Category: Voi.id

  • Jaecoo Indonesia Masih Fokus Pasar Lokal, Ekspor Masih Studi

    Jaecoo Indonesia Masih Fokus Pasar Lokal, Ekspor Masih Studi

    JAKARTA – Jaecoo Indonesia sudah memiliki tiga model mobil di Indonesia dan semuanya sudah dirakit lokal di tanah air, melalui fasilitas Handal Indonesia Motor di Bekasi, Jawa Barat. 

    Ketiga model dari Jaecoo mulai dari J7 dan J8 yang sudah resmi di launching, lalu ada satu model lagi yaitu J5 EV yang tak lama lagi akan meluncur. Mengacu dari sang induk yaitu Chery sudah melakukan ekspor ke beberapa negara hasil produksi di Indonesia. 

    Lantas apakah langkah tersebut juga akan dilakukan Jaecoo untuk ekspor produknya ke berbagai belahan dunia?

    “Untuk ekspor saat ini masih belum,” kata Head of Product Jaecoo Indonesia Ryan Ferdiean Tirto, saat ditemui di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

    Namun demikian pria yang akrab disapa Ryan ini tak menampik kemungkinan bahwa mobil Jaecoo yang dirakit di Indonesia juga akan di ekspor, dan saat ini masih studi.

    “Pertama kita masih fokus ke market Indonesia, kalau memang market sudah stabil (Indonesia) nanti kita mulai lihat pengembangannya seperti apa,” paparnya. 

    Jaecoo sendiri terus memperluas kehadiran di Indonesia dengan membuka berbagai jaringan dealer. Bahkan, hingga akhir tahun memiliki target yang cukup tinggi dengan 40 dealer yang tersebar di beberapa wilayah.

  • Sosiolog Nilai Pemanfaatan APBN untuk Rehabilitasi Pesantren Bentuk Tanggung Jawab Negara Lindungi Anak Didik 

    Sosiolog Nilai Pemanfaatan APBN untuk Rehabilitasi Pesantren Bentuk Tanggung Jawab Negara Lindungi Anak Didik 

    JAKARTA – Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto menilai rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk merehabilitasi bangunan pondok pesantren bukan sekadar bantuan sosial.

    Hal itu, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab negara melindungi anak-anak yang menempuh pendidikan di lembaga keagamaan tersebut.

    “Dasar pemanfaatan APBN itu jangan dilihat sebagai bantuan untuk lembaga pesantren semata. Yang paling penting, negara berkewajiban menjamin perlindungan bagi para santri yang pada dasarnya adalah anak-anak. Jadi ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan keselamatan mereka,” kata Bagong saat dihubungi, Kamis, 16 Oktober.

    Bagong menilai pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keselamatan anak-anak di semua lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

    Ia menegaskan pondok pesantren merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

    “Pesantren itu bagian dari sistem pendidikan kita. Mereka membantu negara dalam memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak, terutama di wilayah yang mungkin belum terjangkau sekolah umum. Jadi kalau pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperkuat sarana pesantren, itu wajar,” jelasnya.

    Menyoroti perdebatan publik usai insiden ambruknya bangunan pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Bagong menyarankan masyarakat bersikap arif dan tidak menggeneralisasi seluruh pondok pesantren.

    “Tidak semua pondok sama. Ada yang memang masih perlu pembinaan, tapi banyak juga pondok yang sangat baik dan bisa menjadi role model. Jadi masyarakat perlu arif agar tidak menghakimi semua pondok dari satu-dua kasus,” ujarnya.

    Bagong menekankan pentingnya pelibatan pimpinan atau asosiasi pesantren dalam proses penyaluran bantuan pemerintah agar tidak muncul kesan intervensi birokrasi.

    “Pemerintah sebaiknya tidak berjalan sendiri. Harus melibatkan perwakilan atau asosiasi pesantren agar tidak muncul kesan intervensi birokrasi. Dengan begitu, niat baik pemerintah untuk membantu akan diterima lebih positif, imbuhnya.

