MC Dangdut Tuban Dikeroyok, Sempat Lari ke Rumah Warga tapi Tetap Dikejar

MC Dangdut Tuban Dikeroyok, Sempat Lari ke Rumah Warga tapi Tetap Dikejar

Tuban (beritajatim.com) – Kasus pengeroyokan terhadap seorang pemandu acara (MC) hiburan dangdut di Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, masih berlanjut. Korban bernama Andik Dwi Sapto (47) kini dipanggil penyidik kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Peristiwa tersebut terjadi saat hiburan dangdut berlangsung pada Minggu malam (28/12/2025). Insiden bermula setelah acara dinyatakan selesai, namun sejumlah penonton tetap meminta tambahan lagu.

Kasus ini sempat ditangani Polsek Plumpang, namun kini telah dilimpahkan ke Unit Tindak Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tuban.

Andik Dwi Sapto mengatakan, selain dirinya, penyidik juga memanggil sejumlah saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk penyanyi dangdut dan para pemain musik.

“Kronologinya, saat itu penonton naik ke panggung untuk nyawer. Saya sudah membatasi hanya dua sampai tiga orang, tapi yang naik justru sampai lima orang,” ujar Andik, Rabu (7/1/2026).

Ia menuturkan, situasi di atas panggung semakin tidak kondusif. Bahkan, penyanyi sempat terkena puntung rokok dari penonton. Melihat kondisi tersebut, ia khawatir acara akan semakin sulit dikendalikan.

“Saya lalu minta izin kepada pihak pengantin agar acara diselesaikan pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Namun, setelah seluruh artis menyanyikan lagu penutup, seorang penonton kembali meminta tambahan lagu. Permintaan tersebut sempat dipenuhi, tetapi setelah acara benar-benar selesai, penonton kembali memaksa meminta lagu tambahan.

“Saat saya jelaskan tidak bisa, tiba-tiba salah satu penonton bernama Huda langsung menghajar saya hingga terjatuh,” ungkap Andik.

Ia menyebut, saat terjatuh di atas panggung, dirinya terperosok ke arah pohon. Tidak lama kemudian, pelaku lain bernama Lucky ikut memukul dari belakang, disertai tendangan dari beberapa orang.

“Akibatnya saya mengalami luka lebam di bagian kepala dan wajah. Saya sempat lari dan berlindung di rumah warga, bahkan masih dikejar, sebelum akhirnya dilerai warga,” imbuhnya.

Andik berharap kasus tersebut segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keluarga pelaku memang sempat meminta maaf dan saya memaafkan, tapi proses hukum harus tetap berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Plumpang AKP Suganda membenarkan adanya kejadian pengeroyokan tersebut. Ia memastikan perkara telah dilimpahkan ke Polres Tuban untuk penanganan lebih lanjut.

“Kasusnya masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” pungkasnya. [dya/but]