Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan telah melayani 10,2 juta pelanggan selam masa Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, total penumpang kumulatif tersebut tercatat lalu lalang di 37 bandara yang InJourney kelola di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terpantau turun tipis dari periode Nataru 2024/2025 yang sekitar 10,24 juta orang.
Pergerakan penumpang tertinggi pada arus keberangkatan sebelum Natal ada pada 24 Desember 2025 yakni 543.000 penumpang, serta sebelum Tahun Baru 2026 pada 28 Desember 2025 sebanyak 531.000 penumpang.
“Adapun pada arus balik, pergerakan tertinggi pada 4 Januari 2026 menyentuh hampir 560.000 penumpang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Menilik realisasi penumpang di bandara-bandara InJourney, jumlah tersebut terpantau lebih rendah dari prediksi awal yang mencapai 10,54 juta penumpang atau setidaknya meningkat 4,1% year on year (YoY).
Sementara dengan realisasi terkini, artinya jumlah penumpang yang InJourney layani kontraksi sebesar -0,39% YoY.
Adapun, pergerakan pesawat sepanjang Nataru 2025/2026 mencapai sekitar 76.000 penerbangan, termasuk sekitar 2.000 penerbangan tambahan (extra flight).
Lima bandara tersibuk adalah Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) dengan total 3,5 juta penumpang dan 23.000 penerbangan), yang diikuti oleh I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) sebanyak 1,4 juta penumpang dengan 9.000 penerbangan.
Kemudian Juanda Surabaya (SUB) tercatat melayani 863.000 penumpang dengan 6.000 penerbangan, Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) yang melayani 603.000 penumpang dengan 4.000 penerbangan.
Terakhir, kepadatan juga terpantau di Kualanamu Deli Serdang (KNO) dengan total 486.000 penumpang dan melayani 4.000 penerbangan.
Rizal menyampaikan, dalam pelaksanaan monitoring angkutan Nataru, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang dapat dikelola dengan baik.
“Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pengguna jasa, dan juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada layanan yang dinilai belum sempurna,” lanjutnya.
Selama periode itu pula, InJourney mampu mendorong optimalisasi operasional bandara melalui utilisasi slot time atau ketersedian waktu keberangkatan penerbangan dan kedatangan penerbangan di seluruh bandara.
Secara kumulatif pada Nataru 2025/2026, utilisasi hampir menyentuh 90% atau lebih tinggi dibandingkan dengan Nataru 2024/2025 sebesar 84%.