  • Rp800 Triliun Nganggur di BI, Purbaya Ungkap Dulu Ekonomi Tidak Dibangun

    Rp800 Triliun Nganggur di BI, Purbaya Ungkap Dulu Ekonomi Tidak Dibangun

    JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa selama ini banyak dana milik pemerintah baik pusat maupun daerah, yang mengendap tanpa dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Menurut Purbaya, pemerintah pusat sempat memiliki dana menganggur hingga Rp800 triliun di Bank Indonesia pada tahun 2003.

    “Jadi selama ini, bilang gak punya duit tuh, duitnya numpuk. Itu dari bulan ke bulan sempat Rp800 triliun (di tahun) 2003, Rp800 triliun di sana. (tahun) 2004, 2005 sempat Rp650 triliun, cash nganggur di sana,” ujarnya dalam acara 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis, 16 Oktober.

    Ia menambahkan, sekarang dana tersebut telah dialihkan ke sistem perbankan agar bisa disalurkan ke sektor riil.

    “Yang saya lakukan adalah menyalurkan ke sistem ke perbankan, sehingga dari sana turun ke sana sekarang. Tapi uang saya gak hilang. Uangnya masih punya saya, tapi tempatnya beda. Sekarang tempatnya di perbankan,” tuturnya.

    Ia menegaskan bahwa dana tersebut tetap milik pemerintah, hanya tempatnya dipindahkan dari bank sentral ke bank umum agar bisa dimanfaatkan oleh sektor swasta sehingga bisa menggerakkan perekonomian.

    Purbaya juga menyampaikan bahwa dirinya pernah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk menyalurkan sebagian dana pemerintah ke sistem keuangan agar tidak hanya mengendap di Bank Indonesia.

    “Kalau uang Bapak di BI, dosa Bapak dua. Pertama, Bapak gak bangun ekonominya, yang kedua, para private sector juga gak bisa menggunakan uang itu. Kalau Bapak taruh uangnya di perbankan, komersial bank, misalnya Himbara, Bapak tinggal satu dosanya,” jelasnya

    “Ya kalau Bapak gak bisa penyerapan anggaran, ya Bapak gak ngebangun,Tapi dosa yang kedua sudah hilang. Sekarang private sector bisa menggunakan uangnya untuk mendorong perekonomian,” tambahnya.

  • DAK 2025 di Kaltara Rp139 Miliar, Realisasi Fisik Capai 80 Persen di Triwulan III

    DAK 2025 di Kaltara Rp139 Miliar, Realisasi Fisik Capai 80 Persen di Triwulan III

    TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025.

    Plt. Kepala Bidang Pengkajian Perencanaan Daerah dan Pengendalian Pembangunan Bappeda dan Litbang Kaltara, Sriwati mengungkapkan hingga triwulan ketiga realisasi fisik DAK di Kaltara telah mencapai 80 persen dan ditargetkan menyentuh 100 persen pada akhir tahun dengan total nilai DAK 2025 di Kaltara mencapai Rp139 miliar, difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Secara rutin kita melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan program berjalan sesuai jadwal dan ketentuan teknis. Setiap triwulan kami gelar rapat evaluasi lintas sektor,” ungkap Sriwati, Kamis, 16 Oktober.

    “Namun jika capaian lapangan belum signifikan, evaluasi bisa ditunda hingga laporan perangkat daerah siap. Tujuannya agar hasil monev lebih akurat dan berbasis data,” ujar dia.

    Ia menjelaskan, pelaporan DAK dilakukan melalui aplikasi kementerian teknis masing-masing OPD, seperti Dinas Kesehatan yang melapor ke Kementerian Kesehatan. Mekanisme ini membuat rekapitulasi total realisasi membutuhkan koordinasi lintas sektor yang solid.

    “Berdasarkan data yang dihimpun, Dinas Pendidikan mencatat realisasi tertinggi berkat percepatan pengadaan alat peraga dan peralatan praktik SMA–SMK,” jelasnya.

    Sementara, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) tengah menyiapkan kegiatan sosialisasi di Oktober–November yang diharapkan mendongkrak serapan anggaran.

