Instagram Buka Suara Usai Banyak Pengguna Terima Notifikasi Reset Password

Instagram Buka Suara Usai Banyak Pengguna Terima Notifikasi Reset Password

Bisnis.com, JAKARTA— Meta Platforms Inc. angkat bicara setelah banyak pengguna Instagram melaporkan menerima email permintaan pengaturan ulang kata sandi (password reset) secara berulang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran publik terkait dugaan kebocoran data pengguna.

Menanggapi hal tersebut, Meta  menegaskan tidak terjadi pelanggaran sistem. Juru bicara Meta menyatakan perusahaan telah memperbaiki celah yang memungkinkan pihak eksternal memicu pengiriman email pengaturan ulang kata sandi kepada sebagian pengguna Instagram.

“Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak luar meminta pengiriman email pengaturan ulang kata sandi untuk beberapa pengguna Instagram. Kami ingin meyakinkan bahwa tidak ada pelanggaran sistem dan akun Instagram pengguna tetap aman,” kata juru bicara Meta dikutip dari laman DailyMail pada Minggu (11/1/2026), 

Meta juga meminta pengguna untuk mengabaikan email tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas kebingungan yang ditimbulkan. Sebelumnya, sejumlah pakar keamanan siber melaporkan bahwa sekitar 17,5 juta akun Instagram diduga menjadi target kebocoran data. 

Informasi yang disebut-sebut beredar di dark web mencakup nama pengguna, nama lengkap, alamat email, nomor telepon, sebagian alamat fisik, serta detail kontak lainnya. Informasi mengenai dugaan kebocoran tersebut pertama kali diungkap oleh perusahaan keamanan siber Malwarebytes melalui platform X pada 10 Desember 2025. 

Malwarebytes menyebut data tersebut diduga telah dibagikan kepada pelaku kejahatan siber. Meski demikian, laporan tersebut menyebutkan data yang beredar tidak mencakup kata sandi akun. 

Namun, informasi pribadi yang bocor tetap berpotensi disalahgunakan, termasuk untuk pencurian identitas dan penipuan finansial.

Menurut laporan CyberInsider, data tersebut diduga berasal dari kebocoran antarmuka pemrograman aplikasi (API) Instagram pada 2024. 

Dalam insiden itu, peretas disebut berhasil melewati sistem perlindungan standar untuk mengumpulkan data sensitif pengguna. Dataset tersebut kemudian dipublikasikan oleh pihak dengan nama alias “Solonnik” di forum BreachForums pada Rabu dan ditawarkan secara gratis. Dataset itu diklaim berisi lebih dari 17 juta catatan pengguna.

Seiring dengan beredarnya laporan tersebut, ribuan pengguna Instagram dilaporkan menerima email yang menyatakan adanya permintaan pengaturan ulang kata sandi pada akun mereka. Email tersebut berisi tombol “Reset Password” serta pemberitahuan kata sandi tidak akan berubah apabila email tersebut diabaikan.