Category: Antaranews.com Politik

  • Presiden Prabowo beri arahan program prioritas dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Presiden Prabowo beri arahan program prioritas dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Selasa, 6 Januari 2026 17:25 WIB

    Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) tiba untuk membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan di antaranya program Makan Bergizi Gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan di antaranya program Makan Bergizi Gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

    Suasana retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan di antaranya program Makan Bergizi Gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat tingkatkan kerja sama strategis antar kedua negara

    Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat tingkatkan kerja sama strategis antar kedua negara

    Sabtu, 10 Januari 2026 09:03 WIB

    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri), Menteri Luar Negeri Sugiono (kedua kiri), Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (kedua kanan), dan Menteri Pertahanan Nasional Turki Yasar Guler (kanan) menyampaikan pernyataan pers bersama usai Pertemuan Gabungan Menlu dan Menhan Indonesia-Turki di Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan yang dilaksanakan dalam format 2+2 tersebut, para menteri dari kedua negara membahas upaya meningkatkan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi. ANTARA FOTO/Nabil Ihsan/bar

    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri), Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri), Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (ketiga kanan), dan Menteri Pertahanan Nasional Turki Yasar Guler (keempat kanan) dan jajaran mereka melakukan Pertemuan Gabungan Menlu dan Menhan Indonesia-Turki di Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan yang dilaksanakan dalam format 2+2 tersebut, para menteri dari kedua negara membahas upaya meningkatkan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi. ANTARA FOTO/Nabil Ihsan/bar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kembali dari reses, DPR gelar Rapat Paripurna Perdana 2026

    Kembali dari reses, DPR gelar Rapat Paripurna Perdana 2026

    Selasa, 13 Januari 2026 12:48 WIB

    Suasana Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Rapat yang dihadir oleh 294 dari 579 Anggota DPR tersebut merupakan Rapat Paripurna pertama pada tahun 2026 setelah menjalani masa reses sejak awal Desember 2025. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/sgd

    Ketua DPR Puan Maharani (kedua kanan) bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kiri), Adies Kadir (kedua kiri) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) memimpin Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Rapat yang dihadir oleh 294 dari 579 Anggota DPR tersebut merupakan Rapat Paripurna pertama pada tahun 2026 setelah menjalani masa reses sejak awal Desember 2025. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/sgd

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kepala BKN : Pemprov Kepri konsisten terapkan manajemen talenta ASN

    Kepala BKN : Pemprov Kepri konsisten terapkan manajemen talenta ASN

    “Kami berharap pelaksanaan manajemen talenta terus ditingkatkan, termasuk di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri,”

    Tanjungpinang (ANTARA) – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Profesor Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov Kepri) konsisten menerapkan manajemen talenta untuk pengisian jabatan ASN pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Hal itu ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan penerapan manajemen talenta oleh Kepala BKN kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang.

    “Kami berharap pelaksanaan manajemen talenta terus ditingkatkan, termasuk di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepri,” kata Zudan dalam kunjungannya ke Tanjungpinang, Selasa.

    Zudan menyebut manajemen talenta ASN merupakan alat atau instrumen dalam memilih pejabat secara objektif dan transparan. Pejabat yang dipilih itu bertugas merealisasikan visi-misi gubernur maupun bupati/wali kota.

    Zudan menyebut visi-misi kepala daerah merupakan hulunya, sementara sumber daya manusia (SDM) meliputi kepegawaian, keuangan dan kelembagaan ialah hilirnya.

    Keduanya (hulu dan hilir), kemudian dikonkretkan ke dalam visi dan misi kepala daerah yang bertujuan mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

    “BKN sudah ditugaskan Bapak Presiden Prabowo untuk mengorkestrasi program Asta Cita melalui pencapaian visi dan misi gubernur dan bupati/wali kota,” ungkapnya.

    Dengan manajemen talenta, lanjut Zudan, kader-kader calon pejabat sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

    Ia mencontohkan ketika Kepala Kesbangpol Kepri pensiun, maka dalam kurun waktu minggu pejabat baru sudah bisa dilantik, karena kadernya atau pejabat eselon III sudah disiapkan, dibimbing serta dilatih BKN.

    “Pemprov Kepri tinggal minta izin BKN untuk menunjuk sekaligus melantik pejabat dimaksud. Prosesnya hanya memakan waktu seminggu,” ucapnya.

    Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad berkomitmen menjadikan daerahnya sebagai lumbung pertumbuhan ekonomi di garis terdepan wilayah perbatasan negara. Menurutnya salah satu kunci keberhasilan pembangunan terletak pada optimalisasi ASN sebagai motor penggerak utama.

