Getol Desak KPK Dalami Keterlibatan Gus Yaqut terkait Kuota Haji, Pentolan NU Beri Jawaban Tegas

Getol Desak KPK Dalami Keterlibatan Gus Yaqut terkait Kuota Haji, Pentolan NU Beri Jawaban Tegas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu tokoh Nadhatul Ulama (NU), Umar Hasibuan memberi respon tegas.

Respon tegasnya ini berkaitan dengan kritik-kritik yang didapatkannya dari pihak-pihak yang berada di Nadhatul Ulama (NU) itu sendiri.

Kritik datang setelah Umar Hasibuan jadi pihak yang paling keras bersuara ke KPK untuk melakukan pengusuta soal keterlibatan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas dalam kasus kuota haji.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Umar Hasibuan memberikan jawaban tegas soal kritik yang ditujukan kepadanya.

Ia menyebut jawaban ini adalah jawaban tegas dari kritik-kritik dari beberapa orang di NU.

“Byk orang NU kritik saya knp getol bgt minta @KPK_RI serius utk dalami peran yaqut dlm korupsi quota haji,” tulisnya dikutip Rabu (14/1/2026).

Tegas Umar Hasibuan memyebut dirinya sangat benci ke pihak yang melakukan dan tega melakukan korupsi kuota haji

“Saya jawab :
Saya benci manusia yg tega korupsi haji,” ungkapnya.

Menurutnya pelaku tindakan korupsi kuota haji adalah penjahat yang paling jahat yang ada didunia.

Ia bahkan menyebut dengan harapan para pelaku korupsi Kuota Haji ini setidaknya bisa mendapatkan hukuman seumur hidup.

“Korupsi haji adalah sejahat2nya korupsi dimuka bumi ini,” harapnya.

“Pelakunya layak dihukum seumur hidup bilanperlu dihukum mati,” terangnya.

Diketahui, nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam korupsi kuota haji.

Selain Yaqut, KPK juga sudah menetapkan mantan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan pada pada Jumat 9 Januari 2026.