Pengiriman PC Tumbuh 9,6% Kuartal IV/2025, Terbesar di Asia Pasifik dan Afrika

Pengiriman PC Tumbuh 9,6% Kuartal IV/2025, Terbesar di Asia Pasifik dan Afrika

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga riset International Data Corporation (IDC) melaporkan pengiriman PC global mengalami pertumbuhan sebesar 9,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal IV/2025. 

Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran pelaku industri terhadap kelangkaan komponen memori yang diprediksi memicu kenaikan harga pada 2026, serta siklus pembaruan perangkat akibat berakhirnya dukungan Windows 10.

Manajer Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers Jitesh Ubrani mengatakan kelangkaan memori diperkirakan akan membentuk ulang dinamika industri dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, situasi ini menguntungkan pemain besar namun mengancam vendor kecil.

“Merek elektronik konsumen besar berada di posisi baik memanfaatkan skala dan alokasi memori untuk merebut pangsa pasar dari vendor kecil dan regional,” kata Ubrani dalam laporan resmi dikutip Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan laporan IDC, total pengiriman mencapai 76,4 juta unit pada kuartal IV/2025. Laporan Worldwide Quarterly Personal Computing Device Tracker IDC mencatat wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) memimpin pertumbuhan sebesar 14%. Wilayah Asia-Pasifik menyusul dengan kenaikan 12%, sementara wilayah Amerika tumbuh sebesar 4%.

Capaian ini menempatkan EMEA sebagai pemimpin pertumbuhan pasar global untuk pertama kalinya sejak kuartal III/2024. Sebaliknya, pasar Amerika tertinggal di belakang wilayah lain selama tiga kuartal berturut-turut.

Ubrani menambahkan, tingkat keparahan kekurangan pasokan ini meningkatkan risiko kebangkrutan bagi merek-merek kecil. Selain itu, konsumen khususnya segmen perakitan mandiri (DIY enthusiast) berpotensi menunda pembelian atau mengalihkan belanja ke perangkat lain.

Seiring dengan pergeseran pangsa pasar, harga jual rata-rata diproyeksikan meningkat pada 2026. Vendor diprediksi akan memprioritaskan penjualan sistem kelas menengah dan premium guna mengimbangi kenaikan biaya komponen, terutama memori.

Wakil Presiden Riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers Jean Philippe Bouchard juga menilai pasar PC akan menghadapi volatilitas tinggi dalam 12 bulan ke depan. Dia menyoroti perubahan spesifikasi teknis sebagai dampak langsung dari krisis komponen ini.

“Di luar tekanan harga sistem yang sudah diumumkan produsen tertentu, kita mungkin melihat spesifikasi memori PC diturunkan rata-rata untuk menjaga persediaan memori yang ada. Tahun depan akan sangat fluktuatif,” ujar Bouchard.

Di sisi lain, kinerja raksasa teknologi Apple tercatat stagnan pada kuartal penutup tahun ini. Apple mengirimkan 7,1 juta unit pada kuartal IV/2025, jumlah yang sama dengan periode tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat pangsa pasar Apple tergerus dari 10,2% menjadi 9,3% saat pasar global justru berekspansi.

Meski demikian, secara tahunan penuh (2025), Apple mencatatkan pertumbuhan 11,1% dengan total pengiriman 25,6 juta unit. Angka pertumbuhan ini melampaui rata-rata pasar global yang naik 8,1%, namun masih tertinggal dibandingkan Lenovo yang tumbuh 14,5% dan ASUS sebesar 13,4%. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)