    “Manajemen talenta memungkinkan kita mengidentifikasi potensi, kompetensi, dan kualifikasi ASN secara tepat,” ungkap Ansar.

    Ia turut memaparkan capaian Indeks Sistem Merit Provinsi Kepri yang terus meningkat sejak 2021 hingga 2024, dari 296,50 poin (kategori baik) menjadi 330,50 poin (kategori sangat baik). Kemudian, Indeks Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dengan nilai 82,58 berpredikat baik.

    Selain itu, Pemprov Kepri juga meraih peringkat terbaik kedua nasional Inovasi Pengelolaan Kepegawaian dalam ajang BKN Awards 2025.

    “Prinsip the right man in the right place at the right time harus menjadi fokus kita. ASN pun kita dorong terus memanfaatkan teknologi mutakhir seperti AI, big data, dan Internet of Things guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ucap Ansar.

    Pewarta: Ogen
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dukcapil Kemendagri percepat pemulihan layanan adminduk di Aceh

    Dukcapil Kemendagri percepat pemulihan layanan adminduk di Aceh

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi memimpin langsung kegiatan jemput bola pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Provinsi Aceh.

    “Dukcapil selalu berada di garis depan untuk melayani masyarakat. Penugasan tim ke Aceh ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah absen dalam menjamin hak identitas setiap warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa pelayanan publik harus terus berjalan tanpa henti,” kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

    Teguh memimpin langsung kegiatan jemput bola yang digelar di empat wilayah terdampak bencana di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Langsa.

    Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Tim Jemput Bola pelayanan Adminduk Dukcapil di Aceh bukan sekadar simbolik, melainkan untuk memastikan layanan publik khususnya penerbitan dokumen kependudukan pasca bencana benar-benar berjalan.

    “Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa dan serahkan, layanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan bisa kembali berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” ujarnya.

    Selama empat hari, mulai Senin (12/1/2026) hingga Kamis (15/1/2025) rombongan melakukan serangkaian kegiatan jemput bola dan pemberian bantuan perangkat operasional untuk memperkuat layanan administrasi kependudukan.

    Agenda kunjungan Dirjen juga meliputi peninjauan pelayanan di kantor Dinas Dukcapil setempat, posko layanan di lapangan serta pertemuan dengan kepala daerah.

    Pada kesempatan pertama, Dirjen Dukcapil telah menyerahkan bantuan hibah berupa peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp421 juta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Bupati Armia Fahmi. Selanjutnya penyerahan bantuan juga akan dilakukan di tiga daerah lainnya.

    Bantuan tersebut terdiri dari perangkat yang akan digunakan untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di daerah terdampak bencana.

    Selain itu diserahkan pula oleh-oleh dari Jakarta berupa blanko KTP elektronik sebanyak 4.000 keping di masing masing daerah yang dikunjungi.

    Untuk mendukung pemulihan layanan Adminduk di daerah terdampak bencana, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan berupa perangkat perekaman dan pencetakan KTP elektronik.

    Sementara itu, Tim Jemput Bola Adminduk juga telah menyerahkan bantuan peralatan operasional lengkap untuk mendukung layanan Adminduk di Kabupaten Aceh Utara.

    Dengan adanya dukungan ini, menurut dia, kapasitas layanan Dinas Dukcapil di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Langsa diharapkan semakin kuat, terutama dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur kelistrikan dan jaringan.

    Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan serta memastikan hak administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dari Biak Numfor, Gibran lanjutkan ke Wamena bertemu Forkopimda

    Dari Biak Numfor, Gibran lanjutkan ke Wamena bertemu Forkopimda

    Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerjanya di Tanah Papua ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa setelah menuntaskan kegiatannya di Biak Numfor, Papua.

    Kunjungan Wapres di Papua, termasuk Wamena sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan secara menyeluruh dan berkeadilan.

    Dalam​​​​​​​ kunjungannya di Wamena, Wapres bersilaturahmi dengan Forkopimda dan bermain bola bersama bibit muda bertalenta.​​​​​​​ Gibran dan rombongan terbatas bertolak ke Wamena dari Biak Numfor dengan menaiki pesawat Hercules.​​​​​​​

    Setelah ​​​​​​​terbang sekitar satu jam, pesawat Hercules yang dinaiki Gibran mendarat di Bandara Wamena Kabupaten Jayawijaya.​​​​​​​ Saat turun dari pesawat, Gibran mengenakan tas noken merah-krem khas Papua yang diselempangkan di badannya.​​​​​​​

