Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Makan Bawang Putih-Timun Bisa Menetralkan Kolesterol? Ini Faktanya

Makan Bawang Putih-Timun Bisa Menetralkan Kolesterol? Ini Faktanya

Jakarta

Tak sedikit masyarakat yang mengklaim makan bawang putih hingga timun dapat menetralisir kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh. Bagaimana faktanya?

Sebagai informasi, kolesterol sendiri sebenarnya bukan zat yang langsung diserap dari makanan, melainkan diproduksi oleh hati. Berbeda dengan trigliserida, yaitu jenis lemak yang beredar dalam darah, yang memang bisa masuk tubuh melalui makanan.

Setelah diserap oleh tubuh, trigliserida diolah di hati (liver) menjadi berbagai jenis kolesterol, seperti LDL (low-density lipoprotein), HDL (high-density lipoprotein), IDL (intermediate-density lipoprotein), dan VLDL (very low-density lipoprotein).

LDL yang sering disebut sebagai ‘kolesterol jahat’ dapat menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular jika kadarnya terlalu tinggi.

Terkait hal tersebut, spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, mengatakan bawang putih hingga timun memang mengandung antioksidan yang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan.

Namun, lanjutnya, belum ada penelitian yang spesifik terkait jumlah kandungan yang dibutuhkan agar berdampak langsung pada kadar kolesterol lantaran kebutuhan setiap orang berbeda.

“Antioksidannya ada. Tapi jumlah yang kita perlukan itu secara saintifik belum ada yang pas. Apakah orang Indonesia sama dengan orang China? Apakah orang Indonesia sama dengan orang Eropa? Nggak ada,” katanya kepada detikcom, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, penelitian terhadap makanan seperti bawang putih hingga timun di Indonesia untuk menetralisir kadar kolesterol masih terbilang cukup terbatas. Tak seperti di China dan Eropa yang kerap melakukan penelitian terhadap bahan alami tersebut.

“Di Eropa mereka sudah melakukan beberapa studi untuk ini juga ya. Di China juga, dia rajin banget bikin studi untuk bahan-bahan, makanan-makanan dasar setiap hari. Tapi di Indonesia kita belum. Jadi ya kami hanya mengambil beberapa dari luar negeri saja. Tapi ada, cuma dosisnya memang masih debatable, dan tiap orang beda,” lanjutnya lagi.

(suc/up)

Merangkum Semua Peristiwa