JAKARTA – Indonesia menegaskan dukungan penuhnya terhadap kedaulatan wilayah Somalia dengan Somaliland sebagai wilayah yang tidak terpisahkan, mengecam pengakuan yang diberikan oleh Israel.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi pada 10 Januari 2026, menyerukan penyelesaian di internal Somalia.
“Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan,” tegas Wamenlu RI, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (11/1).
KTM-LB OKI ini diselenggarakan atas permintaan Presiden Republik Federal Somalia, untuk menanggapi pengakuan Israel atas Somaliland sebagai negara merdeka.
Israel pada 26 Desember 2025 menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland, yang memisahkan diri dari Somalia pada tahun 1991, sebagai negara berdaulat.
Dikutip dari The Times of Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar menandatangani pengakuan tersebut atas nama Israel.
Sementara, Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menandatangani atas nama negaranya, yang terletak di wilayah strategis utama di Tanduk Afrika, seiring keinginan bergabung dengan Abraham Accords.
Pengakuan ini tegas ditolak Somalia yang menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Dalam kesempatan ini Wamenlu RI menyampaikan kecaman keras dan secara tegas menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland, yang berpotensi memicu destabilisasi di kawasan dan melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Wamenlu Anis mendorong agar persoalan Somaliland dapat diselesaikan dengan baik secara internal. Ia juga mendorong OKI untuk dapat mengaktifkan kembali OIC Contact Group tentang Somalia dan memberdayakannya untuk menjaga integritas teritorial Somalia dan keamanan kawasan.
Pertemuan kali ini dihadiri oleh 39 negara anggota OKI dengan 11 di antaranya diwakili pada level menteri luar negeri.
Pertemuan berhasil mengadopsi 2 resolusi, termasuk penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland dan dukungan OKI untuk mengatasi implikasinya.
Diketahui, Indonesia sebelumnya turut serta dalam Joint Statement yang diprakarsai Mesir dan didukung oleh 22 negara, serta OKI dan GCC (Dewan Kerja Sama Teluk).
Joint Statement tersebut menyampaikan penolakan atas pengakuan Israel, dukungan kepada Somalia, serta penghormatan pada kedaulatan dan kesatuan Somalia.
