e’Batarapos Kini Ganti Nama Jadi Tabungan BTN Pos, Ini Bedanya

e’Batarapos Kini Ganti Nama Jadi Tabungan BTN Pos, Ini Bedanya

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Perubahan ini upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda. Mengajak mereka bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

BTN memperkenalkan kembali produk tabungan e’Batarapos yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 dan telah berevolusi menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan.

“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon dikutip Minggu (11/1/2026).

Rebranding produk Tabungan BTN Pos, bukan sekadar perubahan identitas. BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan. Seiring ekspansi masif layanan perbankan berbasis digital hingga ke pelosok Indonesia.

“Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan,” tegas Nixon.

Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi. Di era digital yang menuntut kepraktisan, nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.

“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.