IFH Kabupaten Mojokerto Desember 2025 Naik 0,92 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

IFH Kabupaten Mojokerto Desember 2025 Naik 0,92 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

Mojokerto (beritajatim.com) – Indeks Fluktuasi Harga (IFH) Kabupaten Mojokerto pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,92 persen. Angka ini sejalan dengan tren inflasi yang terjadi di seluruh kabupaten/kota penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, yang secara agregat mencapai 0,76 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,64 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa kenaikan IFH di akhir tahun 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas strategis, khususnya dari kelompok pangan.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan IFH, disusul kelompok transportasi, penyediaan makanan dan minuman atau restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang mengalami kenaikan akibat terganggunya pasokan selama musim hujan,” ungkapnya, Jumat (9/1/2026).

Bambang menjelaskan, dari sisi permintaan, konsumsi masyarakat relatif stabil bahkan cenderung meningkat menjelang akhir tahun. Sementara itu, faktor cuaca memberikan tekanan pada produksi hortikultura, yang diperparah oleh panjangnya rantai distribusi, sehingga memicu volatilitas harga komoditas tertentu, terutama cabai rawit.

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga tercatat mendorong kenaikan harga rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya.

“Antara lain bensin, bawang merah, tomat sayur, daun bawang, wortel, emas perhiasan, tahu mentah, hingga solar. Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga, seperti kelapa, daging ayam ras, udang basah, cabai merah, gula pasir, brokoli, nanas, rempela hati ayam, dan ikan gurame,” katanya.

Menurut Bambang, penurunan harga kelapa menjadi salah satu faktor penting yang mampu menahan tekanan kenaikan IFH. Meningkatnya pasokan seiring masuknya masa panen serta kelancaran distribusi membuat harga kelapa cenderung turun dan membantu meredam fluktuasi harga secara keseluruhan.

Secara kumulatif, laju IFH Kabupaten Mojokerto sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar 2,82 persen. Angka tersebut juga tercermin pada laju IFH year on year (YoY) dari Desember 2024 hingga Desember 2025.

“Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan yang rentan bergejolak akibat faktor cuaca dan distribusi,” pungkasnya. [tin/beq]