Jakarta –
Dahulu, jemaah haji datang ke kota suci Makkah dengan berjalan kaki. Namun kini mereka bisa datang dengan kereta berkecepatan tinggi Haramain High Speed Railway (HHSR).
Sekitar 50 kali sehari, transportasi ramping bermoncong panjang ini melesat melintasi gurun panas terik di Arab Saudi, mencapai kecepatan hingga 300 kilometer per jam, membawa para peziarah dan penumpang lain.
Kereta api tersebut, yang termasuk dalam 10 kereta tercepat di dunia, hanyalah permulaan dari jaringan kereta api yang diperkirakan akan berkembang di seluruh kerajaan Timur Tengah karena negara tersebut menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur untuk meningkatkan pariwisata dan mendiversifikasi pendapatan selain minyak.
Dari Jeddah, kota terbesar kedua di negara ini, para peziarah dan wisatawan kini dapat berpindah dari terminal kedatangan Bandara Internasional King Abdulaziz ke stasiun tempat kereta ekspres listrik melaju ke seluruh negeri.
Memasuki musim haji, negara ini menambah sejumlah kereta untuk menangani banyaknya wisatawan yang datang untuk melaksanakan haji dan umrah.
“Dengan jaringan jalan dan kereta api yang terhubung dengan baik, layanan shuttle bus, dan infrastruktur terintegrasi, jemaah dijamin mendapatkan pengalaman perjalanan yang lancar, terlepas dari bahasa atau kebutuhan unik mereka,” kata Tawfiq Al Rabiah, Menteri Urusan Haji Kerajaan Arab Saudi, dikutip dari CNN, Selasa (11/6/2024).
Meskipun hanya umat Islam yang dapat mengunjungi Makkah, semua wisatawan dapat menikmati kereta cepat Haramain di jalur sepanjang 450 kilometer yang membentang di sepanjang garis pantai Laut Merah Saudi.
Haramain, yang berarti ‘dua tempat suci’ dalam bahasa Arab, diambil dari nama kota suci Makkah dan Madinah yang terletak di ujung garis yang berlawanan. Dibuka pada tahun 2018, bandara ini juga menghubungkan bandara Jeddah, Jeddah Al-Sulimaniyah (dekat pusat kota) dan Kota Ekonomi Raja Abdullah.
Menggunakan Kereta Haramain
Calon penumpang kereta Haramain bisa membeli tiket melalui aplikasi HHR Train yang tersedia di App Store dan Play Store dalam bahasa Inggris dan Arab. Jangan lupa siapkan paspor, karena calon penumpang harus mengisi informasi ID sebelum klik ‘bayar.’
Tiket ekonomi antara Jeddah Al-Suleimanyah dan King Abdullah Economic City (KAEC) adalah 57,50 riyal Saudi, (sekitar Rp 248 ribu), sedangkan kursi kelas bisnis berharga 97,75 riyal (sekitar Rp 424 ribu). Aplikasi ini menerima Apple Pay dan opsi dompet digital lainnya.
Aplikasi ini menunjukkan tata letak gerbong kereta sehingga penumpang dapat memilih tempat duduk dekat jendela atau lorong dan memutuskan apakah mereka ingin menghadap ke arah perjalanan atau tidak. Saat memesan untuk grup atau keluarga, aplikasi akan secara otomatis memilih kursi bersebelahan jika tersedia.
Untuk jalur ziarah, perjalanan dari Jeddah ke KAEC yang jaraknya 111 kilometer, bisa ditempuh hanya dalam waktu 32 menit saja.
Masa depan kereta cepat Arab Saudi
Menariknya, meskipun penumpang tidak dapat melihat pengemudi kereta, ada kemungkinan kereta dikemudikan oleh masinis perempuan. Pada Januari 2023, angkatan pertama yang terdiri dari 32 orang perempuan lulus dari program pelatihan satu tahun di Politeknik Kereta Api Arab Saudi, sehingga mereka mendapatkan lisensi untuk menjalankan kereta berkecepatan tinggi di jaringan Haramain.
Sebaliknya, pada tahun 2018, ketika jalur kereta api pertama kali dibuka, perempuan di Kerajaan Arab Saudi baru diperbolehkan mengemudikan mobil.
Jika berbicara tentang kereta api berkecepatan tinggi, jalur Haramain hanyalah permulaan di Arab Saudi. Negara tersebut melakukan peningkatan pada jalur yang ada di barat laut, dengan rencana pembangunan kereta berkecepatan lebih tinggi.
Pada Januari 2022, Menteri Investasi Arab Saudi Khalid al-Falih mengumumkan rencana untuk membangun rel kereta api sepanjang 8.000 kilometer di seluruh negeri.
(rns/fay)