Jakarta –
Sebuah peringatan serius muncul dari laporan terbaru Global Burden of Disease yang dipublikasikan jurnal The Lancet. Kasus kanker di seluruh dunia tercatat meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990, dan diprediksi akan terus melonjak hingga menembus angka 30 juta kasus baru per tahun pada 2050.
Data menunjukkan sebuah fakta yang mengejutkan. Sekitar 42 persen kematian akibat kanker (atau sekitar 4,3 juta jiwa pada tahun 2023) ternyata berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa kita ubah.
Para peneliti mengidentifikasi 44 faktor risiko yang dapat dimodifikasi, dengan beberapa pemicu utama sebagai berikut:
Penggunaan Tembakau: Masih menjadi musuh nomor satu, menyumbang 21 persen dari total kematian kanker global.Pola Makan Tidak Sehat dan Gula Darah Tinggi: Menjadi pemicu dominan di negara-negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.Obesitas dan Polusi Udara: Dua faktor yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern dan urbanisasi.Perilaku Seks Tidak Aman: Menjadi faktor risiko utama di negara-negara berpenghasilan rendah, terutama terkait penularan virus pemicu kanker seperti HPV.
Kanker Payudara dan Paru-paru Mendominasi
Hingga tahun 2023, kanker payudara tercatat sebagai jenis yang paling sering didiagnosis. Sementara itu, kanker saluran pernapasan (trakea, bronkus, dan paru-paru) tetap menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.
Hal ini memperkuat bukti bahwa faktor lingkungan dan kebiasaan merokok masih memiliki dampak yang sangat mematikan.
Dr Lisa Force dari University of Washington menekankan bahwa data ini harus menjadi alarm bagi pemerintah di seluruh dunia. Mengandalkan pengobatan saja tidak akan cukup untuk membendung “tsunami” kanker di masa depan.
Walau pertumbuhan populasi dan penuaan menjadi faktor alami kenaikan kasus, gaya hidup tetap memegang peran krusial. Dengan memperbaiki pola makan, menjaga berat badan, dan menjauhi rokok, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan paling kuat untuk melawan ancaman kanker di masa depan.
Halaman 2 dari 2
(kna/kna)
