Produksi Mainan Beruang AI Dihentikan Usai Kasih Nasihat Menyimpang ke Anak

Produksi Mainan Beruang AI Dihentikan Usai Kasih Nasihat Menyimpang ke Anak

Bisnis.com, JAKARTA — Mainan bertenaga kecerdasan buatan (AI) masih perlu perbaikan. Dari beberapa kasus yang ada, mainan AI memberikan petunjuk yang salah kepada anak-anak. 

Para pembuat mainan yang memamerkan produknya di acara Consumer Electronics Show 2026 (CES) mengingatkan mainan berbasis AI harus digunakan dengan hati-hati. Jangan sampai mainan yang seharusnya ramah dengan anak-anak malah memberikan jawaban yang tidak senonoh.

Kekhawatiran tersebut bermula saat ada laporan dari Public Interest Research Group (PIRG) menemukan hal mengejutkan. Di mana boneka beruang bertenaga AI memberikan nasihat tentang seks bahkan memberi tahu cara menemukan pisau.

Mengutip Japan Today Senin (12/1/2026), dalam laporan Trouble in Toyland menyatakan boneka beruang dengan sapaan Kumma pernah menyarankan hal yang tidak pantas terkait hubungan seksual. Hal ini menyebabkan protes dari berbagai pihak hingga perusahaan pembuatnya, FoloToy menghentikan sementara penjualan produk tersebut.

CEO FoloToy menjelaskan masalah itu terjadi dikarenakan model AI yang digunakan belum cukup aman. Saat ini mereka sudah mengganti AI dengan versi yang lebih canggih agar boneka tidak menjawab pertanyaan yang tidak pantas.

Sementara itu, perusahaan mainan besar lainnya seperti Mattel juga memilih menunda peluncuran mainan AI mereka yang bekerja sama dengan OpenAI.

Perkembangan AI generatif yang sangat pesat sejak munculnya ChatGPT membuat banyak mainan pintar baru bermunculan. Karena itu, orangtua harus lebih berhati-hati memilih mainan yang tepat untuk anak-anak.

Salah satu mainan yang diuji oleh PIRG adalah Grok dari perusahaan Curio. Mainan ini berbentuk boneka berkaki empat yang terinspirasi dari roket dan sudah dijual sejak 2024. Grok dinilai cukup baik karena menolak menjawab pertanyaan yang tidak pantas untuk anak kecil.

Selain itu, Grok juga mempunyai fitur yang membuat orangtua bisa mengatur sendiri rekomendasi, serta melihat riwayat percakapan anak. Mainan ini sudah mendapatkan sertifikat KidSAFE, yang artinya memenuhi standar perlindungan anak.

Dari beberapa laporan di sekitarnya, membuat perusahaan boneka mewah itu khawatir privasi dan bagaimana data suara tersebut digunakan. Curio mengatakan mereka sedang memperbaiki masalah terkait pembagian data pengguna.

PIRG juga memberi imbauan,  orang tua perlu ekstra waspada terhadap mainan yang memiliki chatbot, terutama yang menyimpan data anak dan mencoba membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.

Disisi lain, beberapa mainan AI memang bisa memberi manfaat. Misalnya, mainan Sunny dari perusahaan Turki Elaves dirancang untuk membantu anak belajar bahasa. Percakapannya dibatasi waktunya agar tidak berlebihan dan mencegah kesalahan dari AI.

Perusahaan lain Olli, juga menambahkan fitur keamanan dengan memberi peringatan kepada orang tua jika mainan mendeteksi kata-kata yang tidak pantas.

Meski begitu, para pengamat menilai bahwa aturan dari pemerintah tetap dibutuhkan. Mereka khawatir jika produsen mainan hanya mengatur diri sendiri, keselamatan anak tidak akan cukup terlindungi. (Nur Amalina)