Probolinggo (beritajatim.com) – Upaya Pemerintah Kota Probolinggo memperpanjang layanan Kereta Api Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Stasiun Probolinggo mulai menunjukkan hasil konkret.
Setelah usulan disetujui Kementerian Perhubungan, Wali Kota Probolinggo Aminuddin langsung menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub di Jakarta, pada Kamis (8/1/2026) kemarin, dengan target layanan resmi beroperasi sebelum Lebaran 2026.
Audiensi tersebut menegaskan keseriusan Pemkot Probolinggo dalam menjawab kebutuhan mobilitas ribuan warga yang setiap hari beraktivitas menuju Surabaya dan sekitarnya.
Dalam pertemuan itu, Kemenhub menyatakan dukungan terhadap perpanjangan relasi commuter line sekaligus mulai memproses kesiapan sarana, prasarana, dan pola operasionalnya.
Wali Kota Aminuddin saat ditemui menegaskan bahwa kehadiran Commuter Line hingga Probolinggo bukan sekadar penambahan rute, melainkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah, menekan beban lalu lintas jalan raya, serta mendorong pergerakan ekonomi dan pariwisata.
“Ini kebutuhan riil masyarakat. Dengan commuter line, perjalanan lebih cepat, aman, dan terjangkau. Dampaknya langsung pada produktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Aminuddin, pada Kamis (15/1/2026) siang.
Dukungan serupa disampaikan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono. Ia memastikan pihaknya akan menelaah secara serius potensi Stasiun Probolinggo, sembari menjaga agar standar pelayanan commuter line yang sudah berjalan tidak menurun.
“Kami evaluasi kesiapan sarana dan operasionalnya. Jika perlu penambahan armada, akan dibahas bersama. Prinsipnya, pelayanan harus tetap sesuai standar,” ujar Allan.
Secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar mengungkapkan, jarak perpanjangan relasi dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo mencapai 38,6 kilometer. Tingginya okupansi penumpang menjadi dasar kuat pengajuan tersebut.
Menurut data DJKA, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 15.722 penumpang naik dan turun di Stasiun Probolinggo dari berbagai layanan kereta jarak menengah dan jauh, seperti Pendalungan, Logawa, Ranggajati, hingga Probowangi dan Sri Tanjung. “Demand-nya nyata dan stabil. Probolinggo sudah menjadi simpul pergerakan penumpang, baik untuk bekerja maupun rekreasi,” kata Arif.
Kemenhub juga telah menetapkan gambaran awal pola operasional Commuter Line Supas dengan dua kali perjalanan. Kereta dijadwalkan berangkat dari Surabaya dini hari pukul 01.50 dan tiba di Probolinggo pukul 03.45, lalu kembali ke Surabaya pukul 04.10 dan tiba pukul 06.42. Sementara perjalanan malam diberangkatkan pukul 21.22 dari Surabaya dan tiba di Probolinggo pukul 23.36.
Hasil audiensi tersebut mengerucut pada target yang jelas. Dirjen Allan Tandiono menegaskan perpanjangan layanan ditargetkan terealisasi sebelum Lebaran, guna mendukung kelancaran arus mudik dan libur panjang.
“Ada target dan kita kejar sebelum Lebaran. Dengan catatan, koordinasi dengan KAI dan KCI segera dilakukan untuk kesiapan prasarana dan pelayanan di Stasiun Probolinggo,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Wali Kota Aminuddin menyatakan Pemkot Probolinggo siap mempercepat penyempurnaan kajian dan memenuhi seluruh persyaratan teknis yang diminta Kemenhub. “Pola operasionalnya sudah pas dengan jam kerja warga. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan agar beban lalu lintas jalan berkurang dan masyarakat mendapat alternatif transportasi yang lebih pasti,” pungkasnya. (ada/kun)
