Kecelakaan Lalu Lintas di Mojokerto Kota 2025 Naik 1 Persen, Fatalitas Korban Menurun

Kecelakaan Lalu Lintas di Mojokerto Kota 2025 Naik 1 Persen, Fatalitas Korban Menurun

Mojokerto (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota pada tahun 2025 disebut mengalami kenaikan sebesar 1 persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, tingkat fatalitas korban kecelakaan justru mengalami penurunan.

Data tersebut disampaikan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Mojokerto Kota, Kompol Sulianto, didampingi Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang digelar di Ruang Hayam Wuruk Mapolres Mojokerto Kota, Senin (29/12/2025).

“Angka kecelakaan di tahun 2024 sebanyak 368 kasus, sementara di tahun 2025 sebanyak 363 kasus,” ungkap Kompol Sulianto.

Meski disebut terjadi kenaikan secara persentase, Kompol Sulianto menegaskan bahwa tingkat fatalitas korban kecelakaan mengalami penurunan. Jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2024 tercatat sebanyak 54 orang, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 48 orang atau turun sekitar 11 persen.

“Untuk korban luka berat juga mengalami penurunan dari 7 korban di tahun 2024 menjadi 1 korban di tahun 2025 atau turun 86 persen. Namun korban luka ringan mengalami kenaikan sebesar 7 persen, dari 436 korban di tahun 2024 menjadi 465 korban di tahun 2025,” jelasnya.

Selain itu, nilai kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2024, kerugian tercatat sebesar Rp475.800.000, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi Rp240.000.550 atau turun sekitar 50 persen.

Namun demikian, jumlah kendaraan roda dua yang terlibat kecelakaan justru mengalami peningkatan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 529 unit sepeda motor terlibat kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 553 unit atau naik 5 persen.

“Untuk mobil penumpang dan mobil barang yang terlibat kecelakaan di tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Mobil penumpang turun 15 persen dari 55 unit menjadi 43 unit, sementara mobil barang dari 84 unit menjadi 64 unit. Untuk pejalan kaki yang terlibat kecelakaan mengalami kenaikan 7 persen,” ujarnya.

Jumlah kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki tercatat naik dari 27 kasus pada tahun 2024 menjadi 29 kasus pada tahun 2025.

Dalam konferensi pers tersebut, Polres Mojokerto Kota juga memaparkan data pelanggaran lalu lintas selama tahun 2025. Pelanggaran yang dicatat meliputi tilang manual, tilang elektronik (ETLE), tilang elektronik INCAR, serta teguran simpatik.

“Tilang manual mengalami penurunan sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 4.586 pelanggaran di tahun 2024 menjadi 2.442 pelanggaran di tahun 2025. ETLE juga mengalami penurunan dari 1.334 pelanggaran di tahun 2024 menjadi 518 pelanggaran di tahun 2025 atau turun 68 persen,” tuturnya.

Sementara itu, pelanggaran melalui sistem INCAR dan teguran simpatik justru mengalami peningkatan. INCAR meningkat 87 persen dari 322 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 1.368 pelanggaran pada tahun 2025. Teguran simpatik juga naik 34 persen, dari 15.081 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 18.062 pelanggaran pada tahun 2025.

Dengan demikian, total pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota pada tahun 2025 tercatat meningkat 19 persen, dari 21.324 pelanggaran di tahun 2024 menjadi 23.390 pelanggaran di tahun 2025.

Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Galih Yasir Mubarroq menambahkan, pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua.

“Kendaraan yang banyak melakukan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota didominasi kendaraan roda dua sebanyak 4.580 kasus, disusul truk 280 kasus, mobil pribadi 238 kasus, pick up 211 kasus, dan bus sebanyak 19 kasus,” pungkasnya. [tin/beq]