Minat Pembeli Tak Turun meski Harga Smartphone Naik

Minat Pembeli Tak Turun meski Harga Smartphone Naik

Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga smartphone yang dipicu oleh kelangkaan RAM dan chip tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk membeli smartphone baru.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan di salah satu gerai penjualan ponsel, tepatnya di Erafone yang berada di Islamic Tangerang, promotor Samsung di Erafone, Yosen, mengatakan penjualan smartphone tetap naik di beberapa seri ponsel, terutama di merk Samsung.

Sebagai contoh, Samsung A07 yang semula Rp1.650.000 kini menjadi Rp1.699.000.

Namun, meskipun ada kenaikan harga di beberapa seri smartphone, penjualan smartphone tetap meningkat. Yosen mengaku, dalam beberapa bulan terakhir, dirinya berhasil menjual 25 hingga 35 unit smartphone per bulan untuk semua jenis merk.

“Data-data yang sebelumnya cukup meningkat, Aku pribadi sih ada di range penjualan 25 atau misalkan 35 unit per bulan” kat Yosen kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026). 

Yosen mengakui ketika membeli smartphone pertama kali, mereka mempertimbangkan harga dan metode pembayaran.

Pembeli lebih senang membeli smartphone dengan cara mencicil menggunakan fitur pay later, sehingga mereka tidak terlalu merasa terbebani saat membeli ponsel baru.

Selain itu, sebelum membeli smartphone, pembeli juga memerhatikan spesifikasi seperti kualitas kamera, performa, dan kapasitas RAM yang besar.

Yosen juga memberikan pandangan mengenai kebutuhan smartphone yang paling dicari saat ini. Kebanyakan pembeli menginginkan smartphone dengan kinerja yang baik, terutama terkait dengan penyimpanan, karena banyak pelanggan yang membeli ponsel untuk bermain game online khususnya pembeli anak muda.

Sementara itu untuk orang tua, kebutuhan smartphone juga semakin meningkat, terutama di kalangan pelajar. 

Banyak orang tua mencari ponsel dengan harga relatif terjangkau namun tetap memiliki performa yang bagus untuk anak-anak mereka.

Melihat tren pembelian dan minat konsumen, Yosen menyebutkan bahwa beberapa ponsel yang diprediksi akan mengalami peningkatan penjualan, di antaranya adalah Samsung S26 dan iPhone 17.

Meskipun pada tahun 2026 ini terjadi kenaikan harga di beberapa seri, hal itu tidak menghentikan daya beli masyarakat untuk membeli smartphone. Kebutuhan akan smartphone memang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Selain itu, kemudahan dalam metode pembayaran, seperti pay later, juga turut mempengaruhi.

“Menurut Aku, gak berpengaruh sih. Walaupun harga handphone juga sedikit naik dibeberpa series, itu juga gak berpengaruh. Menurut Aku kebutuhan handphone tetap terus meningkat dan dibutuhkan disetiap tahunnya ,” kata Yosen. (Nur Amalina)