Keajaiban ‘Darah Emas’ Rh-Null, Cuma Dimiliki 50 Orang di Dunia

Keajaiban ‘Darah Emas’ Rh-Null, Cuma Dimiliki 50 Orang di Dunia

Jakarta

Di dunia medis, golongan darah O sering dianggap sebagai donor universal. Namun, ada golongan darah yang jauh lebih langka dan sangat berharga hingga dijuluki sebagai ‘darah emas’ (golden blood).

Golongan darah tersebut adalah Rh-null. Saking langkanya, jenis ini tercatat hanya dimiliki oleh sekitar 50 orang di seluruh dunia. Bagi para pemiliknya, kecelakaan kecil bisa menjadi ancaman nyawa karena mencari donor yang cocok hampir mustahil dilakukan.

Bahkan, mereka disarankan untuk membekukan darah sendiri sebagai cadangan jangka panjang.

Secara umum, golongan darah ditentukan oleh penanda yang disebut antigen di permukaan sel darah merah. Sebagian besar orang memiliki beberapa dari 50 jenis antigen Rhesus (Rh). Namun, orang dengan golongan darah Rh-null sama sekali tidak memiliki ke-50 antigen tersebut.

“Jika seseorang menerima transfusi darah dengan antigen yang berbeda dari darah sendiri, sistem imun akan menyerang darah tersebut dan ini bisa berakibat fatal,” jelas Ash Toye, profesor biologi sel dari University of Bristol kepada BBC Science.

Mengapa Dijuluki “Darah Emas”?

Meski pemiliknya kesulitan menerima darah dari orang lain, darah Rh-null justru sangat diincar oleh peneliti. Karena tidak memiliki antigen Rh sama sekali, darah ini bisa diterima oleh hampir semua orang dengan jenis Rhesus apa pun.

Dalam situasi darurat ketika golongan darah pasien tidak diketahui, darah Rh-null tipe O bisa diberikan dengan risiko reaksi penolakan yang sangat rendah. Inilah alasan mengapa darah ini dianggap sebagai donor universal yang sebenarnya di mata komunitas medis.

Mengingat jumlah pemiliknya yang sangat sedikit (hanya 1 dari 6 juta orang), para ilmuwan kini berlomba-lomba untuk memproduksi darah Rh-null secara buatan di laboratorium melalui beberapa metode salah satunya Teknologi Edit Gen (CRISPR).

Peneliti di Inggris dan AS mencoba ‘menghapus’ antigen dari sel darah normal agar sel tersebut menjadi ultra-kompatibel seperti Rh-null.

Meski teknologinya sudah ada, memproduksi darah buatan dalam skala besar masih butuh waktu lama. Kendala utamanya adalah biaya yang sangat mahal dan sulitnya meniru cara alami tubuh manusia dalam mematangkan sel darah merah di luar tubuh.

Halaman 2 dari 2

(kna/kna)