemerintah Kabupaten Lamongan berencana menyelesaikan sejumlah pekerjaan lanjutan secara bertahap melalui dukungan anggaran lintas sektor.
“Masih ada bagian yang perlu disempurnakan. Pemerintah daerah akan melanjutkan pembangunannya, baik melalui APBD, maupun dengan mengusulkan kembali ke pemerintah pusat, agar kualitas jalan tetap terjaga,” jelas Pak Yes. Langkah ini diambil guna memastikan standar kelayakan jalan tetap berada pada level tertinggi bagi pengguna jalan.
Dari sisi teknis, konstruksi jalan Plembon-Made sengaja dirancang dengan spesifikasi khusus yang mampu menahan beban kendaraan bertonase besar. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi truk pengangkut hasil bumi yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
“Ini penting untuk menunjang sektor pertanian dan distribusi hasil produksi masyarakat,” tuturnya memberikan rincian terkait target manfaat pembangunan. Keberadaan jalan yang kokoh diharapkan mampu menekan biaya logistik bagi para petani dan pelaku usaha lokal di Lamongan.
Selain aspek ekonomi, Jalan Plembon-Made memiliki peran vital sebagai jalur perlintasan utama bagi armada Bus Trans Jatim yang kini menjadi primadona transportasi publik. Dengan kondisi aspal yang representatif, layanan transportasi massal tersebut diharapkan dapat beroperasi lebih tepat waktu dan memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.
“Ini jalur penting Trans Jatim. Kalau jalannya kuat dan representatif, masyarakat akan lebih nyaman dan aktivitas transportasi bisa berjalan optimal,” pungkas Pak Yes di sela-sela peninjauan lokasi. Peningkatan infrastruktur ini sekaligus menjadi kado awal tahun bagi warga Lamongan yang mendambakan aksesibilitas tanpa hambatan. [fak/beq]
