Jakarta –
Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk dan di belakang lambung. Organ ini berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah untuk membentuk urine serta menjaga keseimbangan zat kimia dalam tubuh, seperti natrium, kalium, dan kalsium.
Jika ginjal rusak, fungsi kerjanya akan menurun. Akibatnya, limbah dan kelebihan cairan tidak dapat dikeluarkan dengan baik, sehingga menumpuk di dalam tubuh dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Sebagian besar orang dengan penyakit ginjal tahap awal tidak mengalami gejala apa pun, sehingga tidak menyadari adanya masalah pada organ ini. Pada tahap lanjut, yang dikenal sebagai penyakit ginjal tahap akhir (End-Stage Kidney Disease atau ESKD), kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala.
Penyakit ginjal tahap akhir (End-Stage Kidney Disease/ESKD), juga dikenal sebagai gagal ginjal tahap akhir, terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan dan mencapai tahap lanjut. Pada kondisi ini, ginjal tidak lagi dapat bekerja dengan baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Dikutip dari The University of Adelaide terkait End-Stage Kidney Disease and Oral Health, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
kehilangan nafsu makan, mual, dan muntahkelelahan dan kelemahansakit kepalafrekuensi buang air kecil berkurangnyeri dada (jika cairan menumpuk di sekitar jantung)sesak napas (jika cairan menumpuk di paru-paru)retensi cairan di tangan, wajah, dan kaki, menyebabkan pembengkakantekanan darah tinggi (hipertensi)kesulitan tidurpenurunan ketajaman mentalkedutan dan kram ototpenumpukan racun dalam darah dapat menyebabkan gatal terus-menerus di seluruh tubuhmerasa kedinginansindrom kaki gelisahrasa logam di mulut
Pengidap penyakit ginjal juga dapat mengalami gangguan kesehatan mulut. Hal ini disebabkan oleh bakteri penyebab kerusakan gigi dan penyakit gusi yang dapat masuk ke aliran darah, terutama jika sistem kekebalan tubuh lemah. Setelah masuk ke dalam darah, bakteri dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berkontribusi pada kerusakan ginjal.
Pada pasien ESKD, bakteri dari mulut dapat memperberat beban ginjal yang sudah melemah, meningkatkan risiko infeksi darah fatal (sepsis). Sebaliknya, ESKD juga dapat menyebabkan perubahan pada kesehatan mulut akibat perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh.
Pasien ESKD dapat mengalami gangguan pada gigi, mukosa mulut, tulang pendukung gigi, kelenjar ludah, dan lidah. Hubungan erat antara kesehatan ginjal dan kesehatan mulut ini menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Sebagai contoh, infeksi akibat penyakit gusi atau kerusakan gigi yang parah bisa membuat seseorang tidak memenuhi syarat untuk transplantasi ginjal atau menunda prosedur transplantasi hingga perawatan giginya selesai.
Adapun masalah kesehatan mulut yang bisa muncul, di antaranya:
mulut keringgusi berdarahgigi berlubanggigi goyangbau mulut seperti amoniaadanya lapisan di lidahsariawankehilangan atau perubahan rasa, termasuk rasa logam di mulutpembesaran gusi (hiperplasia)
(suc/suc)