    “Pengawasan dilakukan secara berjenjang untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Kami ingin pastikan DAK tidak hanya terserap secara administratif, tapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • Gaya Hidup Sehat Kunci Perempuan Tetap Bugar dan Bahagia Jelang Menopause

    Gaya Hidup Sehat Kunci Perempuan Tetap Bugar dan Bahagia Jelang Menopause

    JAKARTA – Memasuki masa perimenopause, banyak perempuan menghadapi perubahan fisik dan emosional yang bisa memengaruhi kualitas hidup. Fluktuasi hormon kerap menyebabkan kenaikan berat badan, perubahan suasana hati, hingga gangguan tidur.

    Untuk menghadapi fase ini dengan lebih nyaman, gaya hidup sehat menjadi kunci utama mulai dari menjaga pola makan, memperkuat otot, hingga mengelola stres.

    Pola hidup yang seimbang bukan hanya membantu menjaga berat badan, tetapi juga mendukung kesehatan jantung, metabolisme, serta kesejahteraan mental perempuan di usia pertengahan.

    Pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DKI Jakarta, dr. Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp. K.,M, FINEM, menyarankan perempuan yang menjelang ataupun yang masih jauh memasuki menopause agar menerapkan gaya hidup sehat.

    Dia mengatakan bahwa kenaikan berat badan sekitar 50 persen secara umum menjadi salah satu dampak pada wanita perimenopause.

    “Berat badan naik, mood naik turun, ada yang stres, begitu stres makannya 10 kali lipat,” kata dr. Ida dalam diskusi yang digelar di Jakarta, seperti dikutip ANTARA.

    Karenanya, ia menyarankan menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan, memperhatikan tidur, serta senantiasa berpikiran positif.

    Untuk menghindari stres, ia menyarankan agar bersyukur atas kondisi saat ini dan menerima tubuh apa adanya.

    Terapi hormon menopause, menurutnya, juga dapat dilakukan bagi perempuan di bawah usia 60 tahun atau dalam 10 tahun pertama setelah menopause.

    Terapi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan, kebutuhan pencegahan, dan preferensi pasien.

    Meski demikian, dr. Ida menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan investasi jangka panjang bagi perempuan menopause, serta mampu meningkatkan efektivitas terapi yang dijalani.

    Selain kenaikan berat badan, wanita pada masa transisi perimenopause juga mengalami peningkatan lemak visceral dari 5–8 persen berat badan total menjadi 10–15 persen.

    Meski demikian, tidak semua lemak dalam tubuh harus dihilangkan karena terdapat lemak esensial yang penting bagi fungsi tubuh.

    Namun, lemak visceral lemak yang tersimpan di sekitar organ dalam tubuh cenderung meningkat dua kali lipat pada masa menopause, yang dapat menyebabkan resistensi insulin.

    “Jadi orangnya nanti makin hari makin naik beratnya. Gula darahnya ikut naik, tekanan darah naik, asam urat pun datang kemudian jantungnya dapat juga (gangguan). Dan inilah yang menyebabkan risiko jantung metabolit meningkat,” katanya.

    Pada periode ini, perempuan juga akan dihadapkan pada penurunan massa otot. Karenanya, ia menyerukan untuk melakukan latihan otot secara teratur agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

    Ia pun menyarankan bagi perempuan yang memasuki masa transisi menopause dan merasa mengalami obesitas agar segera berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    “Kalau dulu obesitas bukan penyakit, sekarang obesitas adalah penyakit. Diobati, jangan hanya dibiarkan saja,” jelasnya.

    Upaya pengobatan obesitas, tambahnya, dapat dilakukan dengan memperbaiki komposisi tubuh, menurunkan berat badan, serta menerapkan pola hidup sehat yang konsisten melalui pendampingan dokter atau ahli gizi.

  • Robert Plant Temukan ‘Kehidupan Kedua’ Sebagai Penyanyi lewat Kolaborasi

    Robert Plant Temukan ‘Kehidupan Kedua’ Sebagai Penyanyi lewat Kolaborasi

    JAKARTA – Jauh sebelum meluncurkan album terbarunya, “Saving Grace”, Robert Plant mengaku merasa gelisah. Rasa lelah dan keinginan untuk menemukan jalur baru dalam bermusik mendorongnya mencari kolaborasi yang segar.

