Perut Pria Ini Membesar Tak Wajar, Ternyata Ada Tumor Sebesar 32 Kg

Perut Pria Ini Membesar Tak Wajar, Ternyata Ada Tumor Sebesar 32 Kg

Jakarta

Seorang pria berusia 54 tahun mengalami kesulitan buang air kecil hingga ereksi. Terlebih, perutnya juga membuncit tak wajar lantaran ada tumor yang bersarang di dalamnya.

Dalam laporan medis, tumor dalam perutnya mencapai sekitar 32 kg. Lipatan besar kulit dan jaringan menggantung dari perut, melewati lutut, hingga menutupi penisnya.

Kondisi ini dikenal sebagai pannus perut, yang pada kasus ini sudah berkembang selama dua tahun. Akibatnya, pasien tidak bisa melihat alat kelaminnya dan mengalami gangguan buang air kecil.

Kasus ini dipublikasikan dalam The Journal of Surgical Case Reports. Pasien yang tidak disebutkan namanya itu dirawat di Skopje, Makedonia Utara.

Awalnya, pannus perut sering dikaitkan dengan penurunan berat badan drastis. Tetapi, pasien ini mengatakan pada dokter bahwa ia tidak mengalami penurunan berat badan belakangan ini.

Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks massa tubuh (IMT) pasien mencapai 56,3 yang masuk kategori obesitas parah. Pemindaian CT scan menemukan tidak terduga.

Massa besar di perutnya ternyata hanya mengandung sedikit lemak. Sebagian besar jaringan tersebut merupakan jaringan ikat fibrosa.

Jalani Operasi Besar

Pasien kemudian menjalani operasi besar dengan anestesi total untuk mengangkat massa tersebut. Hasilnya, dokter menemukan tumor seberat 35 kg.

Pasca operasi, BMI pasien langsung turun menjadi 43,9. Ia menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari sebelum dipulangkan.

Dari hasil pemeriksaan patologi menunjukkan pasien mengidap fibromatosis agresif, yang juga dikenal sebagai tumor desmoid di dinding perut. Tumor ini tergolong langka dan tumbuh lambat pada jaringan ikat.

Menyoal Tumor Desmoid

Dikutip dari Sarcoma UK, tumor desmoid berada di antara non-kanker dan kanker. Kasus ini jarang terjadi, hanya menyerang sekitar 5-6 orang per satu juta penduduk.

Gejala utama tumor desmoid biasanya berupa benjolan, paling sering muncul di lengan, kaki, atau perut, meski juga dapat berkembang di area kepala dan leher. Penanganan bergantung pada lokasi, ukuran, dan kecepatan pertumbuhan tumor.

“Tumor ini kadang-kadang dapat tubuh hingga ukuran yang cukup besar, menyebabkan kebingungan diagnostik dan menjadi masalah bedah yang menantang,” kata dokter yang merawat pasien, dikutip dari The Sun.

“Tumor desmoid dinding perut raksasa adalah kejadian yang jarang terjadi. Sepengetahuan kami, setelah melakukan tinjauan literatur, kasus ini menyajikan spesimen eksisi terberat yang mengandung tumor desmoid dinding perut yang pernah dilaporkan,” sambungnya.

Sejauh ini, pasien masih menjalani pemantauan lanjutan dan telah menjalani kontrol selama lima bulan pascaoperasi. Menurut tim dokter, pemulihannya berjalan baik dan kualitas buang air kecil juga membaik hingga tingkat sedang.

Halaman 2 dari 2

(sao/suc)