Trump Minum Aspirin Dosis Tinggi Buat Jaga Jantungnya, Kardiolog Bilang Gini

Trump Minum Aspirin Dosis Tinggi Buat Jaga Jantungnya, Kardiolog Bilang Gini

Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu diskusi medis setelah mengungkapkan bahwa dirinya mengonsumsi aspirin harian dengan dosis empat kali lipat lebih tinggi dari yang direkomendasikan dokter.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, pria berusia 79 tahun tersebut mengaku telah menjalani rutinitas ini selama 25 tahun.

“Mereka bilang aspirin baik untuk mengencerkan darah. Saya tidak ingin darah kental mengalir di jantung saya,” ujar Trump.

Ia rutin mengonsumsi satu tablet aspirin dewasa dosis 325 mg, padahal dokter umumnya menyarankan dosis rendah sebesar 81 mg untuk pencegahan penyakit jantung.

Dr Eleanor Levin, ahli kardiologi pencegahan dari Stanford Medicine, menjelaskan bahwa tidak ada manfaat tambahan dari mengonsumsi dosis 325 mg dibandingkan 81 mg untuk tujuan pencegahan.

“Dosis yang lebih tinggi itu sebenarnya tidak perlu,” kata dia kepada USA Today.

Aspirin juga dapat menyebabkan pendarahan yang kurang parah, seperti memar dan luka kecil. Trump pernah mengalami keduanya dan dokternya mengaitkan gejala tersebut dengan penggunaan aspirinnya, menurut memo Gedung Putih dari bulan Juli.

Levin mengatakan efek samping ini umum terjadi dan tidak mengkhawatirkan.

“Meskipun aspirin relatif lebih aman dibanding pengencer darah lainnya, pasien yang mengonsumsi obat ini, bahkan dalam dosis rendah, tetap berada pada risiko perdarahan di perut dan otak,” tambah Dr Levin.

Penggunaan aspirin yang tidak lazim oleh Trump kemungkinan tidak mengancam jiwa, meskipun ia mengatakan tidak merekomendasikan pasiennya untuk mengonsumsi aspirin dosis tinggi jika tidak diperlukan.

Ia menambahkan bahwa dosis di atas 2.400 miligram, dosis yang secara historis digunakan untuk mengobati radang sendi, harus dianggap sebagai aspirin dosis tinggi, dan bahkan jumlah yang lebih tinggi pun membawa risiko keamanan yang serius.

“Saya yakin dokternya mengatakan hal yang sama kepadanya,” tandas Dr Levin.

Halaman 2 dari 2

(kna/kna)