    Mantan Wali Kota Solo itu juga disambut meriah oleh warga setempat dengan tarian tradisional asal Papua. ​​​​​​​Para penari pria terlihat memakai koteka saat menyambut kedatangan Wapres.​​​​​​​

    Tak ​​​​​​​hanya itu, dua anak kecil juga memberikan ikat kepala dengan bulu Kasuari merah kepada Wapres. Gibran lantas memakai ikat kepala tersebut dan berfoto dengan para penari dan kedua anak tersebut.​​​​​​​

    Dari Bandara Wamena, Gibran dan rombongan langsung menuju Stadion Wamena untuk bermain bola bersama anak-anak Papua.​​​​​​​

    Dalam kunjungannya ini, Gibran didampingi jajaran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai dan Ribka Haluk, serta KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Warga Aceh korban TPPO Kamboja, senator DPD minta perlindungan Kemenlu

    Warga Aceh korban TPPO Kamboja, senator DPD minta perlindungan Kemenlu

    “Kita sudah melayangkan surat resmi kepada Kemenlu melalui Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI/BHI), serta meminta KBRI Phnom Penh untuk melakukan perlindungan dan penjemputan korban,”

    Banda Aceh (ANTARA) – Anggota DPD RI Sudirman Haji Uma menyurati Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk melindungi warga Aceh Muhammad Izul yang diduga korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

    “Kita sudah melayangkan surat resmi kepada Kemenlu melalui Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI/BHI), serta meminta KBRI Phnom Penh untuk melakukan perlindungan dan penjemputan korban,” kata Sudirman Haji Uma, di Banda Aceh, Selasa.

    Haji Uma mengatakan, peristiwa ini diketahui ketika ibu korban Mursina (49), warga Gampong Sido Muliyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara mengadukan nasib anaknya yang bekerja di Kamboja diminta tebusan uang Rp40 juta agar bisa dibebaskan dari perusahaan tempatnya bekerja.

    Surat untuk Kemenlu tersebut dilayangkan Haji Uma setelah dirinya menerima surat resmi Keuchik (Kepala Desa) Gampong Sido Muliyo tertanggal 11 Januari 2026 juga menyurati dirinya meminta bantuan advokasi dan perlindungan terhadap korban.

    Haji menjelaskan, M Izul diduga menjadi korban TPPO di Kamboja setelah berangkat melalui agen yang dikenal.melalui teman dengan iming-iming gaji besar. Berangkat dari Aceh menuju Kamboja pada 20 April 2025 dan tiba pada 25 April 2025.

    Setibanya di sana, paspornya langsung ditahan, lalu dipaksa bekerja di sebuah perusahaan komputer yang diduga merupakan jaringan perusahaan scam sejak 29 April 2025.

    Selama hampir sepuluh bulan bekerja hingga Januari 2026, M Izul mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dan penganiayaan.

    Karena tidak tahan, ia berusaha melarikan diri, dan akhirnya berada di Jalan Nasional Nomor 5 (Projet–Aranyaprathet), kawasan perbatasan internasional Desa Kbul Spean, Provinsi Banteay Meanchey, Kerajaan Kamboja.

    “Dari lokasi itu, ia berhasil menghubungi keluarganya di Aceh melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta pertolongan agar segera dijemput dan dipulangkan ke tanah air,” ujarnya.

    Usai menerima laporan awal dari keluarga, Haji Uma menyarankan agar M Izul segera melarikan diri dan mendatangi KBRI. Langkah ini penting karena seluruh dokumen pribadi, termasuk paspor telah ditahan oleh pihak perusahaan, sehingga korban kesulitan mengirim lokasi dan melapor secara resmi.

    “Alhamdulillah, setelah kami berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kamboja, korban akhirnya berhasil melarikan diri dari perusahaan scam dan mendatangi KBRI untuk mendapatkan perlindungan,” katanya.

    Dalam kesempatan ini, Haji Uma juga mengingatkan masyarakat Aceh agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas prosedur dan legalitasnya.

    “Banyak korban TPPO terjerat iming-iming gaji tinggi, tetapi justru menjadi korban eksploitasi, penyekapan dan pemerasan,” demikian Sudirman Haji Uma.

    Pewarta: Rahmat Fajri
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemendagri tegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah kelola sampah

    Kemendagri tegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah kelola sampah

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah sebagai kunci dalam menjawab kompleksitas persoalan persampahan yang terus meningkat di Indonesia.

    “Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik telah membuka ruang bagi kerja sama antar daerah. Sementara berbagai regulasi tentang kerja sama daerah juga bisa dijadikan payung hukum oleh kita bersama,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus di Jakarta, Selasa.