    Kembali ke tahun 2004, ketika Plant tampil di program Crossroads CMT—yang dikenal kerap menyajikan kombinasi musisi yang tak biasa—berpasangan dengan penyanyi bluegrass-country asal AS, Alison Krauss, menjadi momen yang terasa istimewa.

    “Bagi saya, itu adalah sebuah pelepasan dan pelarian yang luar biasa,” kata Plant saat menjadi tamu podcast Rockonteurs, dikutip UCR, Kamis, 16 Oktober.

    Saat itu, Plant menyadari sudah saatnya untuk sebuah perubahan signifikan, meski sudah terbukti sukses sebagai vokalis Led Zeppelin maupun solois.

    “Karena saya tahu betul, saya mungkin sudah mencapai sejauh yang saya bisa (sebagai solois). Tidak ada gunanya kembali ke kelompok rekan sejawat saya, karena kelompok rekan sejawat itu tidak ada di sana,” ujar ikon rock itu.

    “Ada beberapa pemain hebat, tetapi saya terlalu banyak berdagang dengan lagu-lagu lain yang sebenarnya tidak ingin saya nyanyikan lagi,” lanjutnya. “Jadi jika Anda akan menyanyikannya, nyanyikan dengan cara yang sama sekali berbeda—bukan banjo, bukan akordeon, istirahatkan saja. Jadi, saya mengistirahatkannya dan pergi ke Nashville, dan di sanalah saya mendapatkan kehidupan kedua saya.”

    Kolaborasi Plant dan Krauss menghasilkan album debut yang tak terduga kesuksesannya, “Raising Sand” (2007). Karya tersebut tidak hanya terjual lebih dari satu juta kopi di AS, tetapi juga menyabet lima Grammy Awards, termasuk kategori Record dan Album of the Year.

    Kolaborasi tersebut jadi capaian yang fantastis, mengingat Plant belakangan mengungkap bahwa sesi rekaman dengan Krauss terkadang menantang secara vokal, bahkan untuk seorang penyanyi yang pernah melantunkan “Immigrant Song”.

    Kini, dengan “Saving Grace”, Plant meneruskan semangat eksplorasi itu. Ia menegaskan album terbarunya itu bukanlah proyek yang berpusat hanya pada dirinya. Bahkan, Plant tidak menangani semua bagian vokal. Suzi Dian (vokalis) dan Matt Worley (multi-instrumentalis) turut mengambil peran sebagai vokalis utama.

    “Saya tidak akan menjadi… ini bukan waktunya keartisan,” tegas Plant. “Jika orang lain bisa melakukannya, mereka harus melakukannya.”

    Legenda Led Zeppelin itu juga mengungkap, alasan ia memiliki banyak grup berbeda selama beberapa dekade terakhir dikarenakan keinginannya untuk selalu menjaga segala sesuatunya tetap segar dan menginspirasi.

    “Ini tentang merasa cukup senang (dengan apa yang terjadi saat ini) untuk tidak peduli tentang berbuat salah,” kata Plant.

    “Saya pikir esensi dari semua ini adalah bahwa kita semua sebagai individu akan terus bermain, dan saya akan tetap bersama orang-orang ini selama ini terus menjadi sebaik ini. Dan saya pikir itu akan terjadi, dan itu akan tumbuh lebih banyak dan melampaui itu,” tandasnya.

  • Bryan Adams Sebut Lagu Hit Run to You Sempat Ditawarkan ke Band Lain

    Bryan Adams Sebut Lagu Hit Run to You Sempat Ditawarkan ke Band Lain

    JAKARTA – Bryan Adams dikenal memiliki kepiawaian dalam berkolaborasi. Tak hanya menyanyikan lagu-lagunya sendiri, tetapi juga pernah menulis komposisi untuk sejumlah nama besar seperti Kiss dan Joe Cocker.

