Heboh Netizen Keluhkan Kena ‘Super Flu’, Ini Kata Dokter Paru soal Gejalanya

Heboh Netizen Keluhkan Kena ‘Super Flu’, Ini Kata Dokter Paru soal Gejalanya

Jakarta

Belakangan warganet banyak mengeluhkan mengalami gejala yang diduga terkait ‘super flu’. Keluhan itu berseliweran di media sosial X, dengan banyak pengguna menyebut gejalanya tidak kunjung membaik meski sudah lebih dari beberapa hari.

Gejala yang paling sering dikeluhkan antara lain sakit tenggorokan, demam, hingga batuk yang terus-menerus.

“Kayaknya aku kena super flu. Demamnya tinggi banget batuknya terus ngga beres beres. Pencari sudah mendingan sih ini,” kata pengguna X @cistem_ap****

“Gw udh kena super flu cuy asli lama ini penyakit gk kek flu biasa emg. Pertama demam. Demam turun pala sakit (bkn pusing). Abis itu batuk. Dan sempet pilek sehari. Ini udh jalan 6 hari sisa batuknya aja. Awalnya gw kena pas di toko buku & wktu itu telat mkn + capek. Jd imun drop,” ucap pengguna X lainnya @insane_b***

‘Super Flu’ atau varian influenza A (H3N2) subclade K sendiri belakangan juga ramai disorot setelah Kementerian Kesehatan RI mendeteksi 62 kasus di Indonesia.

Gejala Super Flu

Meski termasuk bagian dari flu musiman, spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengingatkan influenza A (H3N2) subclade K ini memiliki karakter pengobatan yang berbeda dan cenderung lebih agresif saat menginfeksi tubuh.

Dia menjelaskan ‘Super Flu’ memiliki sifat lebih agresif yang dipicu beberapa faktor. Laju replikasi varian ini lebih cepat dalam saluran napas sehingga meningkatkan jumlah virus yang diproduksi.

Di sisi lain, ‘Super Flu’ memiliki inkubasi lebih cepat sehingga gejala lebih cepat muncul. Secara klinis, pasien Subclade K sering kali mengalami gejala yang cukup berat dibandingkan flu biasa dan COVID-19.

“Untuk subclade K memiliki gejala-gejala yang lebih parah seperti demam tinggi 39-41 derajat celcius, nyeri otot berat, kelelahan atau lemas ekstrem, batuk kering, sakit kepala dan tenggorokan berat, kata dr Agus saat dihubungi, Selasa (30/12/2025).

“Sedangkan flu biasa dan COVID yang saat ini gejalanya ringan sampai sedang,” sambungnya.

Penularannya disebut lebih cepat, satu pasien menulari bisa dua hingga tiga orang. dr Agus tetap mengimbau untuk melakukan tindakan preventif, antara lain:

– Menjaga stamina tubuh dengan makan minum yang cukup dan bergizi, istirahat yang cukup, olahraga
– Jaga kebersihan lingkungan
– Cuci tangan teratur
– Pakai masker bila kontak dengan penderita atau di keramaian
– Vaksinasi influenza
– Bila sakit flu, jangan batuk, bersin sembarangan. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

Halaman 2 dari 2

(suc/kna)