Kurangi Porsi Makan hingga ‘Skip’ Nasi Tapi BB Segitu-gitu Aja? Ini Catatan Dokter

Kurangi Porsi Makan hingga ‘Skip’ Nasi Tapi BB Segitu-gitu Aja? Ini Catatan Dokter

Jakarta

Sudah makan sedikit sampai rela mengurangi porsi makan, tetapi berat badan tak juga turun? Kondisi ini sering bikin frustasi, terlebih ketika usaha diet terasa sudah maksimal.

Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menjelaskan kemungkinan kesalahan yang dilakukan saat diet. Pada banyak kasus, beberapa orang langsung membatasi asupan makan secara ekstrem.

“Sebenarnya yang kayak gitu mungkin karena dietnya terlalu ekstrem, mungkin saat diet oh saya cuma boleh makan sayur saja, atau misalnya saya cuma makan sayur satu sama putih telur deh setiap hari,” sorotnya, dalam bincang bersama di detikSore, Jumat (2/1/2026).

Walhasil, tanpa disadari camilan menjadi pilihan untuk mengurangi rasa lapar yang muncul. Padahal, kalorinya bisa lebih tinggi dari satu porsi makan besar.

“Misalnya kopi dan teman-temannya, ada sirupnya, ada gulanya, ada whipped cream. Pastry saja itu kalorinya bisa 2 setengah sampai 3 porsi nasi, dalam satu kali makan. Kopinya yang ukuran kecil itu satu sampai 2 porsi nasi,” lanjut dia.

@detikhealth_official

Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. “Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

♬ original sound – detikHealth

dr Ingrid menekankan kesalahan-kesalahan semacam ini sering tidak disadari. Ia menyarankan lebih baik tetap menjalani pola makan ideal, dengan kaya gizi termasuk karbohidrat, protein, juga serat.

Tidak perlu langsung mengurangi asupan makanan secara berlebihan. Hal ini malah membuat tubuh lebih mudah lapar dan bisa muncul ajang ‘balas dendam’ di kemudian hari lantaran merasa sudah berhasil memangkas porsi konsumsi sebelumnya.

“Jadi bisa sekali jajan 5 hingga 6 kali porsi setara nasi yang masuk, tapi kita nggak sadar. Saya nggak mau makan nasi ah, tetapi kemudian lapar, coba jajan dulu apa gitu kan, itu hal-hal yang bikin nggak sadar,” sambungnya.

“Jadi nggak perlu juga langsung diet makan semua dikukus, nggak pakai garam, rasanya nggak enak, tapi mulai bertahap di mengurangi asupan karbo, perbanyak protein dan serat.”

Halaman 2 dari 2

(rfd/naf)