    Hal itu disampaikannya dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) bertema Tata Kelola Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Aglomerasi Sampah yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN).

    Wamendagri menegaskan persoalan persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aspek sosial dan ekonomi.

    Oleh karena itu, daerah perlu memiliki keberanian dalam mengeksekusi kebijakan serta memperkuat kolaborasi lintas wilayah guna meminimalkan risiko bencana akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.

    Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo dalam laporannya menyampaikan pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah.

    Menurutnya, pendekatan aglomerasi persampahan menjadi solusi strategis melalui kerja sama antardaerah dalam membangun dan mengelola infrastruktur serta sistem persampahan secara terintegrasi.

    Pendekatan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mendorong pergeseran paradigma dari kumpul, angkut, dan buang menuju pengelolaan sampah berkelanjutan dengan memandang sampah sebagai sumber daya.

    “Timbunan sampah terus meningkat setiap tahunnya, sementara kapasitas pengelolaan yang dimiliki pemerintah daerah belum mampu mengimbangi laju produksi sampah. Dalam situasi ini transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi suatu keniscayaan,” kata Yusharto.

    Pandangan tersebut diperkuat oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang menekankan pentingnya keadilan dan keterlibatan seluruh pihak dalam penyelesaian persoalan sampah.

    Dirinya menilai upaya penanganan sampah tidak boleh membebani satu daerah semata, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama.

    “Seluruh daerah tentu berkeinginan untuk menyelesaikan permasalahan sampah hanya memang rasa keadilanlah yang harus dijadikan sebagai salah satu poin penting bagaimana penyelesaian sampah ini sehingga tidak seolah-olah bebannya menjadi beban daerah saja,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Dedie menegaskan pengelolaan sampah berbasis aglomerasi merupakan isu strategis perkotaan yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah serta keterlibatan sektor industri.

    “Kalau menurut saya, pemerintah pusat juga harus mengajak industri untuk bertanggung jawab, yang belum bisa ditanggulangi pemerintah daerah, juga bisa ditanggulangi oleh para pelaku industri,” pungkasnya.

    Kegiatan Forum Diskusi Aktual ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Tangerang Selatan dan Wali Kota Bekasi. Melalui forum ini diharapkan dapat terbangun pemahaman bersama para pemangku kepentingan mengenai konsep dan praktik terbaik aglomerasi persampahan, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

    Forum ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen dan sinergi antar daerah guna mewujudkan tata kelola sampah yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggota DPR dukung Presiden Prabowo evaluasi kinerja BUMN

    Anggota DPR dukung Presiden Prabowo evaluasi kinerja BUMN

    “Presiden Prabowo menyuarakan kegelisahan rakyat. Tidak masuk akal perusahaan merugi, tetapi elitenya tetap merasa berhak atas bonus. Ini bukan hanya soal keuangan negara, melainkan soal etika kepemimpinan,”

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim menyatakan mendukung penuh upaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja badan usaha milik negara, terutama terhadap komisaris dan direksi perusahaan yang merugi namun tetap meminta tantiem atau bonus.

    “Presiden Prabowo menyuarakan kegelisahan rakyat. Tidak masuk akal perusahaan merugi, tetapi elitenya tetap merasa berhak atas bonus. Ini bukan hanya soal keuangan negara, melainkan soal etika kepemimpinan,” ujar Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Lebih lanjut dia memandang praktik meminta tantiem di tengah kinerja buruk merupakan bentuk normalisasi kegagalan yang tidak boleh dibiarkan terus berlangsung di BUMN.

    “BUMN bukan perusahaan pribadi. Setiap rupiah yang hilang adalah uang rakyat. Kalau rugi, yang pertama dilakukan seharusnya introspeksi, bukan justru menuntut penghargaan. Ini sekaligus menjadi evaluasi kinerja BUMN di awal tahun 2026,” katanya.

    Selain itu, dia memandang kemajuan BUMN mustahil tercapai tanpa keteladanan dan prinsip kuat dari para pemimpinnya.

    Oleh sebab itu, dia mengingatkan bahwa profesionalisme, integritas, dan rasa tanggung jawab harus menjadi standar utama.

    “BUMN tidak akan maju hanya dengan slogan transformasi. Ia butuh pemimpin yang berani bertanggung jawab, tahu malu ketika gagal, dan siap dievaluasi secara objektif,” ujarnya.

    Sementara itu, dia mengatakan sebagai mitra kerja Badan Pengaturan BUMN, maka dirinya akan terus mendorong reformasi tata kelola, evaluasi berbasis kinerja nyata, serta sistem remunerasi yang adil dan rasional.