    Namun, ada satu momen penting dalam karier bermusiknya, di mana ia nyaris saja kehilangan salah satu lagu terbesarnya untuk band lain. Lagu yang dimaksud adalah “Run to You,” single pembuka dari album studio keempat Adams, “Reckless” (1984).

    Adams pun mengenang kembali masa awal dirinya merintis karier sebagai pencipta lagu bersama kolaborator setianya, Jim Vallance. Dalam wawancara terbaru dengan 97.1 Rock, ia menceritakan bagaimana mereka seringkali sengaja menantang diri untuk menciptakan lagu spesifik bagi musisi tertentu, meskipun jalur untuk menyampaikan lagu itu masih belum jelas.

    “Dulu, saat saya bekerja dengan Jim Vallance dan kami sedang mencoba mengukir nama sebagai penulis lagu, terkadang kami menempatkan diri pada posisi, ‘Oke, hari ini kita akan menulis lagu untuk si ini dan si itu,’ meskipun kami tidak tahu bagaimana cara mengirimkan lagu itu kepada mereka,” ungkap Adams, dikutip UCR, Kamis, 16 Oktober.

    Pendekatan kreatif tersebut seringkali membuahkan hasil yang bagus. “Run to You” adalah salah satu contoh. Adams menyebut, lagu tersebut awalnya diciptakan untuk band rock AS, Blue Öyster Cult. Sayangnya, takdir berkata lain.

    “Mereka tidak pernah mendapatkannya, atau jika mereka mendapatkannya, produser, Bruce Fairbairn, yang kami berikan lagu itu, tidak pernah memutarnya untuk mereka,” kata Adams.

    Tidak hanya Blue Öyster Cult, band lain yang sempat dipertimbangkan menjadi penerima lagu ini adalah 38 Special. Meskipun band rock asal Jacksonville itu tidak mengambil “Run to You”, mereka kemudian merekam kolaborasi Vallance/Adams yang lain, “Teacher, Teacher,” yang menjadi hit Top 40 setelah dirilis sebagai bagian dari soundtrack film Teachers (1984).

    “Run to You” kemudian direkam sendiri oleh Adams dan menjadi bagian penting dari album “Reckless”. Lagu itu sukses besar, mencapai puncaknya di posisi No. 6 pada tangga lagu Billboard.

    Keberhasilan lagu ini mengantar “Reckless” meraih capaian fantastis. Album tersebut tercatat sebagai album Adams pertama yang terjual lebih dari satu juta kopi di Kanada, bahkan kini telah disertifikasi lebih dari 10 kali platinum di negara asalnya.

    Secara global, “Reckless” terjual lebih dari 12 juta kopi, menjadikannya album terlaris kedua Adams, hanya kalah dari album “Waking Up the Neighbours” (1991). Menariknya, keenam single dari album ini, termasuk “Run to You,” berhasil menembus Top 20 Billboard.

    Kabar baik bahwa Blue Öyster Cult urung mengambil lagu itu juga disambut lega oleh gitaris Adams, Keith Scott, yang mengenang percakapan telepon dengan Adams yang penuh harap.

    “Saya ingat panggilan telepon itu. (Bryan) mengatakan, ‘Saya baru saja menulis lagu ini. Itu untuk Blue Öyster Cult. Tapi saya rasa mereka tidak akan menyimpannya.’ Saya langsung menjawab, ‘Tolong jangan berikan lagu itu!’” tutup Scott.

  • Mudah Diterapkan, Begini Cara Mengubah Huruf Kecil Menjadi Kapital di Excel

    Mudah Diterapkan, Begini Cara Mengubah Huruf Kecil Menjadi Kapital di Excel

    YOGYAKARTA – Microsoft Excel menjadi salah satu program yang paling banyak digunakan untuk mengolah data, baik oleh pelajar, pekerja kantoran, maupun pelaku bisnis. Dalam penggunaannya, sering kali kita menemui data teks yang tidak rapi, misalnya huruf kecil pada nama atau judul yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital. Untuk mengatasi hal itu, Anda bisa menerapkan cara mengubah huruf kecil menjadi kapital di Excel.

