Category: Detik.com Kesehatan

  • BPOM RI Tindaklanjuti 96,15 Persen Rekomendasi BPK

    BPOM RI Tindaklanjuti 96,15 Persen Rekomendasi BPK

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampai dengan semester 1 tahun 2024, BPOM RI telah berhasil menindaklanjuti 96,15 persen rekomendasi BPK.

    Direktur Pemeriksaan VI.A BPK Ruben Artia Lumbantoruan menjelaskan tujuan pemeriksaan adalah untuk memberikan opini atas laporan keuangan BPOM tahun 2024. Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan kewajaran laporan keuangan dan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

    BPOM telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2014 sampai dengan 2023 lalu. Artinya, selama 10 tahun terakhir laporan keuangan BPOM telah menyajikan informasi keuangan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan SAP atau standar akuntansi pemerintahan.

    Tim Pemeriksa BPK, Jayadi, menegaskan BPOM berkomitmen dan konsisten terus berupaya meningkatkan kepatuhan dan kepatutan dalam penyusunan laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan tersebut memperhatikan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan, menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai, serta menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

    “Dengan demikian, laporan keuangan yang dihasilkan andal dan akuntabel,” tutur Jayadi dalam keterangannya dikutip dari laman BPOM RI, Selasa (18/2/2024).

    “Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab BPOM dalam menggunakan dan mengelola keuangan negara secara efektif, efisien, transparan, tepercaya serta tepat sasaran, sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,” ungkapnya lebih lanjut.

    Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di tahun anggaran 2024, seluruh satuan kerja di lingkungan BPOM telah selesai menyusun laporan keuangan.

    Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi menyatakan bahwa Inspektorat Utama, sebagai pengawas internal, turut menjaga akuntabilitas organisasi serta kualitas laporan keuangan dengan melaksanakan berbagai kegiatan pengawasan intern, antara lain reviu mulai dari perencanaan anggaran, pendampingan pengadaan (khususnya konstruksi), dan reviu laporan keuangan.

    (kna/up)

  • Trump Akan Bekukan Bantuan ke Sekolah-Universitas yang Wajibkan Vaksin COVID

    Trump Akan Bekukan Bantuan ke Sekolah-Universitas yang Wajibkan Vaksin COVID

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana membekukan bantuan dana ke sekolah dan universitas yang mewajibkan siswa dan mahasiswa divaksinasi COVID-19. Hal ini tercantum dalam perintah eksekutif Trump yang ditandatangani belum lama ini.

    Diberitakan APNews, perintah eksekutif tersebut diperkirakan tidak akan berdampak besar secara nasional karena mandat vaksin COVID-19 sebagian besar telah dibatalkan di sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Amerika Serikat.

    Perintah tersebut mengarahkan Departemen Pendidikan dan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk membuat rencana mengakhiri mandat vaksin COVID-19. Badan-badan tersebut diminta untuk mengidentifikasi hibah atau kontrak federal diskresioner yang diberikan kepada sekolah saat melanggar perintah tersebut, serta menghapus pendanaan, sesuai dengan hukum yang berlaku.

    “Mengingat risiko penyakit COVID-19 yang serius sangat rendah bagi anak-anak dan dewasa muda, mengancam untuk mengeluarkan mereka dari pendidikan merupakan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi terhadap kebebasan pribadi,” tulis laman White House.

    Perintah tersebut hanya berlaku untuk vaksin COVID-19. Semua negara bagian memiliki undang-undang yang mengharuskan anak-anak yang bersekolah divaksinasi terhadap penyakit tertentu termasuk campak, gondongan, polio, tetanus, batuk rejan, dan cacar air.

    Dalam lembar fakta yang diberikan kepada wartawan, Gedung Putih mengatakan perintah itu diperlukan karena mandat vaksin COVID “mengancam kesempatan pendidikan bagi siswa.”

    “Orang tua dipaksa ke posisi yang sulit: mematuhi mandat yang kontroversial atau mempertaruhkan masa depan pendidikan anak mereka,” tulis Gedung Putih.

