Bisnis.com, JAKARTA— Microsoft memiliki strategi baru untuk menekan pengguna Windows agar tidak mengunduh Google Chrome.
Peramban web tersebut dikenal sebagai salah satu browser paling populer di dunia dengan basis pengguna global mencapai lebih dari 3 miliar orang sejak diluncurkan pada 2008.
Di sisi lain, Microsoft juga memiliki peramban sendiri yakni Microsoft Edge, yang menjadi browser bawaan Windows dan telah digunakan oleh ratusan juta pengguna aktif secara global.
Melansir laman Slashgear pada Selasa (6/1/2026) upaya tersebut dilakukan dengan menonjolkan berbagai keunggulan Microsoft Edge ketika pengguna mencoba mengunduh Google Chrome melalui browser bawaan Windows 11 tersebut.
Kini, pengguna akan dihadapkan pada serangkaian pop-up yang mengajak mereka mempertimbangkan kembali keputusan berpindah ke browser milik Google.
Alih-alih meminta pengguna tetap setia, pop-up tersebut menekankan fitur keamanan Microsoft Edge, seperti mode penjelajahan privat, pemantauan kata sandi, serta perlindungan tambahan terhadap ancaman daring.
Tautan yang disertakan akan mengarahkan pengguna ke halaman khusus berisi penjelasan lebih lanjut mengenai sistem keamanan Edge.
Selain aspek keamanan, Microsoft juga menyoroti fitur lain yang dimiliki Microsoft Edge, termasuk dukungan alat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), fitur perbandingan harga saat berbelanja daring, sinkronisasi tab lintas perangkat, serta efisiensi penggunaan baterai. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Microsoft untuk meningkatkan pangsa pasar Microsoft Edge di tengah dominasi Google Chrome.
Di luar persaingan antara Microsoft Edge dan Google Chrome, pengguna Windows juga memiliki berbagai alternatif browser lain.
Microsoft Edge sendiri diklaim memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibanding Google Chrome, dengan konsumsi RAM dan CPU yang lebih rendah. Browser ini juga mendukung ekstensi miliknya sendiri maupun ekstensi dari Chrome Web Store, serta terintegrasi dengan berbagai layanan Microsoft dan Windows.
Microsoft Edge turut menawarkan fitur eksklusif seperti Collections, yang memungkinkan pengguna mengumpulkan halaman web dan catatan untuk kemudian dikirim ke Microsoft Excel, Word, atau PowerPoint.
Sementara itu, browser lain seperti Brave juga menjadi pilihan dengan fokus pada keamanan dan privasi, menawarkan pemblokiran iklan yang lebih agresif, waktu muat halaman yang lebih cepat, serta penggunaan sumber daya sistem yang lebih efisien.
Ada pula Orion, browser besutan Kagi yang menitikberatkan pada privasi dan performa, meski hingga Desember 2025 masih terbatas pada perangkat macOS dan iOS.
Dengan berbagai pendekatan tersebut, Microsoft berupaya mempertahankan Microsoft Edge sebagai pilihan utama pengguna Windows, di tengah pasar browser yang kian kompetitif dan tidak lagi didominasi oleh dua pemain besar saja.
