Ponorogo (beritajatim.com) – Silaturahmi antara TNI dan tokoh agama kembali menemukan ruangnya, di jantung pendidikan Islam nasional. Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal institusi, melainkan pertemuan yang sarat makna kebangsaan. Dandim hadir bersama jajaran perwira staf Kodim 0802/Ponorogo dan disambut langsung oleh pimpinan PMDG: K.H. Abdullah Sahal, K.H. M. Akrim Mariyat, K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, dan beserta para staf pondok.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, pimpinan pondok menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dialog yang terbangun mengalir membahas berbagai hal positif. Mulai dari eksistensi Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai lembaga pendidikan kader umat dan bangsa, hingga sistem pendidikan dan pembinaan karakter santri yang telah mengakar kuat selama puluhan tahun.
Di hadapan pimpinan pondok dan civitas PMDG, Dandim Ponorogo menegaskan rasa hormatnya atas sambutan yang diberikan.
“Kami sangat berterimakasih dan berbangga hari telah diterima dengan penuh persaudaraan dan kekeluargaan, ” kata Dandim Ponorogo, Sabtu (28/12/2025).
Menurutnya, pertemuan semacam ini memiliki arti strategis, bukan hanya bagi institusi TNI, tetapi juga bagi penguatan persatuan sosial di tengah masyarakat. Dia berharap, jalinan silaturahmi antara Kodim Ponorogo dan Pondok Modern Darussalam Gontor dapat terus terawat dan berkembang dalam bentuk kerja sama yang konkret. Lebih jauh, Letkol Arh Farauk Saputra menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga harmoni bangsa.
“Dengan terus menjalin silaturahmi dan kerjasama yang baik antar semua elemen. Termasuk dengan para tokoh agama diharapkan bisa meningkatkan sinergitas dan soliditas yang kokoh kuat, yang bertujuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan nasional guna kesejahteraan bersama,” terang Letkol Arh Farauk Saputra.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam merawat persatuan. Selain itu juga membangun kesadaran kebangsaan, serta menjaga stabilitas sosial. Di Gontor, dialog ulama dan TNI menemukan kesamaan pijakan, yakni pengabdian untuk Indonesia yang damai dan berkeadaban. (end/ian)