    Saat ini, semua 50 negara bagian mewajibkan siswa menerima vaksinasi tertentu, termasuk untuk mencegah campak. Namun, banyak negara bagian menawarkan pengecualian karena alasan agama.

    (kna/naf)

  • Video Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus: Infeksi Polimikroba di Saluran Napas

    Video Hasil Tes Kesehatan Paus Fransiskus: Infeksi Polimikroba di Saluran Napas

    Jakarta – Vatikan merilis pernyataan terkait hasil pemeriksaan kesehatan Paus Fransiskus. Paus Fransiskus disebut mengalami infeksi polimikroba pada saluran pernapasannya. Sehingga, Paus Fransiskus akan tetap dirawat di rumah sakit dan menjalani modifikasi terapi lanjutan.

    (/)

  • Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus, Dirawat Intensif karena Gejala ‘Kompleks’

    Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus, Dirawat Intensif karena Gejala ‘Kompleks’

    Jakarta

    Paus Fransiskus masih perlu dirawat intensif di rumah sakit karena mengalami gejala klinis yang kompleks. Kabar terbaru ini disampaikan pihak Vatikan pada Senin (17/2/2025), dikutip dari AFP.

    Ada kekhawatiran kesehatan Paus yang kini berusia 88 tahun terus melemah. Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengungkap hasil tes yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

    Paus disebut terkena infeksi saluran pernapasan polimikroba, ia menjalani perubahan kedua dalam terapi obatnya, sejak dirawat di RS Jumat kemarin.

    Para ilmuwan mengatakan penyakit polimikroba disebabkan campuran virus, bakteri, jamur, dan parasit.

    Tidak ada waktu pasti berapa lama Paus akan dirawat inap, sudah lebih dari empat hari Paus Fransiskus absen, terlama bila dibandingkan riwayat sakitnya pada 2023 karena pneumonia.

    Menurut Bruni, kompleksitas gejalanya memerlukan perawatan di rumah sakit yang tepat.

    Bruni mengatakan kondisi Fransiskus stabil dan ia telah melanjutkan beberapa aktivitas, termasuk membaca.

    Fransiskus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru setelah terkena infeksi saat masih muda. Kondisi tersebut membuat ia rentan terhadap serangan bronkitis di musim dingin.

    Ia dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma pada hari Jumat setelah bronkitis yang diidapnya selama sepekan semakin parah. Dokter mengonfirmasi adanya infeksi saluran pernapasan dan menyarankan istirahat total, di samping terapi obat yang tidak disebutkan.

    Bruni mengatakan Fransiskus sarapan, membaca koran, dan menerima Ekaristi pada hari Senin setelah malam ketiga yang damai. Dan sebagai tanda Fransiskus masih menjalankan beberapa hal penting dalam rutinitasnya, pendeta paroki Gereja Katolik di Gaza, Pendeta Gabriel Romanelli, melaporkan Fransiskus telah melakukan video call ke gereja pada hari Jumat dan Sabtu malam. Ia juga mengirim pesan teks pada hari Minggu.

    “Kami mendengar suaranya. Memang benar, suaranya lebih lelah,” kata Romanelli kepada Vatican News.

    “Tetapi kami mendengar suaranya dengan jelas dan ia mendengarkan kami,” kata pendeta Argentina, yang ditelepon Fransiskus setiap hari.

    Menyoal Bronkitis

    Bronkitis, atau peradangan pada gelombang udara, bisa jadi relatif ringan pada orang sehat, tetapi menjadi jauh lebih parah pada mereka yang sudah berusia lanjut atau memiliki riwayat masalah paru-paru, terutama saat mereka tidak mampu batuk dan mengeluarkan lendir yang terkumpul.

    Bakteri dan organisme lain bisa menyebabkan infeksi lebih lanjut yang mungkin lebih sulit diobati.

    dr Maor Sauler, yang mengkhususkan diri dalam pengobatan paru-paru orang dewasa dan perawatan kritis di sekolah kedokteran Yale, mengatakan bukan hal yang aneh bagi orang pengidap bronkitis, mengalami infeksi dengan lebih dari satu organisme di paru-paru mereka.

