Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

Nadin Amizah Idap Spasmodic Dysphonia Bikin Susah Nyanyi, Kondisi Apa Itu?

Jakarta

Melalui postingan Instagram Stories, penyanyi Nadin Amizah buka-bukaan kondisi spasmodic dysphonia (SD) yang membuat kemampuan bernyanyinya terganggu. Ia menceritakan selama beberapa waktu ini, ia merasa ada penurunan dalam kemampuan bernyanyinya.

Awalnya, ia mengira itu hanya di pikirannya saja, rupanya ada masalah medis yang melatarbelakanginya. Kondisinya itu membuatnya lebih mudah fals saat bernyanyi hingga mudah pegal saat bernyanyi atau berbicara.

“Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya (nada yg biasanya gambang ditembak jadi susah/almost impossible),” tulis Nadin dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat (9/1/2026).

“Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yg biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yg berat, butuh effort, dan terutama yang paling mengganggu, bikin sakit,” sambungnya.

Cerita Nadin Amizah didiagnosis Spasmodic Dysphonia Foto: Instagram @cakecaine

Nadin rencananya akan menjalani speech therapy, sembari tetap melakukan latihan vokal. Ia berharap bisa terus melakukan proses recovery dan penyembuhan, sambil tetap manggung.

Apa itu spasmodic dysphonia?

Dikutip dari Cleveland Clinic, SD atau juga disebut distonia laring adalah gangguan suara yang memengaruhi laring (kotak suara) dan pita suara. Kondisi ini dapat membuat suara tiba-tiba terputus, terdengar tegang dan tercekik, atau justru sangat lemah dan berembus saat berbicara.

Dalam kondisi normal, pita suara bergetar saat kita berbicara sehingga menghasilkan suara. Namun, pada orang dengan kondisi SD, otot-otot yang mengendalikan pita suara mengalami kejang (spasme) tanpa dapat dikendalikan.

Gejala yang mungkin dialami

Kejang ini bisa menyebabkan pita suara menutup terlalu rapat sehingga suara terdengar tegang, atau justru terlalu terbuka sehingga suara terdengar napas dan lemah. Akibatnya, berbicara menjadi lebih sulit dan kurang jelas dipahami.

SD disebabkan oleh gangguan pada bagian otak yang disebut ganglia basalis, yang berperan dalam mengoordinasikan gerakan otot tak sadar. Kondisi yang menyebabkan gerakan otot tidak terkendali akibat sinyal otak yang tidak normal disebut distonia.

Kondisi ini kebanyakan terjadi pada usia paruh baya 30-60 tahun. Beberapa gejala SD meliputi suara yang terdengar seperti:

Tegang dan tercekik.Serak dan kasar.Berembus, lembut, atau seperti berbisik.Terputus-putus karena bunyi tertentu tiba-tiba terhenti saat berbicara.Bergetar atau gemetar.

Halaman 2 dari 2

(avk/kna)