    Lantas, bagaimana tutorialnya? Simak informasi selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

    Cara Mengubah Huruf Kecil Menjadi Kapital di Excel

    Microsoft Excel merupakan program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan distribusikan oleh Microsoft Corporation. Program ini bisa dijalankan di berbagai platform, mulai dari Windows, Mac OS, Android, iOS, dan lain sebagainya.

    Fungsi utama Microsoft Excel adalah untuk mengolah, menganalisi data secara sistematis. Program ini dapat mengelola data dalam jumlah besar, melakukan analisis data, dan menyelesaikan masalah logika matematika.

    Selain itu, Microsoft Excel juga dapat digunakan untuk merapikan teks yang berantakkan atau tidak beraturan, termasuk mengubah huruf kecil menjadi kapital secara otomatis.

    Berikut tutorial atau cara mengubah huruf kecil menjadi kapital di Excel yang bisa Anda ikuti:

    Gunakan Fungsi Proper

    Pada Microsoft Excel, fungsi proper dapat digunakan untuk mengubah huruf awal pada suatu teks di lembar kerja menjadi huruf besar atau kapital.

    Berikut cara mengubah huruf pertama dari setiap kata menjadi huruf kapital di Excel:

    Buka file yang akan diperbaiki teksnya, lalu sisipkan kolom sementara pada samping kolom yang berisi teks yang akan dikonversi.Masukkan fungsi proper pada teks yang akan diubah dengan mengetik rumus =PROPER(A1).Tekan Enter, dan Excel akan mengubah teks seperti “agus santoso” menjadi “Agus Santoso”.Untuk mengubah teks lain, tarik ikon persegi kecil pada sel B2 menurun ke bawah. Huruf awal pada teks dalam data akan dikonversi secara otomatis.

    Gunakan Fungsi Upper

    Fungsi UPPER digunakan untuk mengubah semua huruf dalam sel menjadi huruf kapital.

    Cara mengubah huruf kecil menjadi huruf kapital di Excel dengan fungsi Upper, yakni:

    Ketik rumus berikut pada sel kosong =UPPER(A1)Tekan Enter, maka teks dalam sel A1 akan otomatis berubah menjadi huruf kapital seluruhnya. Misalnya teks “agus sukoco” akan berubah menjadi “AGUS SUKOCO”.Jika ingin menerapkannya ke banyak sel, cukup salin rumus ke bawah menggunakan fitur autofill.

    Cara Mengubah Huruf Kapital Menjadi Huruf Kecil di Excel

    Sebaliknya, jika Anda ingin mengubah huruf kapital menjadi huruf kecil di Excel, Anda dapat menggunakan fungsi Lower. Untuk melakukannya, perhatikan langkah-langkah berikut:

    Sisipkan kolom pada samping kolom berisi teks yang ingin dikonversi, lalu masukkan rumus =LOWER (A1)Tekan Enter, maka teks dalam sel A1 akan otomatis berubah menjadi huruf kecil seluruhnya.Jika ingin menerapkannya ke banyak sel, cukup salin rumus ke bawah menggunakan fitur autofill.

    Demikian informasi tentang cara mengubah huruf kecil menjadi kapital di Excel. Untuk mendapatkan update berita menarik lainnya, baca terus VOI.ID.

  • Libatkan Personel Juicy Luicy, Vanessa Zee Curhat lewat Single Berkaca-kaca

    Libatkan Personel Juicy Luicy, Vanessa Zee Curhat lewat Single Berkaca-kaca

    JAKARTA – Lulus dari ajang bakat menyanyi, Vanessa Zee ingin konsisten berkarya sendiri. Penyanyi kelahiran 2004 ini dikenal punya suara yang berkarakter dan penjiwaan yang baik dalam penampilannya.

    Yang terbaru, Vanessa menghadirkan single berjudul Berkaca-kaca. Menuangkan rasa kecewa dan sakit hati, lagu ini menunjukkan peliknya konflik tentang kisah asmara.

    Rasa pahit, kecewa, dan sakit hati itu dituangkan dalam komposisi pop yang menyentuh. Vanessa terlibat langsung dalam penulisan lirik lagu barunya ini.