    Namun, yang menjadi perhatian adalah antibiotik dan terapi obat lain tidak bekerja sendiri, serta mengharuskan tubuh untuk merespons, mengingat riwayat kesehatan Paus Fransiskus yang lain bisa jadi membuat pemulihan lebih berat.

    “Menjadi lebih tua, menggunakan kursi roda, semua itu merupakan faktor risiko untuk situasi di mana kita tidak dapat mengobatinya meskipun kita telah berupaya sebaik mungkin,” kata Sauler, yang tidak terlibat dalam perawatan Paus.

    (naf/kna)

  • Muncul Bercak Seperti Ini di Kulit Bisa Jadi Tanda Kanker, Jangan Diabaikan

    Muncul Bercak Seperti Ini di Kulit Bisa Jadi Tanda Kanker, Jangan Diabaikan

    Jakarta

    Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia. Kanker bisa menyerang organ tubuh mana saja, termasuk kulit.

    Salah satu kanker yang dapat menyerang kulit adalah melanoma. Dikutip dari Mayo Clinic, melanoma adalah sejenis kanker kulit yang bermula di melanosit.

    Melanosit merupakan sel yang menghasilkan melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit. Melanoma biasanya muncul pada kulit yang sering terpapar sinar matahari, seperti di lengan, punggung, wajah, dan kaki.

    Melanoma juga dapat terbentuk di mata. Meski jarang, melanoma juga bisa terjadi di dalam tubuh, seperti di hidung atau tenggorokan.

    Para ahli di AIM at Melanoma, lembaga yang berfokus pada penelitian tentang melanoma, mengungkapkan ada tanda tertentu yang menunjukkan seseorang mungkin mengidap kanker kulit ini tanpa menyadarinya.

    Pertama, bercak melanoma biasanya berbentuk tidak beraturan dan berwarna coklat atau hitam, dengan bercak-bercak yang tidak rata.

    Moffit Cancer Center menyebutkan bercak melanoma ini memiliki bentuk, ukuran, atau warna yang berbeda dari tahi lalat yang tidak berbahaya, dan memerlukan pemeriksaan sesegera mungkin.

    “Warnanya cenderung tidak merata dan memiliki corak coklat kekuningan, coklat, atau hitam yang berubah seiring waktu,” ungkap peneliti dari Moffit Cancer Center dikutip dari Unilad, Sabtu (15/2/2025).

    Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, melanoma dapat dengan cepat menyebar ke otak dan menimbulkan gejala berupa:

    Sakit kepalaKejangMasalah penglihatanKelumpuhan pada salah satu sisi tubuhMualMuntahPembengkakan kelenjar getah beningLemah dan kelelahan

    Tak hanya itu, seseorang dengan melanoma juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lain, termasuk yang tidak terkait dengan melanoma. Misalnya, orang dengan melanoma mungkin lebih rentan terkena kanker payudara, ginjal, tiroid, dan lainnya.

    “Pembedahan adalah pengobatan standar untuk metastasis otak melanoma. Pembedahan berpotensi menyembuhkan bagi pasien yang melanomanya terkontrol dan memiliki jumlah metastasis otak yang terbatas,” tutur AIM.

    (ath/kna)

  • Iklan Kosmetik Tak Boleh Menyesatkan, BPOM RI Akan Tegur Keras Jika Melanggar

    Iklan Kosmetik Tak Boleh Menyesatkan, BPOM RI Akan Tegur Keras Jika Melanggar

    Jakarta

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) Taruna Ikrar menegaskan bahwa pelaku usaha kosmetik wajib mematuhi ketentuan pencantuman informasi pada penandaan, promosi, dan iklan kosmetik yang objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan. Aturan ini dibuat untuk melindungi masyarakat dari penggunaan kosmetik yang salah, tidak tepat, dan tidak rasional.

    “Penandaan, promosi, dan iklan kosmetik juga tidak menyesatkan artinya harus memberikan informasi yang jujur atau tidak berlebihan, akurat, dapat dipertanggungjawabkan, tidak boleh memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan, serta tidak menyatakan seolah-olah sebagai obat atau bertujuan untuk mencegah suatu penyakit,” kata Ikrar dalam keterangannya dikutip dari laman BPOM RI, Selasa (18/2/2025).

