Microsoft Rilis Update Darurat Windows 11 Usai Terima Banjir Keluhan Bug

Microsoft Rilis Update Darurat Windows 11 Usai Terima Banjir Keluhan Bug

Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft baru saja merilis pembaruan darurat atau out-of-band update untuk mengatasi serangkaian bug kritis yang muncul pasca pembaruan keamanan Januari 2026. 

Pembaruan darurat ini difokuskan untuk memperbaiki dua masalah fatal. Masalah pertama adalah kegagalan perangkat Windows 11 untuk melakukan proses mematikan daya (shutdown) atau masuk ke mode hibernasi.

Masalah kedua berkaitan dengan gangguan aksesibilitas kerja jarak jauh. Pengguna Windows 10 dan Windows 11 dilaporkan tidak dapat log in ke perangkat mereka melalui aplikasi koneksi jarak jauh pasca pembaruan awal tahun ini.

Dalam laman resmi “Known Issues”, Microsoft menjelaskan bahwa ketidakmampuan untuk shutdown secara spesifik berdampak pada perangkat Windows 11 yang mengaktifkan fitur Secure Launch. Fitur ini sejatinya merupakan protokol keamanan untuk melindungi komputer dari serangan tingkat firmware saat startup.

Terkait masalah koneksi jarak jauh, Microsoft mengonfirmasi bahwa kegagalan permintaan kredensial menjadi penyebab utama. Hal ini menghalangi pengguna untuk mengakses sistem kerja mereka dari lokasi yang berbeda.

Kendati perbaikan untuk kedua isu vital tersebut telah tersedia, stabilitas sistem operasi di lingkungan kerja masih menjadi sorotan. Melansir laporan dari Windows Latest, Senin (19/1/2026), pembaruan keamanan “Patch Tuesday” Januari 2026 (KB5074109) masih menyisakan sejumlah masalah teknis yang belum tertangani sepenuhnya.

Salah satu gangguan yang paling menonjol adalah fenomena black screen. Pengguna melaporkan bahwa setelah instalasi pembaruan, desktop Windows 11 mengalami pembekuan sesaat, diikuti layar yang menjadi hitam total sebelum kembali normal.

Masalah visual ini teridentifikasi terjadi secara acak pada sebagian kecil PC. Gangguan ini terpantau memengaruhi perangkat yang menggunakan GPU baik dari Nvidia maupun AMD.

Microsoft menyarankan pengguna untuk mengatur ulang latar belakang melalui menu Settings > Personalization sebagai solusi sementara.

Di sektor komunikasi bisnis, aplikasi Outlook Classic juga tidak luput dari dampak bug. Microsoft mengakui adanya masalah di mana aplikasi Outlook terlihat tertutup secara visual, namun proses outlook.exe masih berjalan aktif di latar belakang sistem.

Masalah pada Outlook ini khususnya terjadi pada pengguna yang menggunakan konfigurasi akun POP. Akibatnya, aplikasi tidak dapat dibuka kembali dan memunculkan pesan kesalahan, memaksa pengguna untuk melakukan reboot atau mengakhiri proses via Task Manager.

Menyikapi rentetan kendala ini, Windows Latest menyarankan langkah mitigasi bagi profesional TI yang terdampak parah. Pengguna disarankan untuk mempertimbangkan penghapusan pembaruan KB5074109 atau memperbarui driver GPU jika mengalami gangguan layar hitam berulang.

Rentetan masalah ini menambah daftar tantangan pembaruan Windows dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya pada Oktober lalu, Microsoft juga terpaksa merilis perbaikan darurat untuk Windows 11 terkait masalah pada Windows Recovery Environment. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)