Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar rapat koordinasi bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) guna mendukung percepatan pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Plosoklaten, Kamis (8/1/2026).
Rapat yang dipimpin Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tersebut membahas pemanfaatan lahan dan infrastruktur penunjang di sekitar lokasi pembangunan sekolah rakyat.
Pembahasan dilakukan mengingat lahan seluas 7,6 hektare yang disiapkan Pemkab Kediri untuk sekolah rakyat berada di antara lahan milik PTPN.
“Jalan yang akan dibangun untuk sekolah rakyat itu status kepemilikannya milik PTPN,” kata Mas Dhito usai memimpin rapat di Ruang Rapat Bappeda.
Selain akses jalan, rapat juga membahas rencana pembangunan drainase untuk pembuangan air dari kawasan sekolah rakyat. Aliran air dari lokasi menuju sungai harus melewati lahan PTPN.
Mas Dhito mengungkapkan, dalam rapat tersebut telah tercapai kesepakatan antara Pemkab Kediri dan PTPN terkait skema pembangunan infrastruktur penunjang.
“Tadi telah tercapai kata sepakat, pemerintah kabupaten akan membangun jalan beserta drainasenya dan akan dihibahkan kepada PTPN,” ungkapnya.
Menurut Mas Dhito, dalam skema hibah tersebut terdapat sejumlah syarat yang disepakati kedua belah pihak. Salah satunya, jalan yang telah dibangun nantinya diperbolehkan digunakan untuk masyarakat.
Selain itu, setelah bangunan fisik jalan dan drainase dihibahkan oleh pemerintah daerah, tanggung jawab pemeliharaan akan menjadi kewenangan PTPN.
“Dengan tercapainya kesepakatan ini, kita berharap pembangunan sekolah rakyat di Desa Plosokidul bisa segera dimulai,” pungkas Mas Dhito. [nm/aje]