    Pengaturan mengenai penandaan, promosi, dan iklan kosmetik ini merupakan pelaksanaan dari Pasal 425 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Dalam peraturan tersebut, penandaan, promosi, dan iklan yang diatur tidak hanya kosmetik namun juga kosmetik isi ulang.

    Penandaan kosmetik yang dimaksud dalam peraturan ini memuat informasi dalam bentuk gambar, tulisan, atau bentuk lain baik yang disertakan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan maupun yang dicetak langsung pada kemasan. Penandaan harus lengkap dengan mencantumkan semua informasi yang dipersyaratkan seperti nama kosmetik, komposisi, kemanfaatan, kegunaan, nama dan alamat pemilik notifikasi, nomor batch, nomor notifikasi, tanggal kedaluwarsa, dan informasi lainnya.

    Berdasarkan data hasil pengawasan penandaan dan iklan kosmetik yang dilakukan BPOM tahun 2023-2024 lalu, persentase penandaan kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) pada 2024 sebesar 9,07 persen menurun dibandingkan 2023 (10,39 persen). Namun, Hasil pengawasan iklan pada periode ini menunjukkan peningkatan persentase iklan TMK dari 21,63 persen pada 2023 menjadi 26,12 persen pada 2024.

    “Bagi pelaku usaha yang melanggar peraturan ini akan dikenakan sanksi administratif,” tegas Taruna Ikrar.

    Sanksi ini berupa peringatan tertulis, larangan mengedarkan kosmetik untuk sementara paling lama 1 tahun, penarikan kosmetik dari peredaran, serta pemusnahan produk. BPOM juga akan memerintahkan penghentian sementara kegiatan paling lama 1 tahun, pencabutan nomor notifikasi/izin edar dan/atau pengumuman kepada publik.

    “Pengumuman kepada publik mengenai kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan maupun pelaku usaha yang melanggar ketentuan merupakan tugas dan kewenangan BPOM,” tandas dia.

    (kna/up)

  • Teriak Terlalu Kencang saat Nonton Konser, Paru-paru Gadis Ini Nyaris Kolaps

    Teriak Terlalu Kencang saat Nonton Konser, Paru-paru Gadis Ini Nyaris Kolaps

    Jakarta

    Seorang gadis berusia 16 tahun di Texas, Amerika Serikat, mengunjungi ke UGD karena mengeluh sakit dada dan kesulitan bernapas setelah menonton konser One Direction.

    Dia memberi tahu dokter bahwa ia berteriak-teriak dengan keras selama konser sebelum mengalami kesulitan bernapas. Tenggorokannya tidak sakit, dan ia juga tidak merasakan nyeri dada saat tiba di UGD. Ia memiliki riwayat diabetes tipe 1, tetapi tidak memiliki kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya.

    Kasus yang dipublikasikan dalam The Journal of Emergency Medicine ini, dokter menemukan pasien bernapas dengan cepat tetapi terdengar normal. Namun ketika mereka menekan kulit leher dan dadanya, mereka mendeteksi suara berderak yang dikenal sebagai krepitus.

    Suara ini disebabkan oleh gelembung udara kecil yang keluar dari paru-paru dan terperangkap di bawah kulit pasien. Sinar-X menunjukkan seberapa luas gelembung udara tersebut: Gelembung tersebut muncul di belakang tenggorokannya, di antara paru-paru dan dinding dadanya, dan di sekitar jantungnya.

    Para dokter menentukan bahwa apresiasi vokal pasien yang antusias saat nonton konser One Direction telah menyebabkan kolaps paru-paru ringan, yang memaksa udara masuk ke jaringan di luar paru-parunya. Para dokter melakukan pemindaian tomografi terkomputasi (CT) tetapi tidak mendeteksi adanya robekan fisik di saluran pernapasannya yang dapat menyebabkan gelembung udara keluar.

    “Pasien dirawat di rumah sakit untuk diobservasi dan dipasangi alat bantu pernapasan yang menyalurkan oksigen 100% melalui masker. Keesokan harinya, hasil rontgen dada menunjukkan bahwa kondisinya tidak memburuk, sehingga dokter rumah sakit memutuskan bahwa kondisinya tidak dalam bahaya dan dapat pulang,” tulis peneliti.

