Prabowo Tekankan Swasembada Protein sebagai Pilar Transformasi Bangsa

Prabowo Tekankan Swasembada Protein sebagai Pilar Transformasi Bangsa

Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya swasembada protein sebagai bagian utama dari strategi transformasi bangsa yang dicanangkannya sejak masa kampanye Pilpres 2024.

Penegasan itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat awal tahun dalam Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prabowo menyatakan strategi transformasi bangsa yang ditawarkan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan strategi yang dirancang secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian panjang.

“Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi. Strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun, yang kami yakini sebagai strategi transformasi bangsa,” ujar Prabowo.

Menurutnya, esensi utama dari strategi tersebut adalah kemandirian nasional. Dia menegaskan Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, dengan swasembada pangan sebagai fondasi utama.

“Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan elemen utamanya adalah swasembada pangan,” katanya.

Prabowo menekankan bahwa tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya. Swasembada pangan, menurutnya, tidak hanya terbatas pada beras sebagai makanan pokok, tetapi mencakup seluruh sumber karbohidrat dan protein.

“Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein,” tegas Prabowo.

Selain pangan, Kepala negara juga menyoroti pentingnya swasembada energi sebagai pilar kemandirian bangsa. Ketergantungan pada energi impor, menurutnya, akan menghambat kemakmuran dan upaya pengentasan kemiskinan.

“Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur. Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ujarnya.

Prabowo menilai dinamika geopolitik global semakin membuktikan relevansi strategi tersebut. Ia mencontohkan konflik di sejumlah negara produsen pangan yang selama ini menjadi sumber impor Indonesia.

“Kita bisa bayangkan, kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana. Thailand dan Kamboja perang terus. India perang sama Pakistan,” katanya.

Presiden Ke-8 RI itu juga mengingatkan pengalaman pandemi Covid-19, ketika banyak negara pengekspor pangan menutup keran ekspor sehingga impor menjadi sulit meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial. “Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang. Dan impor berarti devisa kita keluar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan keharusan strategis bagi Indonesia.

“Pangan dan energi harus kita mandiri,” kata Prabowo.