Lawan Arah di Malaysia Bisa Dipenjara 5 Tahun, Denda Rp 60 Juta

Lawan Arah di Malaysia Bisa Dipenjara 5 Tahun, Denda Rp 60 Juta

Jakarta

Berbeda dengan Indonesia, Malaysia menganggap pengendara lawan arah sebagai pelanggaran serius. Bahkan, pelakunya bisa dihukum sangat berat, mulai dari kurungan penjara hingga denda yang benar-benar besar.

Disitat dari laman resmi Kementerian Transportasi Malaysia, Senin (12/1), larangan mengenai lawan arah di jalan raya tertulis dalam Road Transport Act 1987 (Akta 33) yang berlaku di seluruh kawasan di Negeri Jiran.

Pada aturan tersebut, kegiatan melawan arah dikelompokkan sebagai reckless and dangerous driving atau berkendara secara sembrono dan berbahaya. Bukan hanya mobil, aturan itu juga berlaku untuk kendaraan roda dua alias motor.

“Setelah terbukti bersalah, akan dihukum dengan penjara selama jangka waktu tidak melebihi lima tahun, kemudian denda tidak kurang dari lima ribu ringgit dan tidak lebih dari 15 ribu ringgit,” demikian bunyi Pasal 42 Ayat 1 dalam aturan tersebut.

Jalan Raya di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Doc. SCMP

Menariknya, jika pengendara ketahuan melakukan pelanggaran lebih dari sekali, hukumannya akan lebih berat. Hal itu tertulis di pasal dan ayat yang sama.

“Jika melakukan pelanggaran kedua atau selanjutnya, maka dihukum penjara selama jangka waktu tidak melebihi 10 tahun, kemudian denda tidak kurang dari 10 ribu ringgit dan tidak lebih dari 20 ribu ringgit,” begitu isi aturannya.

Jika dikonversi ke rupiah, maka 20 ribu ringgit setara Rp 82 jutaan. Bayangkan, bagaimana jika hukuman tersebut diberlakukan di Indonesia. Wah, bisa-bisa tabungan hasil kerja bertahun-tahun langsung habis!

Pemotor di Penang, Malaysia. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Sementara menurut sumber lain seperti Malaymail, pelanggar terkait juga bisa dicabut SIM-nya dan dilarang mengemudi hingga maksimum dua tahun.

Penulis telah mengunjungi sejumlah lokasi di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur dan Penang Island. Kami tak pernah melihat pengendara motor atau mobil melawan arah di jalan-jalan besar. Mereka benar-benar lebih teratur dibandingkan kebanyakan pengendara di Indonesia.

(sfn/din)