Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menyampaikan berdasarkan pengukuran kecepatan internet di 35 provinsi, rerata kecepatan internet selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai 80,58 Mbps untuk unduh dan 35,36 mbps untuk unggah.
Dari jumlah tersebut, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tercatat sebagai operator seluler dengan rata-rata kecepatan internet tertinggi dengan 94,15 mbps. Sementara itu PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) masing-masing tercatat sebesar 80,79 Mbps dan 63,01 Mbps.
Meutya mengatakan Komdigi telah menggelar 255 posko untuk memantau lalu lintas data selama Nataru. Ratusan posko tersebut kini ditutup dengan hasil layanan telekomunikasi aman dan terjaga selama momen Nataru.
“Jadi posko ini mengawasi ketika terjadi peningkatan lalu lintas, kapasitas kami naikkan. Meski ditutup, pengawasan [layanan telekomunikasi] akan terus berlangsung,” kata Meutya, Senin (5/1/2026).
Meutya mengatakan untuk wilayah dengan kecepatan internet terendah terletak di Kulonprogo, Yogyakarta, dengan kecepatan rata-rata sebesar 32 Mbps. Meski relatif kecil, untuk membuka video streaming dan sosial media masih sangat memungkinkan.
Sementara itu Aceh dan Sumatra yang sempat mengalami pukulan bencana alam, kondisi internetnya masih relatif baik karena operator seluler bergerak cepat dengan memperbaiki jaringan di wilayah tersebut.
Per 5 Januari 2026, Telkomsel dan Indosat mencatat pemulihan jaringan telah mencapai 95% dari total jaringan mereka di sana. Sementara itu jaringan XLSMART di Aceh telah pulih 96%.
“Karena Aceh kan terakhir-terakhir sudah dikebut sama teman-teman operator,” kata Meutya.
Peningkatan Trafik
Meutya menambahkan berdasarkan pemantauan Komdigi, trafik internet XLSMART pada momen Nataru 2025/2026 meningkat 40% saat ini dibandingkan dengan hari biasa. Peningkatan tidak terlepas dari posisi perusahaan yang baru saja melebur tahun lalu.
Sementara itu Telkomsel mencatat peningkatan trafik sebesar 12,4% dibandingkan dengan hari biasa dan Indosat sebesar 13,6%.
Sekadar informasi, Komdigi sempat memprediksi trafik internet pada momen Nataru tahun ini mencapai 30% lebih tinggi dibandingkan dengan hari biasa. Dengan pencatatan ini maka, trafik internet yang saat terjadi bervariasi dari prediksi yang ditentukan.
Selain itu dalam menjaga keandalan jaringan, Komdigi bersama dengan operator seluler menyiagakan 255 posko bersama selama periode 19 Desember – 4 Januari 2025.
Komdigi juga melakukan pemantauan frekuensi dengan melibatkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring yang berada di seluruh Indonesia guna mencegah interferensi atau gangguan sinyal akibat hadirnya frekuensi ilegal.
