Update Bencana Sumatera, Mendagri: 29 Desa Hilang, Terbanyak di Aceh

Update Bencana Sumatera, Mendagri: 29 Desa Hilang, Terbanyak di Aceh

Update Bencana Sumatera, Mendagri: 29 Desa Hilang, Terbanyak di Aceh
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 29 desa atau kampung dinyatakan hilang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera.
Dari jumlah tersebut,
desa hilang
paling banyak berada di Provinsi Aceh.
“Desa yang hilang karena longsor atau karena banjir terbawa arus, Aceh memang yang terbanyak, 21 desa atau kampung yang hilang,” kata Tito dalam rapat pemerintah
update
penanganan pascabencana Sumatera, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, delapan desa lainnya hilang di Provinsi Sumatera Utara. Adapun di Provinsi Sumatera Barat, tidak terdapat desa yang hilang setelah dilakukan verifikasi ulang terhadap data awal.
“Sumbar yang semula 1 tapi sudah dikoreksi, bahwa tidak ada desa yang hilang, yang ada pernah terisolasi, jadi total jumlah desa yang hilang adalah 29, 21 di Aceh, 8 di Sumut,” terang eks Kapolri itu.
Selain desa yang hilang, Mendagri juga memaparkan dampak bencana terhadap infrastruktur pemerintahan desa.
Berdasarkan rekapitulasi terakhir, tercatat sebanyak 1.681 kantor desa terdampak bencana di tiga provinsi.
Jumlah tersebut belum termasuk kerusakan pada balai desa, pasar desa, badan usaha milik desa (BUMDes), maupun fasilitas komunitas desa lainnya.
Aceh menjadi wilayah dengan dampak terberat, dengan 1.495 kantor desa terdampak.
Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat 64 kantor desa terdampak, dan di Sumatera Barat sebanyak 45 kantor desa terdampak.
Tito menambahkan, pemerintah pusat telah melakukan penanganan secara maksimal sejak masa tanggap darurat.
Penanganan bencana di Sumatera diperlakukan sebagai bencana berskala nasional melalui mobilisasi sumber daya lintas kementerian dan lembaga.
“Bahwa di masa tanggap darurat, pemerintah pusat sudah bekerja dengan sangat maksimal melakukan mobilisasi nasional. Jadi diperlakukan dengan menghadapi bencana nasional, mulai Selasa 25 November pengerahan terjadi, bukan hanya organik dari tiga provinsi tapi juga ribuan pasukan TNI Polri BKO termasuk sembako, peralatan, helikopter, kapal karet untuk kepentingan evakuasi,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.