Surabaya (beritajatim.com) – Peredaran narkoba di malam tahun baru diwaspadai bakal melonjak di Jawa Timur. Hal itu ditegaskan oleh Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto.
“Kita memang mewaspadai peredaran narkoba pada malam pergantian tahun. Untuk perkara narkoba berkembang terus terutama menjelang hari besar seperti tahun baru ini,” ujar Kapolda.
Berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan oleh Polda Jatim, diantaranya adalah penyekatan.
“Pembatasan dari jalur darat, laut dan udara. Harapannya sebelum memasuki Jawa Timur sudah digagalkan,” ujarnya.
Sementara Direskoba Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan tren perkara narkoba di tahun 2025 ini mengalami kenaikan hingga 6,49 persen. Kenaikan ini dari hasil pengungkapan baik itu pengedar maupun kurir.
“Untuk pengguna kita lakukan rehabilitasi di tahun 2024 ada sekitar 900 yang kita RJ, kemudian di tahun 2025 ada 1400. Ada kenaikan, tersangka ada 2000 lebih yang di RJ dari seluruh jajaran,” ujar Dacosta.
Untuk peredaran narkoba di tahun baru,
Dacosta mengatakan sudah dilakukan antisipasi. Sebab banyak modus yang diguakan.
“Anggota tetap melakukan antisipasi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti BNNP, Bea cukai, dan imigrasi,” ujarnya.
Untuk tempat hiburan malam, raszia sudah dilakukan. Namun untuk malam tahun baru fokus pengamanan. Untuk itu Dacosta menghimbau agar warga selalu mengingatkan untuk berperang pada narkoba yang selalu jadi ancaman. [uci/but]
