Sudah Sebulan, Pemulihan Jaringan di Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues Masih 60%

Sudah Sebulan, Pemulihan Jaringan di Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues Masih 60%

Bisnis.com, JAKARTA —Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabanjir dan tanah longsor telah melampaui 95%.

Namun, di sejumlah titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, pemulihan jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan baru mencapai kisaran 60% hingga 80%.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menyampaikan percepatan pemulihan jaringan sangat ditentukan oleh stabilitas pasokan listrik di wilayah terdampak.

“Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” kata Meutya dalam keterangannya pada Minggu (28/12/2025).

Dia memastikan Komdigi terus mengawal pemulihan konektivitas agar warga tetap dapat mengakses informasi darurat, layanan publik berjalan normal, serta komunikasi antaranggota keluarga tidak terputus.

Selain fokus pada pemulihan jaringan, Komdigi bersama Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menyalurkan bantuan akses air bersih bagi warga terdampak banjir.

Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirimkan ke wilayah yang sumber airnya tercemar akibat banjir. Distribusi dilakukan secara bertahap selama sepekan. Bantuan tersebut memungkinkan warga kembali memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, beribadah, dan berkomunikasi dengan keluarga.

Meutya menegaskan upaya pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak.

“Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” katanya.

Selain air bersih, warga juga menerima bantuan berupa obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah dan mitra juga menyiapkan alat berat dan sumur bor untuk membersihkan lumpur serta mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.