Gubernur Jatim Khofifah Resmikan 24 Gedung Sekolah Baru di Pasuruan–Probolinggo

Gubernur Jatim Khofifah Resmikan 24 Gedung Sekolah Baru di Pasuruan–Probolinggo

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memacu pembangunan infrastruktur pendidikan dengan meresmikan 24 unit gedung sekolah baru di wilayah Pasuruan dan Probolinggo, Kamis (15/1/2026). Fasilitas pendidikan yang mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB ini siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah negeri maupun swasta.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem pendidikan agar setiap satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Langkah ini sekaligus melanjutkan program revitalisasi sekolah yang sebelumnya telah rampung dilaksanakan di wilayah Malang Raya pada awal Januari 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi gedung sekolah merupakan kebutuhan mendasar untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi peserta didik serta tenaga pendidik.

“Revitalisasi ini menjadi bagian kebutuhan untuk menguatkan ekosistem pembelajaran agar suasana belajar mengajar menjadi makin nyaman,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, peningkatan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari program besar Pemprov Jatim untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah Jawa Timur. Infrastruktur sekolah yang layak diyakini berpengaruh langsung terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Selain pembangunan fisik sekolah reguler, Pemprov Jatim juga tengah memperluas jangkauan sekolah unggulan berbasis asrama, seperti SMA Taruna Madani, ke sejumlah wilayah strategis. Rencana ekspansi tersebut telah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah terkait, termasuk rencana pembukaan sekolah unggulan di Kabupaten Jember.

Pemerataan sekolah unggulan berbasis asrama ini dilakukan agar layanan pendidikan berkualitas tidak hanya terpusat di kota besar. Model pendidikan berasrama dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan, kepemimpinan, dan integritas.

“Sentra sekolah unggulan berbasis asrama ini kita harapkan bisa makin merata untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh anak Jawa Timur,” ungkap Gubernur Khofifah.

Kurikulum di sekolah-sekolah unggulan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan penguatan nilai keagamaan, nasionalisme, serta karakter kebangsaan. Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa kuota utama penerimaan peserta didik di sekolah unggulan berbasis asrama tetap diprioritaskan bagi putra-putri daerah Jawa Timur dengan porsi mencapai 80 persen. Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul berbasis potensi lokal. [ada/beq]