    Terlebih, Presiden Prabowo telah menyampaikan kritik terhadap BUMN yang dinilai bukan melemahkan, melainkan memperkuat peran sebagai motor ekonomi nasional.

    “Kritik Presiden Prabowo harus dijadikan momentum bersih-bersih. Kemudian yang profesional kami dukung, dan yang gagal tetapi tidak mau bertanggung jawab harus berani dievaluasi, bahkan diganti,” katanya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, 12 Januari 2026, mengatakan telah memberikan tugas kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk membersihkan semua BUMN di Indonesia.

    Terlebih, kata dia, terdapat komisaris maupun direksi yang tidak tahu malu dengan meminta bonus di saat BUMN yang dipimpin sedang merugi.

    “Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap menggantikan saudara-saudara. Saya percaya banyak yang siap menggantikan,” kata Presiden.

    Pewarta: Rio Feisal
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Indonesia memasuki era teknologi bawah air

    Indonesia memasuki era teknologi bawah air

    Jakarta (ANTARA) – Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 6 juta km persegi wilayah laut dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang membentang di jantung jalur perdagangan dunia.

    Dalam lanskap strategis seperti ini, kekuatan bawah air bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu daya gentar, kedaulatan, dan kendali laut, terutama di choke points utama Nusantara.

    Kita, kini memasuki era baru teknologi bawah air. Pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak, melainkan bagaimana memilih kombinasi yang paling tepat.

    Setidaknya ada tiga pilar kekuatan bawah air. Pertama, kapal selam otonom tanpa awak (KSOT). Inovasi ini dikembangkan industri nasional lewat PT PAL Indonesia. KSOT menawarkan keunggulan persistent surveillance, biaya operasi rendah, dan risiko personel minimal. KSOT ideal untuk patroli berlapis, pengawasan chokepoints, penanaman sensor, serta memberi informasi target bagi kapal selam berawak. Namun, KSOT harus ditempatkan sebagai force multiplier atau penguat daya pengawasan, bukan pengganti kapal selam tempur.

    Kedua, kapal selam mini (midget submarine). Sebagaimana tradisi desain Italia, model ini unggul untuk operasi perairan dangkal, litoral, dan misi khusus. Profil senyap, jejak akustik rendah, dan kemampuan infiltrasi membuatnya efektif untuk sea denial dekat pantai dan selat sempit. Kekurangannya ada pada jangkauan dan daya tahan, sehingga lebih tepat sebagai pelengkap, bukan tulang punggung.

    Ketiga, kapal selam tempur kelas menengah. Contohnya Scorpène Evolved, yang punya daya jelajah jauh, sensor modern, dan teknologi baterai mutakhir. Kapal jenis ini bisa menjaga ZEE, patroli jarak jauh, dan mengendalikan jalur strategis di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

    Mengendalikan choke points

    Kekuatan laut Indonesia bertumpu pada pengendalian jalur sempit (choke points), seperti Selat Malaka, Sunda, Lombok, Makassar, hingga perairan Natuna dan Pasifik Barat. Di sinilah kombinasi berlapis bekerja optimal: KSOT menjaga pengawasan terus-menerus, kapal selam mini mengunci jalur sempit, dan kapal selam tempur menjaga kedalaman strategis, hingga ZEE. Jika ketiganya terintegrasi dalam satu sistem komando dan sensor, Indonesia punya pertahanan bawah laut yang kuat dan kredibel.

    Ada tiga prinsip kebijakan pertahanan laut yang perlu ditegakkan.

    Pertama, bertahap dan tervalidasi. Pengembangan KSOT harus mengikuti tahapan uji yang ketat dan transparan agar matang secara operasional. Kedua, terintegrasi. Semua kapal selam berawak dan nirawak harus berada dalam satu sistem pengawasan dan kendali (C4ISR/Command, Control, Surveillance, and Reconnaissance) maritim terpadu.

    Ketiga, mandiri dan berkelanjutan. Alih teknologi, perawatan (MRO/Maintenance, Repair, Overhaul) dalam negeri, dan penguatan ekosistem industri dengan PT PAL Indonesia sebagai jangkar harus menjadi syarat utama.

    Pilihan terbaik, bukan memilih satu, melainkan merangkai ketiganya. Scorpène Evolved sebagai tulang punggung deterrence dan pengamanan ZEE; midget sebagai penjaga litoral dan selat; KSOT sebagai pengganda daya pengawasan. Dengan kombinasi ini, Indonesia tidak hanya memasuki era teknologi bawah air, tetapi juga memimpin dengan kebijakan yang cerdas, realistis, dan berdaulat.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.