IDPRO Ungkap Kapasitas Data Center Nasional Masih di Bawah 1 Watt per Kapita

IDPRO Ungkap Kapasitas Data Center Nasional Masih di Bawah 1 Watt per Kapita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mengungkapkan total kapasitas pusat data yang terinstal di Indonesia saat ini masih berada di bawah 1 watt per kapita.

Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, kapasitas pusat data nasional saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh.

“Sehingga percepatan perlu dan juga dukungan insentif dari regulator perlu dilakukan secara sistematis,” kata Hendra kepada Bisnis pada Rabu (14/1/2026). 

Menurut Hendra, kapasitas pusat data nasional saat ini masih didominasi oleh private data center yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta Batam. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi nasional, IDPRO menilai target peningkatan kapasitas pusat data yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai langkah yang ambisius. Namun, sejalan dengan arah transformasi digital.

“Seperti adopsi AI, cloud, IoT, dan big data di berbagai sektor,” katanya. 

Sebelumnya, Komdigi menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 91% dibandingkan dengan target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita, sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029.

Dalam dokumen Renstra tersebut, Komdigi juga menetapkan peningkatan kapasitas pusat data nasional secara bertahap hingga 2029. Setelah ditargetkan mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas pusat data nasional direncanakan meningkat menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027, kemudian 5,53 watt per kapita pada 2028, dan mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029. 

Dengan demikian, kapasitas pusat data per kapita dalam periode lima tahun tersebut direncanakan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan posisi awal pada 2025.

Peningkatan kapasitas pusat data tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan penguatan ekosistem digital nasional. Dalam dokumen perencanaan yang sama, Komdigi juga menetapkan target pendukung, antara lain penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan pusat data dan layanan komputasi awan, peningkatan indeks ruang digital, serta penguatan pengawasan terhadap penyelenggara sistem elektronik di sektor publik dan privat.

Selain penguatan infrastruktur data, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital melalui fasilitasi literasi dan pelatihan digital sepanjang 2025–2029. 

Pada 2025, jumlah peserta fasilitasi literasi digital ditetapkan sebanyak 300 orang, sementara pelatihan literasi digital ditargetkan menjangkau 200 orang per tahun mulai 2026 hingga 2029. Di sisi penguatan sistem pembelajaran digital nasional, Komdigi menargetkan peningkatan output teknis aplikasi platform SDM digital dari 14 unit pada 2025 dan 2026, menjadi 15 unit pada 2027, 16 unit pada 2028, dan 17 unit pada 2029.

Komdigi juga mencantumkan penguatan sistem komunikasi nasional untuk perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana sebagai agenda prioritas. Fasilitasi penyelenggaraan jaringan sistem komunikasi nasional ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2027 dan 2028, serta meningkat menjadi 264 kabupaten/kota pada 2029.

Sementara itu, penyelenggaraan sistem komunikasi nasional perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2028 dan 2029.