Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

Kamera Lalu Lintas Dipasang AI, Ribuan Pengendara Kena Tilang

Bisnis.com, Jakarta — Pemerintah Yunani memulai penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) pada infrastruktur kamera pengawas lalu lintas di wilayah Athena dan Attica. 

Dalam uji coba yang dilakukan di 8 lokasi berisiko tinggi di Athena, efektivitas sistem ini terlihat dari volume data yang dihasilkan secara instan. Kamera yang dipasang secara mencolok di Syngrou Avenue, mencatat lebih dari 1.000 pelanggaran hanya dalam sepekan setelah diaktifkan.

Pelanggaran yang mendominasi temuan tersebut antara lain penggunaan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, sistem juga merekam pelanggaran batas kecepatan dan penerobosan lampu merah di berbagai lokasi lainnya.

Menteri Tata Kelola Digital Yunani Dimitris Papastergiou mengatakan bahwa sistem percobaan ini merupakan langkah awal sebelum peluncuran platform penegakan elektronik terpadu berskala nasional. 

Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pemrosesan data pelanggaran dilakukan dengan cepat dan terintegrasi.

“Pengemudi yang tertangkap akan menerima pemberitahuan digital pada hari yang sama disertai bukti foto,” kata Papastergiou dikutip dari SlashGear, Rabu (07/1/2026).

Papastergiou menjelaskan bahwa para pelanggar memiliki waktu 13 hari untuk mengajukan keberatan atas bukti yang disajikan. Saat ini, kamera percontohan masih terhubung dengan sistem Polisi Lalu Lintas yang sudah ada, namun nantinya akan beralih sepenuhnya ke sistem manajemen pelanggaran elektronik baru.

Pemerintah Yunani juga berencana melakukan perluasan jaringan kamera secara masif melalui proses tender. Target akhirnya adalah pengoperasian 2.500 unit kamera di seluruh jaringan jalan raya.

Rencana tersebut mencakup pemasangan 2.000 kamera tetap di lokasi-lokasi rawan kecelakaan, termasuk penambahan 388 unit khusus untuk wilayah Attica. Sementara itu, 500 unit sisanya akan dipasang pada armada bus umum untuk memantau sterilisasi jalur khusus bus.

Kendati demikian, Papastergiou menegaskan bahwa fokus utama dari investasi teknologi ini bukanlah pada aspek penghukuman semata.

“Ini merupakan keputusan politik dengan tujuan sosial yang jelas, yaitu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

Di sisi lain, penerapan teknologi ini memicu perdebatan mengenai privasi dan perlindungan data pribadi, mengingat kemampuan sistem untuk melacak pergerakan kendaraan secara terpusat. 

Kekhawatiran serupa juga muncul di negara lain, seperti kasus di perbatasan Texas-Oklahoma, Amerika Serikat, di mana kamera mencatat data warga yang taat hukum.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Yunani menjamin bahwa data yang dikumpulkan akan dienkripsi dan proses penanganan pelanggaran dilakukan secara transparan. Warga juga dipastikan memiliki akses penuh terhadap bukti dan mekanisme banding. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)