    Namun ia juga dibantu oleh para komposer dari tim Juicy Luicy (Iqbal Siregar, Denis Ligia, dan Faishal M Fasya). Alhasil, lagu yang penuh perasaan dan mudah diingat jadi output yang dapat dirasakan para penikmat musik.

    “Berkaca-kaca” sudah dirilis digital platform Bersamaan dengan perilisan lagu ini, Vanessa Zee juga menghadirkan video musik sinematik. Disutradarai Isdam Atrahadena, MV ini akan memperkuat perasaan yang ditawarkan dari lagunya.

  • Posisi Keuangan Kereta Cepat Sulit, Selain Operasional Defisit juga Punya Utang

    Posisi Keuangan Kereta Cepat Sulit, Selain Operasional Defisit juga Punya Utang

    JAKARTA – Nasib proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) masih menghadapi jalan terjal.

    Selain beroperasi dalam kondisi defisit, proyek yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu juga menanggung beban utang besar.

    Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai, KCIC memang dalam posisi sulit karena sejumlah faktor mendasar.

    Salah satunya, status KCIC yang bukan termasuk BUMN.

    “Posisi kereta cepat Jakarta-Bandung memang sangat sulit, karena beberapa hal. Di antaranya KCIC sebagai penggarap bukan BUMN,” tuturnya kepada VOI, ditulis Kamis, 16 Oktober.

    Sekadar informasi, KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan perusahaan asal China.

    Konsorsium Indonesia yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) memiliki 60 persen saham, sementara China melalui China Railway International Co. Ltd. (CRI) memegang 40 persen saham.

    Komposisi pemegang saham PSBI terdiri dari PTPT Kereta Api Indonesia (Persero) 58,53 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 33,36 persen, PT Perkebunan Nusantara I 1,03 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 7,08 persen.

    Dengan komposisi tersebut, sambung Herry, KCIC tidak termasuk kategori BUMN karena pemerintah Indonesia tidak memiliki saham langsung maupun saham istimewa, dwiwarna di dalamnya, melainkan melalui kepemilikan tidak langsung lewat konsorsium BUMN.

    “KCIC bukan BUMN, sebab kriteria BUMN adalah kalau ada pemilikan saham pemerintah secara langsung atau ada saham istimewa pemerintah, yaitu saham dwiwarna,” ujar Herry.

    Saat ini, sambung Herry, sudah ada lembaga khusus bernama Danantara Indonesia yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola BUMN secara terpusat. Dengan begitu, posisi KCIC yang berada di luar struktur BUMN membuat intervensi negara, termasuk melalui APBN, menjadi terbatas.

    Namun, sambung Herry, yang menjadi masalah saat ini terkait kondisi keuangan KCIC yang mengkhawatirkan.

    “Kereta cepat punya masalah keuangan, tidak hanya utang tapi juga beroperasi dengan defisit. Ini menunjukkan prospeknya ke depan kurang bagus,” tuturnya.

    Untuk diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau dikenal sebagai Whoosh menelan investasi jumbo hingga 7,2 miliar dolar AS.

    Nilai investasi tersebut mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dolar AS dari target awal biaya proyek sebesar 6 miliar dolar AS.

    Dari jumlah 1,2 miliar dolar AS tersebut 60 persen dibebankan kepada konsorsium Indonesia atau sekitar 720 juta dolar AS.

    Sementara sisanya, 480 juta dolar AS akan dibebankan kepada konsorsium China.

    Struktur pembiayaannya terdiri dari 25 persen melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) KAI senilai Rp3,2 triliun.

    Sedangkan 75 persen sisanya bersumber dari pinjaman ke China Development Bank (CDB) sebesar 542,7 juta dolar AS atau Rp8,4 triliun.

    Herry menekankan, apa pun opsi yang dipilih pemerintah untuk menyelamatkan proyek tersebut, restrukturisasi utang tetap harus dilakukan.

    “Utangnya tetap harus dinegosiasikan ulang agar sesuai dengan kemampuan bayar. Kalau tidak, nanti kena beban baru seperti denda,” tuturnya.