Pasuruan (beritajatim.com) – Wali Kota Pasuruan, Mas Adi, secara resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Polres Kota Pasuruan pada Rabu (7/1/2026). Kehadiran fasilitas ini menambah daftar pusat pelayanan gizi di Kota Pasuruan guna memastikan distribusi makanan sehat semakin luas.
Pusat pelayanan gizi terbaru ini dikategorikan sebagai fasilitas kelas unggulan karena didukung sarana penunjang yang sangat memadai bagi para petugas. “Ini merupakan SPPG dengan grade A, karena selain bangunannya luas, juga dilengkapi dengan fasilitas tempat istirahat,” ujar Mas Adi saat meninjau lokasi.
Peresmian ini merupakan bagian dari target besar Pemerintah Kota Pasuruan untuk mendirikan total 32 titik layanan pemenuhan gizi di seluruh wilayah. Mas Adi menjelaskan bahwa SPPG di Polres Pasuruan ini merupakan titik ke-14 yang sudah berhasil direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Fokus distribusi dari layanan ini akan diarahkan untuk menyuplai kebutuhan gizi di sekolah-sekolah sekitar wilayah Kelurahan Karanganyar. Hal ini dilakukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyentuh siswa dari jenjang TK hingga SMA secara efektif.
Selain menyasar para pelajar, program kesehatan ini juga dipastikan akan menjangkau kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil dan warga lanjut usia. “MBG ini bukan hanya soal makan, tetapi soal pemenuhan gizi,” tegas wali kota menekankan substansi dari program tersebut.
Pemerintah Kota Pasuruan berharap intervensi gizi yang dilakukan melalui SPPG mampu menghilangkan permasalahan gagal tumbuh atau stunting di masa depan. Upaya berkelanjutan ini diproyeksikan dapat menciptakan generasi emas Pasuruan yang sehat dan memiliki daya saing tinggi.
Menariknya, operasional SPPG ini juga dirancang untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal dengan kuota mencapai puluhan orang per titik. Mas Adi menegaskan bahwa setiap unit pelayanan wajib memberdayakan masyarakat asli daerah sebagai tenaga kerjanya.
Tidak hanya urusan SDM, pemerintah juga mendorong keterlibatan UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku utama untuk pengolahan makanan bergizi. “Saya berharap bahan baku SPPG bisa berasal dari UMKM dan para pengusaha di Kota Pasuruan,” pungkas Mas Adi. (ada/kun)
