Bupati Kediri Apresiasi Transparansi Baznas, Pengumpulan ZIS 2025 Tembus Rp7,6 Miliar

Bupati Kediri Apresiasi Transparansi Baznas, Pengumpulan ZIS 2025 Tembus Rp7,6 Miliar

Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri. Transparansi tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas.

Apresiasi itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito usai menerima laporan dari Pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Rabu (7/1/2026).

Keterbukaan pengelolaan ZIS itu tercermin dari capaian pengumpulan ZIS tahun 2025 yang mencapai Rp7,6 miliar, atau melampaui 66 persen dari target yang ditetapkan Baznas Jawa Timur, yakni Rp4,6 miliar.

“Ini sangat luar biasa kenaikannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” kata Mas Dhito.

Menurut Mas Dhito, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif dalam tata kelola zakat di daerah.

Sebagai perbandingan, pada 2024, dari target pengumpulan ZIS sebesar Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu menghimpun dana hingga Rp7,4 miliar.

Mas Dhito optimistis, selain faktor keterbukaan laporan, kedisiplinan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan penyetoran akan semakin mendongkrak capaian pengumpulan ZIS.

Menurutnya, peningkatan tersebut akan berdampak langsung pada semakin luasnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM Iffatul Lathoif menyampaikan bahwa ZIS yang dikelola Baznas Kabupaten Kediri telah didistribusikan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan.

Program tersebut meliputi pemberian paket sembako dan biaya hidup bagi dhuafa, pemberian makanan bergizi, serta beasiswa bagi santri dan siswa.

“Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 insyaalloh selanjutnya kita tingkatkan 100,” ungkap Gus Thoif.

Selain itu, distribusi ZIS juga dialokasikan untuk pemberian biaya hidup rutin bagi fakir dan lansia, bantuan untuk marbot, santunan yatim piatu, program bedah rumah atau RTLH, bantuan bagi mualaf, dukungan sarana dan prasarana pendidikan, masjid dan musala, bantuan biaya transport berobat rutin, hingga pemberian alat bantu jalan.

Gus Thoif menambahkan, pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah menjalani audit oleh auditor Kementerian Agama.

“Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulilah kemarin secara umum baik,” bebernya. [nm/ian]