Surabaya (beritajatim.com) – Konflik di RS Pura Raharja Surabaya telah memasuki babak baru. Perkumpulan Abdi Negara Jatim yang mengelola RS milik KORPRI Jatim beralamat di Jalan Pucang Adi Surabaya telah menunjuk CEO dan Direktur baru.
CEO sebelumnya Ishaq Jayabrata digantikan oleh Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS (mantan Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya). Sedangkan, Direktur sebelumnya dr Ary Sylviati M.Kes digantikan dr. Makhyan Jibril Al Farabi (mantan Jubir Satgas COVID-19 Jatim).
Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Jatim sekaligus Sekretaris Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Indah Wahyuni mengatakan, bahwa per Senin (5/1/2026) hari ini CEO dan Direktur baru RS Pura Raharja Surabaya telah menduduki jabatannya.
“Dengan tidak diakuinya oleh Pak Rasiyo (saat itu Ketum Perkumpulan Abdi Negara Jatim) bahwa Saudara Ishaq Jayabrata diperpanjang sebagai CEO RS Pura Raharja periode 2021-2026, dan beliau juga tidak pernah memberikan persetujuan, selesai sudah. Apalagi kami perkumpulan telah mengangkat Prof. Joni sebagai CEO yang baru sejak 2024, itu sudah sesuai dengan prosedur. Ini karena pada tahun 2023 seharusnya Saudara Ishaq sudah selesai, sudah habis, jadi nggak ada masalah,” tegas Indah Wahyuni yang juga menjabat Kepala BKD Provinsi Jatim ini di RS Pura Raharja Surabaya saat konferensi pers.
”Nah, Prof. Joni, di tengah kesibukan beliau tetap komitmen dengan pengelolaan rumah sakit ini, dan beliau menunjuk dr. Jibril sebagai Direktur. Mengapa beliau ditunjuk sebagai Direktur? Karena dr. Ary pada Februari 2026 sudah selesai jabatannya. Sehingga, biar tidak terputus, itulah beliau ditunjuk,” imbuhnya.
Kehadiran seluruh pengurus perkumpulan hadir ke RS Pura Raharja Surabaya ini, menurut dia, untuk mengantarkan dr. Jibril sebagai direktur baru.
“Yang pertama kami inginkan adalah pergantian pimpinan ini tidak mengganggu layanan di rumah sakit. Jadi, kami sangat komitmen dengan layanan rumah sakit. Dan, kami minta kepada seluruh karyawan, tadi kami minta sudah kepada seluruh kabag tetap tenang. Kebetulan empat orang yang hadir adalah kabag layanan medis, kabag keuangan, kabag umum, dan kabag sarana prasarana. Jadi, kami tidak akan memberhentikan karyawan siapa pun yang bekerja di sini, sepanjang yang bersangkutan bisa bekerja sama dengan kami, dengan pengurus manajemen yang baru,” tukas pejabat perempuan yang akrab disapa Yuyun ini.
Menurut Yuyun, pada Rabu (7/1/2026) lusa Sekdaprov Jatim Adhy Karyono selaku Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim akan mendatangi RS Pura Raharja Surabaya.
“Beliau akan melihat rumah sakit ini, apakah layanannya tetap berjalan dengan baik. Hari Jumatnya, Ibu Gubernur akan datang ke sini. Ibu Gubernur datang bersama dengan Komisi A DPRD Jatim. Karena ini juga menjadi komitmen bersama dari kami semua bahwa layanan dasar, kami harus bisa memberikan layanan dasar kepada seluruh warga masyarakat Jawa Timur dengan baik. Salah satunya dengan Rumah Sakit Pura Raharja yang merupakan milik KORPRI Jatim ya,” pungkasnya. (tok/but)
