Jalan Rusak di Gresik Tersisa 3,48 Persen, Pemkab Siapkan 27 Paket Proyek Strategis pada 2025

Jalan Rusak di Gresik Tersisa 3,48 Persen, Pemkab Siapkan 27 Paket Proyek Strategis pada 2025

Gresik (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Gresik melaporkan sisa kerusakan jalan kabupaten kini hanya tinggal 3,48 persen atau sepanjang 19,75 kilometer dari total 566,61 kilometer jalan yang ada. Berdasarkan data terbaru per Desember 2025, tingkat kemantapan jalan yang mencakup kondisi baik dan sedang telah mencapai 399,21 kilometer atau sebesar 70,46 persen.

Kepala DPU-TR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen untuk menekan angka kerusakan jalan secara signifikan. Program perbaikan yang dilakukan sejak 2021 hingga saat ini menunjukkan progres positif, termasuk dalam mendukung ketersediaan lahan untuk jalan nasional.

“Kami sejak 2021 hingga kini sudah menyelesaikan berbagai perbaikan jalan. Termasuk menyediakan lahan untuk perbaikan jalan nasional,” katanya, Selasa (23/12/2025).

Data teknis DPU-TR merinci kondisi jalan saat ini terdiri dari jalan kategori baik sepanjang 272,02 kilometer (48,01%) dan kategori sedang sepanjang 127,19 kilometer (22,45%). Sementara itu, jalan yang mengalami rusak ringan tercatat sepanjang 147,65 kilometer atau sekitar 26,06 persen.

Dari sisi jenis perkerasan, jalan aspal hotmix masih mendominasi infrastruktur di Gresik dengan panjang 272,54 kilometer (48,10%). Selain itu, terdapat jalan paving sepanjang 224,93 kilometer (39,70%), beton 53,07 kilometer (9,37%), serta material lapen atau makadam dan tanah dengan persentase di bawah 2 persen.

Selain fokus pada akses jalan, Dhiannita juga memberikan perhatian pada infrastruktur jembatan yang berjumlah 279 unit. Sebanyak 67 jembatan dalam kondisi baik (24,01%), 156 unit kondisi sedang (55,91%), 46 unit rusak ringan (16,49%), dan 10 unit atau 3,58 persen dikategorikan sebagai rusak berat.

Memasuki tahun anggaran 2025, DPU-TR Gresik telah memetakan 27 paket pekerjaan strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah. Proyek ini mencakup peningkatan jalan, pelebaran, rekonstruksi, hingga pembangunan jembatan baru dan perbaikan fasilitas di Pulau Bawean.

“Tahun ini kami menyiapkan 27 paket pekerjaan. Terdiri dari 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran, 2 paket rekonstruksi serta 3 paket pekerjaan jembatan. Termasuk pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung di Pulau Bawean,” paparnya.

Rencana volume pekerjaan tahun 2025 terdiri dari peningkatan jalan aspal sepanjang 645 meter dan beton 7.571 meter. Untuk pelebaran jalan, dialokasikan aspal 4.687,5 meter serta beton 4.298 meter, sedangkan rekonstruksi jalan mencakup aspal 262 meter dan beton 627 meter.

“Total volume lelang pekerjaan jalan tahun 2025 mencapai 18.090,5 meter, belum termasuk pemeliharaan rutin yang mencapai 6.377 meter. Secara keseluruhan, total pekerjaan jalan Bina Marga 2025 mencapai 24.467,5 meter,” imbuhnya. [dny/ian]