    Dokter yang menangani kasus ini mengatakan berteriak keras saat konser dan menyebabkan gangguan paru-paru adalah kasus yang sangat ‘luar biasa’.

    Sejumlah kecil laporan medis sebelumnya menggambarkan pasien yang mengalami pneumomediastinum akibat berteriak dalam waktu lama. Akan tetapi, perkembangan ketiga kondisi tersebut secara bersamaan dan spontan, seperti yang dialami oleh pasien remaja ini, “belum dijelaskan dalam literatur medis,”.

    (kna/kna)

  • 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Bisa Picu Ginjal Rusak

    7 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Bisa Picu Ginjal Rusak

    Jakarta

    Kesehatan ginjal sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan organ ini berperan penting dalam menyaring produk limbah, menyeimbangkan elektrolit, dan mengatur tekanan darah.

    Ginjal juga menghasilkan hormon penting untuk produksi sel darah merah dan kesehatan tulang. Karenanya, menjaga fungsi ginjal yang optimal sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan yang terkait dengan ginjal, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, serta penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tak diobati.

    Selain itu, ginjal yang sehat dapat mendukung proses detoksifikasi tubuh, memastikan pembuangan zat-zat berbahaya dari aliran darah. Memprioritaskan kesehatan ginjal melalui hidrasi yang tepat, nutrisi yang seimbang, olahraga teratur, dan menghindari kebiasaan buruk sangat penting untuk mendapatkan umur panjang. Dikutip dari Indian Times, beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari, di antaranya:

    1. Konsumsi Junk Food, Tinggi Garam, dan Lemak

    Mengonsumsi makanan cepat saji, lemak jenuh, dan garam dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan obesitas dan hipertensi. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

    Cobalah untuk menerapkan pola makan yang seimbang, termasuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

    2. Obesitas dan Kelebihan Berat Badan

    Berat badan berlebih dapat membebani ginjal dan meningkatkan kemungkinan masalah ginjal. Karenanya, menjaga berat badan yang sehat dan menurunkan risiko ini dapat dicapai dengan olahraga teratur dan diet seimbang

    3. Konsumsi Obat-obatan

    Obat pereda nyeri tanpa resep dan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika digunakan berlebihan atau tanpa panduan medis yang tepat. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis sebelum mengonsumsinya.

    4. Pola Tidur yang Buruk

    Kurang tidur kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk pada organ ginjal. Disarankan untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam per malam.

    5. Dehidrasi

    Dehidrasi dapat menyebabkan tekanan pada ginjal dan mempersulit organ tersebut untuk menyaring darah dengan baik.

    6. Gula Darah dan Tekanan Darah Tak Terkontrol

    Mengontrol tekanan darah dan gula darah sangat penting untuk pengidap diabetes dan hipertensi. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada organ ginjal.

    7. Merokok dan Minum Alkohol

    Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan memperburuk kondisi yang ada. Alkohol mengubah cara kerja ginjal. Selain menyaring darah, ginjal membantu menjaga jumlah air yang tepat dalam tubuh.

    Alkohol dapat mengganggu keseimbangan ini dengan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Minum terlalu banyak alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah, penyebab utama penyakit ginjal, dan membahayakan hati, sehingga membuat ginjal bekerja lebih keras.

    Karenanya, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh, termasuk diet seimbang, olahraga, manajemen stres, untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan ginjal.

    (suc/naf)

  • 5 Manfaat Kubis yang Tak Disangka-sangka, Termasuk Turunkan Kolesterol Tinggi

    5 Manfaat Kubis yang Tak Disangka-sangka, Termasuk Turunkan Kolesterol Tinggi

    Jakarta

    Kubis merupakan sayuran kaya nutrisi dan dapat membuat tubuh sehat. Misalnya, meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga melancarkan pencernaan.

    Sayuran ini biasanya diolah menjadi salad, sandwich, atau sekadar ditumis. Menurut ahli diet Julia Zumpano, RD, LD, kubis juga salah satu sayuran yang terjangkau dan mudah ditemukan.

