Jakarta –
Beberapa waktu lalu, viral sebuah kedai teh menyediakan minuman matcha dengan kemasan infus. Temuan tersebut mengundang banyak komentar dari netizen yang mempertanyakan dari mana kantong infus itu didapatkan dan bagaimana status keamanannya.
Terlebih, dalam video yang beredar kemasan infus mencantumkan salah satu pabrikan farmasi besar. Pihak Buba Tea Bali yang berada di Canggu akhirnya buka suara.
Pihak kafe menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki afiliasi atau hubungan komersial dengan PT Otsuka Indonesia, yang namanya sempat tercantum pada kemasan infus itu. Pihak mereka menambahkan, kesalahan ini tidak disengaja dan bersifat terbatas.
“Kami mengakui bahwa karena adanya kekurangan dalam pengendalian internal pada tim operasional kami, terdapat sejumlah kejadian terbatas di mana kemasan yang membawa label Otsuka secara tidak disengaja digunakan dalam materi visual pemasaran serta penyajian minuman di toko,” ujar pihak Buba Tea Bali, dikutip dari akun Instagram mereka, Jumat (9/1/2026).
“Penggunaan tersebut tidak dilakukan secara sengaja, tidak bersifat sistematis, dan tidak mencerminkan standar operasional maupun tujuan kami,” sambung mereka.
Buba Tea Bali mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan pendisiplinan pada individu yang bertanggung jawab atas kesalahan operasional tersebut. Mereka mengaku memperkuat prosedur internal agar kejadian ini tidak terulang lagi.
Kemudian mereka juga melakukan penurunan konen dan menghubungi berbagai pihak yang mengunggah ulang konten terkait untuk mencegah kesalahpahaman berlanjut.
“Kami menegaskan bahwa penggunaan kemasan yang tidak sesuai tersebut telah sepenuhnya dihentikan pada bulan Desember, sebelum isu ini mendapatkan perhatian publik,” ungkap mereka.
“Kami dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada PT Otsuka Indonesia atas kekhawatiran atau kesalahpahaman yang timbul akibat insiden ini,” tandasnya.
Klarifikasi PT Otsuka Indonesia
Ketika kabar ini baru muncul, PT Otsuka Indonesia sudah terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan bahwa produk matcha berkemasan infus itu bukan produk mereka. Saat itu, mereka menyebut adanya indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan pada produk cairan infus milik mereka.
“Sehubungan dengan beredarnya Produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan Infus di media sosial, bersama ini kami sampaikan bahwa Produk tersebut BUKAN Produk Otsuka. Oleh karena itu, segala resiko yang timbul, sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ungkap PT Otsuka Indonesia dalam edaran yang diterima detikcom, Senin (5/1/2026).
“Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan Infus Otsuka,” sambungnya.
Perusahaan menegaskan seluruh produk mereka diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) serta Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam mengonsumsi produk apa pun, dengan selalu memperhatikan aspek kebersihan dan higienitas.
Halaman 2 dari 2
(avk/kna)
