Bisnis.com, JAKARTA — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menggandeng 7 perusahaan untuk mengembangkan teleskop paling canggih yang bertujuan mencari tanda-tanda kehidupan di seluruh alam semesta.
Diberi nama Habitable Worlds Observatory (HWO), teleskop konsep ini dirancang untuk menganalisis atmosfer planet di luar tata surya (eksoplanet) melalui pengukuran spektrum cahaya yang lewat saat planet mengelilingi bintang induknya. Proyek ini diyakini akan memajukan pencarian biosignature, indikator potensial kehidupan di eksoplanet yang berjarak ratusan hingga ribuan tahun cahaya dari Bumi.
Nasa diketahui memberikan kontrak tiga tahun dengan skema fixed-price kepada tujuh perusahaan diantaranya meliputi Astroscale, BAE Systems Space and Mission Systems, Busek, L3Harris, Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Zecoat. Ketujuh perusahaan ini akan mengeksplorasi tantangan teknis utama dalam pembangunan instrumen kunci teleskop tersebut.
“Umat manusia menantikan terobosan yang mampu dicapai oleh misi ini dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawabnya tentang kehidupan di alam semesta,” ujar Administrator NASA Jared Isaacman dikutip dari Space.com, Selasa (13/1/2026).
NASA menargetkan teleskop ini siap diluncurkan pada akhir 2030an hingga awal 2040an, dilengkapi teknologi yang saat ini belum tersedia di industri. Untuk memenuhi misinya, HWO perlu menjaga stabilitas dalam sistem optiknya yang mampu berfungsi dalam lebar marginal seukuran satu atom.
Disebutkan bahwa desain teleskop yang belum difinalisasi, juga membutuhkan koronograf baru yang ribuan kali lebih mumpuni daripada koronograf luar angkasa yang pernah dibuat. Koronografini dibuat untuk menghalangi sumber foton periferal yang mengganggu agar tidak mendistorsi gambar dan melindungi cahaya dari matahari.
NASA juga menginginkan HWO dapat diperbaiki, sehingga jika terjadi kerusakan atau sesuatu seperti dampak mikrometeoroid, badan antariksa tersebut dapat meluncurkan misi perbaikan untuk memperpanjang umur teleskop.
Pada saat pembangunannya selesai, NASA berharap HWO akan memanfaatkan pengetahuan ilmiah dan kelembagaan yang diperoleh dari misi teleskop ruang angkasa unggulan lainnya, termasuk Hubble, James Webb, dan Grace Roman yang akan diluncurkan akhir tahun ini.
