Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membahas percepatan agenda ketahanan pangan nasional bersama Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam forum retreat di Hambalang, yang menekankan pentingnya percepatan dan integrasi riset untuk mendukung kemandirian pangan nasional.
“Presiden sudah menyampaikan dengan sangat jelas: tidak boleh ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. Karena itu, pendekatan kita tidak bisa lagi sektoral,” ujar Luhut, Kamis (8/1/2026).
“Kita harus satukan kekuatan seluruh lembaga riset, dari BRIN, IPB, UGM, IT Del, hingga TSTH2. Kalau semua bersinergi, saya yakin kita bisa membuat lompatan besar untuk ketahanan pangan nasional,” tegas dia.
Salah satu fokus utama adalah dukungan terhadap riset pengembangan bibit bawang putih unggul. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor benih dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara swasembada bawang putih, seperti yang pernah dicapai pada 1995.
Luhut juga menekankan pentingnya pendekatan riset berbasis sains dan teknologi, termasuk pemanfaatan superkomputer H200 dan B200, serta mesin genomik T7 terintegrasi.
Saat ini pendekatan tersebut tengah disiapkan di kawasan TSTH2 (Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura) sebagai pusat kolaborasi nasional dalam pengembangan varietas unggul tanaman hortikultura dan herbal.
Genebank Nasional dan Seeding Industry
Selain itu, Prabowo juga telah memberikan arahan khusus mengenai pentingnya pembangunan Genebank nasional dan penguatan seeding industry di dalam negeri.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314559/original/058973900_1755091664-1000013595.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)