    “Kubis baik untuk tubuh, kubis adalah salah satu makanan yang rasanya lebih enak daripada tampilannya. Sayuran ini memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan orang,” jelas Zumpano yang dikutip dari Cleveland Clinic.

    Manfaat Kubis untuk Kesehatan

    Berikut beberapa manfaat kubis yang baik untuk kesehatan:

    1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

    Kubis mengandung vitamin C yang dikenal sebagai asam askorbat, memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Vitamin C membantu produksi kolagen dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Selain itu, vitamin ini juga membantu tubuh dalam menyerap zat besi dari makanan nabati.

    2. Meningkatkan kesehatan pencernaan

    Kandungan fitosterol (sterol tumbuhan) dan serat tak larut pada kubis dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan pergerakan usus yang teratur. Kubis memicu bakteri baik di usus yang melindungi sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan nutrisi penting.

    Hal ini terutama berlaku saat seseorang mengonsumsi kubis fermentasi dalam kimchi atau asinan kubis.

    3. Melindungi jantung

    Antosianin yang ditemukan dalam kubis membantu mengatasi lebih dari peradangan. Penelitian menunjukkan kubis menambah manfaat kesehatan dengan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Para ilmuwan menemukan 36 jenis antosianin yang berbeda dalam kubis, dapat dijadikan pilihan yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular.

    Kalium adalah mineral dan elektrolit yang membantu tubuh mengendalikan tekanan darah. Satu cangkir kubis merah dapat memberikan jumlah kalium sehat, 6 persen dari nilai harian yang direkomendasikan.

    Ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit.

    Terlalu banyak kolesterol low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, dapat menyebabkan masalah jantung, terlebih saat menumpuk di arteri. Kubis mengandung dua zat, yakni serat dan fitosterol yang bersaing dengan kolesterol untuk diserap sistem pencernaan.

    Pada akhirnya, kedua zat itu akan mengurangi kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kesehatan.

    (sao/naf)

  • Apresiasi Wapres Gibran untuk Kepala BPOM RI

    Apresiasi Wapres Gibran untuk Kepala BPOM RI

    Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi atas kinerja Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam menyukseskan program Asta Cita pemerintah. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wapres saat menerima kunjungan Taruna Ikrar di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia, Senin (17/2/2025).

    Wapres Gibran menilai bahwa Taruna Ikrar telah berperan aktif dalam memperkuat budaya integritas, efektivitas kinerja, serta inovasi di BPOM guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pengawasan obat dan makanan. Dengan prinsip menjulang, membumi, dan mengakar, BPOM RI berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kualitas produk yang dikonsumsi masyarakat, sekaligus mendorong daya saing industri farmasi dan pangan nasional.

    Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM RI meraih peringkat kedua dalam Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Terbaik kategori Lembaga Negara tahun 2024. Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap kinerja BPOM yang sejalan dengan nilai-nilai Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Menanggapi apresiasi ini, Taruna Ikrar mengungkapkan rasa syukur dan menegaskan bahwa BPOM RI akan terus memperkuat pengawasan obat dan makanan, memberdayakan usaha mikro lecil dan menengah (UMKM), serta memastikan keamanan dan kualitas produk bagi masyarakat. Taruna Ikrar juga menyampaikan bahwa BPOM mendukung pelaksanaan beberapa program Asta Cita melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait.

    Apresiasi Wakil Presiden Gibran terhadap BPOM RI mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pengawasan yang lebih transparan, profesional, dan efektif. Peningkatan dan inovasi pelayanan publik BPOM ini telah dituangkan dalam laporan kinerja yang berjudul “Merajut Kekuatan Lokal, Menggapai Posisi Global: Pencapaian 100 Hari Kerja Kepala BPOM”, yang juga diserahkan kepada Wapres pada kesempatan pertemuan yang berlangsung akrab tersebut.

    “Dengan sinergi yang kuat antara BPOM, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan Indonesia semakin unggul dalam sistem pengawasan pangan dan obat-obatan, mendukung kesejahteraan rakyat, serta memperkuat daya saing global,” pungkas Taruna kepada wartawan melalui keterangan pers.

    (up/up)